
Rania mengikuti langkah kaki Perawat dan Dokter untuk berjalan cepat masuk ke ruang UGD, tapi langkahnya terpaksa terhenti oleh hadangan dari tangan salah satu perawat.
"Maaf Nyonya! Anda tidak boleh masuk ke dalam, Anda menunggu di luar saja," cegah perawat itu agar Rania tidak masuk ke dalam ruangan untuk sementara waktu.
Rania dan yang lainnya otomatis menuruti perkataan dari Perawat itu dan langsung mundur ke arah belakang. Wajah dari mereka nampak cemas.
"Mommy," ucap Eca yang merentangkan kedua tangannya.
Wajah putri kecilnya sudah sembab dikarenakan sedari tadi menangis terus. Ia langsung menggendong tubuh anaknya. Rania mengelus punggung putrinya agar bisa lebih tenang.
"Aku sudah menduga kalau hal ini bakalan terjadi pada dirinya," ucap Danu yang sedari tadi bersandar di dinding RS sambil melipat kedua tangannya.
Rania menatap ke arah Danun dan memintanya untuk menjelaskan maksud dari perkataannya.
"Dua minggu terakhir ini, Reza tidak memperhatikan pola makan dan tidurnya, ia terlalu larut dalam kesibukannya untuk terus bekerja dan berusaha melupakan seseorang yang terlalu egois untuk pulang," terang Danu yang menyindir Rania.
Danu adalah sahabat sekaligus sebenarnya adalah anak buah dan kaki tangan terbaik dari Kakeknya setelah Bryan memutuskan untuk berhenti bekerja sama dengan perusahaan penyedia jasa keamanan yang selama ini sudah membesarkan namanya. Sehingga ia mengetahui seluk-beluk kehidupan di antara mereka berdua.
"Maksudnya?" tanya Rania dengan wajah keheranan.
"Suamimu tidak peduli lagi dengan kesehatannya, bahkan dalam sehari hanya makan sekali saja itupun kalau dia sudah beradu argumen denganku sehingga dia terpaksa makan, begitupun juga dengan pola tidur dan istirahatnya, dia ingin menjadikan dirinya layaknya mesin robot yang tidak ada rasa capeknya sama sekali," jelas Danu panjang lebar..
Rania berusaha untuk menidurkan putrinya di dalam gendongannya dengan cara mengelus lembut rambut dan sesekali punggung putrinya itu. Apa yang dilakukan oleh Amairah berhasil, Eca pun perlahan memejamkan matanya dan tertidur pulas dalam dekapan Mommy nya.
"Ananda! tolong bawa pulang ke rumah Eca, tapi jangan jauh-jauh darinya dan kalau bangun tanya saja kalau papinya baik-baik saja," jelasnya.
Ananda tidak berbicara sepatah kata pun hanya mengikuti instruksi dan arahan dari Amairah saja. Karena seperti itu lah kebiasaan dari Ananda irit bicara, tapi tindakan luar biasa.
"Apa Kamu sudah tidak mencintainya lagi? kalau emang seperti itu kenapa Kamu tidak melepaskan saja dan mengakhiri hubungan pernikahan kalian dan memberikan kesempatan kepada perempuan lain yang akhir-akhir ini berusaha mendekati Reza," tanyanya Danu bersamaan dengan Rania mendudukkan bokongnya di atas kursi tunggu.
Rania hanya melirik sepintas wajah Bryan yang menyandarkan kepalanya ke dinding dengan mata yang terpejam.
"Siapa perempuan yang dimaksud oleh Danu? benarkah Mas Danu sudah membuka hatinya untuk wanita lain selain aku?" Rania membatin.
__ADS_1
Sekelebat pertanyaan muncul dibenaknya, Rania tidak ingin munafik dan menyangkal apa yang dia rasakan saat Danu berkata seperti itu.
"Raut wajahmu itu membuktikan kalau kamu takut dan tidak ingin Martin berpaling dari kamu, tapi keegoisan kamu yang menutupi hatimu selama ini," pungkas Danu.
