
Danu yang selama ini tidak pernah meneteskan air matanya di depan khalayak umum hanya melihat pertemuan seorang anak dan ibunya yang terpisah sejak lama.
Ananda pun yang selama ini berwajah datar dan kaku tidak pernah menangis pun ikut hanyut dalam kesedihan dan pertemuan antara anak dan ibu yang harus terpisah karena janji dan keadaan yang terpaksa membuat mereka harus berpisah.
Eca menangkup kedua pipi Maminya dan menghapus jejak air mata di pipinya Rania.
"Mami ayo kita pulang, apa mami tidak rindu dengan Daddy sama Nenek Masitha?" tanya Eca dengan polosnya.
Rania tidak mampu berkata-kata apa-apa lidahnya keluh seketika, sedangkan air matanya sedari tadi menetes membasahi pipinya dan menangis tersedu-sedu tanpa henti.
Danu yang selama ini tidak pernah meneteskan air matanya di depan khalayak umum hanya melihat pertemuan seorang anak dan ibunya yang terpisah sejak lama. Ananda Akyurek pun yang biasanya dan selama ini berwajah kaku dan datar yang tidak memperlihatkan air matanya dan sisi lemahnya.
"Rania! Penuhi lah permintaan putrimu, kasihanilah anakmu kalau kamu tidak perlu khawatirkan Reza," Danu pun ikut membatin memikirkan nasib rumah tangga bos-nya itu.
Ia ikut hanyut dalam kesedihan akan pertemuan antara anak dan ibu yang harus terpisah karena janjinya dan keadaan yang terpaksa membuatnya harus terpisah.
"Sedih melihat mereka, aku hanya berharap semoga Nona Muda mendapatkan hidayah dan pintu hatinya terbuka untuk segera kembali ke tanah air dan berkumpul dengan keluarga besar," Ananda membatin.
Rania tidak tahu harus berbuat apa untuk membuat putri kecilnya mengerti dengan keadaannya. Rania menghapus jejak air matanya.
"Sayang putrinya Mami harus sabar yah tunggu Mami pulang pasti Mommy pulang, tapi Mommy mau cari dulu Kak Farel kalau sudah ketemu pasti Mommy pulang," terang Rania.
Rania yang berusaha untuk menenangkan putrinya hanya dengan perkataan itu yang dirasa Rania cocok dan pantas untuk dia berikan pada putri kecilnya itu.
__ADS_1
"Mommy janji?" ucap Echa lalu menautkan jari kelingkingnya dengan jari tangannya Rania.
Rania tanpa beban langsung menautkan juga jarinya dan menganggukkan kepalanya di hadapan putrinya. Air matanya kembali menetes membasahi pipinya. Ia tidak menyangka putrinya akan tumbuh sangat baik di bawah asuhan dan didikan suaminya.
"Hore!! Mommy Rania akan pulang," teriak Eca yang langsung turun dari duduknya lalu loncat-loncat kegirangan dan sudah melupakan luka goresan yang ada di kakinya.
Rania hanya bisa tersenyum melihat tingkah lucu putrinya. Ia sangat bahagia dan bangga melihat sikap dan perangai putrinya.
"Ya Allah… apa yang harus aku lakukan, aku tidak kuasa membuat putriku kecewa, tapi aku juga terlanjur berjanji pada putriku untuk segera pulang, apa mungkin pulang adalah jalan yang terbaik," Rania membatin.
Rania berperang dengan pikirannya sendiri dan dilema dengan langkah dan jalan apa yang harus ia pilih. Rania ragu dan bimbang dalam waktu yang bersamaan. Dia tidak tahu harus berbuat apa disisi lain dia merindukan kebersamaan dengan putrinya, tetapi di sisi lain dia masih kecewa terhadap suaminya.
Danu yang berdiri seperti patung sedari tadi tiba-tiba bunyi dering Handphonenya membuat suasana sepi menjadi ramai dengan deringan ponselnya itu. Danu segera mengangkat teleponnya, lalu memberikan kode kepada Rania kalau yang menelponnya adalah Reza.
"Assalamu'alaikum Tuan Muda," sapanya Danu setelah telpon berhasil tersambung.
"Waalaikum salam, Danu apa kamu masih di Mall, di mana Eca aku ingin bicara dengan putriku," pinta Reza.
Danu melirik ke arah Rania terlebih dahulu sebelum memberikan hpnya ke arah Alexa. Danu menyerahkan hpnya ke tangan imut Ecs. Alexa sigap menyambut tangan Danu dan mengambil hp itu.
"Halo Daddy," ucap Danu.
Silahkan mampir juga ke novel Aku yg lainnya:
__ADS_1
Dilema Diantara Dua Pilihan
Hasrat Daddy Anak Sambungku
Aku Diantara Kalian
Cinta dan Dendam
Cinta yang tulus
Bertahan Dalam Penantian
Pelakor Pilihan
Hanya Sekedar Pengasuh
Ceo Pesakitan
Ketika Kesetianku Dipertanyakan
__ADS_1
Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...