Menggenggam Asa

Menggenggam Asa
Bab. 73


__ADS_3

Rania memegang ke dua tangannya ibu Nurmala lalu berkata,"Ibu kalau pun Kami sudah mengecek dan hasil tesnya adalah Alif itu putraku yang sudah hampir lima tahun menghilang, Ibu akan tetap menjadi emaknya Alif sampai kapan pun, dan emak juga bisa tinggal bersama Kami nantinya."


Raniah mengatakan hal itu dengan penuh rasa syukur dan kebahagiaan serta kelembutannya dalam bertutur kata.


"Iya apa yang diungkapkan oleh Amai, Kamu bisa tetap menjadi emaknya Ali sampai kapan pun, jadi Kamu tidak perlu merisaukannya apa pun lagi," timpal Nenek Martha yang menambahkan.


"Alhamdulillaah.. makasih banyak kalau Tuan Muda dan Nona Rania mengijinkan saya untuk tetap berada di sampingnya Alif," balasnya Bu Nurma yang tersenyum lebar setelah apa yang ditakutinya selama ini tidak terbukti sedikit pun.


Matanya berkaca-kaca, hingga tidak kuasa lagi menahan bendungan air matanya. Air mata itu pun tanpa aba-aba terjatuh, menetes membasahi wajahnya yang sudah ada tanda-tanda kerutan di wajahnya. Tidak ada seorang pun yang berada di dalam sana yang tidak memiliki rasa bahagia yang membuncah di dalam dada masing-masing.


Mereka menikmati suguhan kue dan makanan ringan yang berhasil tadi dibuat oleh Amairah. Dia membuat beberapa macam kue, spesial dan khusus untuk menemani acara bincang-bincang mereka disore itu. Minumannya pun masih mengepul asapnya. Suasana keakraban dan kebahagiaan terpancar dari pembicaraan mereka Sore itu. Tidak ada jurang pemisah antara Tuan Rumah dengan asisten rumah tangganya.


Ibu Nurmala diperlakukan layaknya saudara jauh yang memutuskan untuk tinggal bersama mereka. Mereka menyambut dengan tangan terbuka dan menerima kehadiran Anaknya Ali seperti layaknya saudara sendiri.


Nenek Martha memandang ke arah Rudi secara bergantian dengan Risma. Sedangkan yang ditatap tidak mengerti dengan maksud dari tatapan Neneknya yang menelisik itu.


"Dion, Nenek ingin mengetahui rencanamu setelah ini, karena Rafael telah sudah ditemukan, Rania juga sudah berkumpul di tengah-tengah kita sesuai janji kalian empat tahun lalu, kapan kamu ingin melangsungkan pernikahan kalian yang sudah lama tertunda?" tanya Neneknya Yudha yang sesekali menikmati seduhan teh hijau khusus untuknya.


"Insya Allah, setelah hasil tesnya keluar Kami akan melangsungkan pernikahan Kami Nek," jawabnya Rudi.


"Iya, kalian harus secepatnya melangsungkan pernikahan kalian, Mami dan Mama kalian setiap hari mendesak Nenek agar kalian segera melangsungkannya," ujarnya.


"Alhamdulillah hanya tersisa menunggu harinya saja kok Nek, semua perlengkapan dan persiapannya sudah Saya dan Maya atur semuanya," jawab Maya.


"Wajarlah mereka sudah tidak sabar menunggu kehadiran cucu pertama mereka, kalian kan sama-sama anak pertama," balas Pak Herdi.

__ADS_1


"Maafkan Mbak yah, ini semua gara-gara masalah rumah tangga Mbak, sehingga Kamu terpaksa harus menunda hingga bertahun-tahun lamanya akad nikah kalian," tutur Rania dengan wajah sendunya.


Rania meneteskan air matanya lalu membalas memeluk tubuh Risma. Sahabat terbaik yang dimilikinya saat ini sekaligus sepupu dari suaminya yang nantinya akan menjadi istri dari adik sepupunya juga.


"Alhamdulillah Makasih banyak ya Allah, satu persatu Engkau telah membuka permasalahan dan cobaan yang kami lalui selama ini dengan begitu baik dan dengan cara yang sangat luar biasa elegannya," bathin Nyonya Martha.


"Jadi,apa kita perlu melaporkan kejahatan Ahmad Pa?" tanya Reza dengan wajah yang sangat serius.


"Papa akan atur semuanya disaat kita ajukan banding ke Pengadilan serta akan membuat laporan semua bukti-bukti kejahatannya selama ini," jawab Papa mertuaku.


"Kita harus melaporkan semua kejahatannya apapun tanpa terkecuali, Nenek tidak ingin di kemudian hari, dia akan bertindak dan melakukan hal-hal yang akan nantinya dan kedepannya akan mengganggu keselamatan dan keamanan anak cucu kita kelak," jelas Bu Maritha dengan panjang lebar.


"Iya Pak, kita harus melakukan segala cara apapun itu, untuk menjebloskan ke dalam ke penjara Ahmad, agar dia berhenti untuk berbuat kejahatan lagi," geram Rania dengan wajah dan matanya yang berkilat dan berapi-api.


"Papa akan berusaha untuk melakukan yang terbaik untuk kalian semua dan demi memperjuangkan kebenaran dan keadilan kita tidak boleh gentar menghadapinya," Pak Herdi ikut menimpali perkataan dari anak menantunya itu.


Mereka saling berbagi dan menyalurkan rasa bahagianya kepada yang lainnya. Begitu juga dengan penyesalan hidup, kita bisa memperbaiki kesalahan yang membuat kita menyesal.


Kita juga bisa menjadikan penyesalan itu sebagai pelajaran hidup agar di masa depan kita lebih berhati-hati dan tidak mengulangi kesalahan yang sama. Penyesalan tidak dapat mengubah masa lalu, begitu pula kekhawatiran tidak dapat mengubah masa depan.


Kesenangan bermula dari kebersamaan bersama orang-orang terdekat, terutama keluarga. Fun starts from being together with the closest people, especially family.


......................


Dalam novel ini alurnya maju mundur kadang menceritakan masa lalu salah satu mcnya atau pemeran tokohnya, semoga tidak bingung dan harap maklum..

__ADS_1


Silahkan mampir juga ke novel Aku yg lainnya yang ceritanya lebih seru dari Menggenggam Asa loh..



Dilema Diantara Dua Pilihan


Cinta dan Dendam


Pelakor Pilihan


Hanya Sekedar Pengasuh


Cinta ceo Pesakitan


Ketika Kesetianku Dipertanyakan


Menggenggam Asa


Cinta Kedua CEO


Kau Hanya Milikku



Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...

__ADS_1


Tetap berikan dukungannya untuk menggenggam asa dengan cara, Like setiap Babnya, Rate Bintang 5, Favoritkan, berikan gift dan Votenya juga…


Mohon maaf jika banyak terdapat kesalahan dalam pengetikan cerita ini atau Typonya yang meresahkan...


__ADS_2