Rudi yang mendapatkan kabar tentang kondisi Martin yang jatuh pingsan segera mendatangi Rumah Sakit tempat Reza dirawat.
Nafas Rudi memburu dan ngos-ngosan karena sedari tadi berlarian mulai dari keluar dari perusahaan tempat bertemu dengan kliennya hingga ke parkiran dan sesampainya di RS Dion kembali berlari karena takut jika terjadi sesuatu pada bos sekaligus suami dari kakak sepupunya.
Mereka berdua setelah melakukan pertemuan dengan pemilik Perusahaan yang akan nantinya menanamkan modal ke Perusahaannya ada di Indonesia, Reza meminta Rudi untuk menggantikan posisinya untuk bertemu kembali dengan klien keduanya hari ini. Sedangkan Reza mengikuti jejak anaknya hingga ke Mall.
Kondisi cuaca yang sangat dingin dengan hujan salju membuat Reza terpaksa tubuhnya terkena salju yang sangat dingin hal itu lah yang memperparah kondisi kesehatannya walupun belum bertemu dengan Rania dan putrinya sudah mengganti pakaiannya terlebih dahulu.
Langkah Rudi terhenti seketika melihat ke arah Perempuan yang berdiri di depan pintu masuk UGD. Perempuan itu lah penyebab satu-satunya yang memperburuk kondisi kesehatan Martin.
"Mbak Rania," ucap Rudi.
Ranis yang mendengar namanya dipanggil oleh seseorang langsung mengalihkan pandangannya dari pintu UGD yang sedari tadi belum terbuka.
"Maaf siapa di antara kalian keluarga dari pasien yang bernama Martin Muhammad Al-ayyubi Lee?" tanya Dokter dengan tatapan menyelidik ke Arah orang-orang yang berada di sekitar UGD.
Amairah langsung maju ke depan dokter tersebut.
"Maaf saya istrinya Dokter," jawabnya.
"Tuan Reza hanya mengalami kelelahan dan karena sebelumnya terkena hujan salju yang menambah parah daya tahan tubuhnya, Nyonya tidak perlu terlalu mengkhawatirkan kondisinya, setelah dirawat dan minum obat beliau akan segera sembuh, tapi tolong untuk mengingatkannya agar lebih menjaga kesehatannya lebih baik lagi," terang Dokter dengan panjang lebar.
"Alhamdulillah," ucap singkat Rania yang baru bisa tersenyum lega.
Rudi segera bertindak untuk segera mengurus administrasi rawat inap dari Reza dan memindahkan ipar sekaligus sepupu suaminya ke kamar perawatan VIP. Mereka mengikuti langkah beberapa perawat dan suster yang mendorong bangkar yang ditempati oleh Reza.
Danu dan Rudi diminta oleh Rania untuk segera pulang karena sudah larut malam. Rania yang ingin menjaga suaminya dan berkeinginan agar disaat suaminya tersadar dan membuka matanya orang yang pertama kali dilihatnya adalah dirinya.
Rania duduk di kursi yang disediakan di sekitar ranjang perawatan Danu. Dia memegang ke dua tangan suaminya dan tak segan meneteskan air matanya yang membasahi tangan kekar suaminya.
__ADS_1
"Mas maafkan Aku, ini semua gara-gara Aku Mas jadi seperti ini, Maafkan Rania Mas, aku janji tidak akan pergi jauh dari kalian lagi," tutur Rania yang sedih melihat kondisi suaminya.
Karena kelelahan dan juga sudah mengantuk tanpa terasa Rania tertidur nyenyak di samping bangkar ranjang suaminya yang tangannya terus menggenggam tangan suaminya.
Silahkan mampir juga ke novel Aku yg lainnya:
Dilema Diantara Dua Pilihan
Hasrat Daddy Anak Sambungku
Aku Diantara Kalian
Cinta dan Dendam
Cinta yang tulus
Bertahan Dalam Penantian
Pelakor Pilihan
Hanya Sekedar Pengasuh
Ceo Pesakitan
Ketika Kesetianku Dipertanyakan
Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...
Mohon maaf jika ada penulisan yang salah atau terdapat typo..
__ADS_1