
"Aku semakin mencintaimu Rania Hairani Putri Kim," cicitnya Reza lalu mendaratkan kecupan sekilas di keningnya Rania sebelum menenggelamkan miliknya ke dasar lembah.
Mereka mulai memacu seirama hentakan demi hentakan lembut yang mereka lakukan. Rania mulai pintar dan terbiasa sehingga permainan mereka seimbang satu dan yang lainnya, Rania mampu untuk mengimbangi segala aksi dari Reza yang begitu memanjakannya.
Suasana syahdu yang tercipta dari dua pasangan suami istri yang sama meraih indahnya surga dunia. Di mana mereka sempat terpisah beberapa waktu lalu yang membuat rasa rindu itu terobati dengan penyatuan dua insan anak manusia. Rania sudah bertekad dan berjanji untuk memenuhi kewajibannya sebagai seorang istri dan mengabdikan seluruh hidupnya hanya untuk suami dan anak-anaknya.
Rania ingin meraih pundi-pundi pahala untuk bekal nya kelak nanti di akhirat dengan cara bentuk ketaatan dan pengabdiannya. Reza melakukannya berulang-ulang kali, hingga mereka tidak mampu menghitungnya lagi. Reza bangga dan bahagia karena istrinya mampu mengimbangi permainannya.
Mereka berpacu seiring waktu yang terus berjalan. Mereka seringkali berganti posisi dengan berbagai gaya hingga mereka akhirnya mencapai puncak kenikmatan surga dunia yang barusan mereka raup, tubuhnya Reza tumbang di samping kekasih halalnya.
Peluh keringat membasahi seluruh tubuhnya hingga buliran bening keringat itu bercahaya terkena sinar cahaya lampu. Nafas mereka terengah-engah dan ngos-ngosan. Reza masih dalam keadaan polos begitu sebaliknya pun dengan Rania. Tatapan mata keduanya begitu mendamba satu sama lainnya.
Reza meraih tissue untuk membasuh peluh yang bercucuran di kening istrinya. Rania yang mendapatkan perlakuan sweet seperti itu tersenyum manis ke arah suaminya. Reza dengan telaten membersihkan keringat dan sisa percintaan mereka. Reza sama sekali tidak merasa risih ataupun keberatan dengan apa yang dia lakukan pada tubuh istrinya. Malahan dia senang dengan sikap romantis suaminya.
Rania ingin menolak ataupun mencegah apa yang dilakukan oleh Reza, tapi hal itu percuma saja dia lakukan pasti ujung-ujungnya akan berakhir dengan sanggahan dan larangan dari suaminya sendiri.
Mereka bahkan sudah melewatkan waktu makan malamnya. Hingga pukul 9 mereka masih di dalam kamar membuat Ananda dan yang lainnya hanya geleng-geleng kepala saja. Reza menggendong tubuh istrinya ke dalam kamar mandi.
Reza membantu Rania untuk mandi, ia kemudian mengisi bathub dengan air hangat. Lalu mendudukkan tubuh Rania terlebih dahulu sebelum dirinya ikut masuk ke dalam rendaman air yang sudah berisi sabun aroma terapi yang sangat cocok untuk pasangan yang baru saja beraktifitas ranjang.
"Mas sini aku bantuin gosok punggungnya Mas," pinta Rania.
Rania mengambil sabun dan menggosok pelan punggung Reza, hingga membuat sesuatu dibawah sana bereaksi kembali. Martin tersenyum melihat hal itu. Reza meraih tangan istrinya dan mengarahkan tangannya ke arah bawahnya.
__ADS_1
Rania terkejut setelah berhasil menyentuh milik Reza yang kembali siap untuk bertempur kembali. Reza pun menatap Rania tanpa sepatah kata pun, tapi bola matanya mengisyaratkan menginginkan sesuatu yang lebih lagi seperti yang telah lalu mereka lakukan.
"Aku semakin… selalu… setia dan sayang padamu Istriku," tuturnya Reza sambil mengecup pipinya Rania.
Kamar mandi mewah miliknya kembali menjadi saksi bisu, penyatuan kembali dua pasangan sejoli yang sudah terikat dengan ikatan suci tali pernikahan. Rania tanpa banyak protes dan tanpa suara apa pun yang meluncur dari bibirnya hanya mampu menganggukkan kepalanya tanda setuju dengan permintaan dari suaminya.
"Aku masih menginginkan dirimu sayang, apa boleh aku melanjutkannya?" Tanyanya Reza dengan matanya yang memancarkan kabut gairah lagi.
Rania hanya menganggukkan kepalanya lalu mengalungkan kedua tangannya ke leher Reza. Reza kembali membombardir pertahanan dari Rania. Kamar mandi menjadi saksi kembali penyatuan mereka yang penuh dengan gairah dan suara sensual yang lolos dari bibir mereka tanpa tertahankan lagi.
Kamar mandi seharusnya menjadi tempat untuk mandi, tapi harus beralih fungsi untuk sementara waktu. Reza benar-benar menebus semua waktu yang terbuang selama ini dengan baik. Dia memanfaatkan kesempatan dan kebersamaan mereka.
Jarang sekali mereka mendapatkan waktu yang seperti saat ini, jika anak-anak mereka telah berkumpul. Otomatis waktu akan terbagi antara anak dan pekerjaan. Reza menyudahi sesi mandi barengnya dengan Rania lalu melilitkan handuk ke seluruh tubuhnya dan pada tubuhnya juga.
"Rasa sayangku melebihi dari apa yang kamu rasakan saat ini," timpalnya Reza dengan senyumannya yang selalu menghiasi wajahnya yang tidak pernah pudar sedikit pun.
Reza menggendong istrinya ala bridal style. Rania mengalungkan tangannya leher suaminya. Senyuman tidak pernah luntur dari wajah Reza selalu berseri-seri sepanjang malam itu.
...----------------...
Silahkan mampir juga ke novel Aku yg lainnya:
__ADS_1
Dilema Diantara Dua Pilihan
Cinta dan Dendam
Pelakor Pilihan
Hanya Sekedar Pengasuh
Cinta ceo Pesakitan
Ketika Kesetianku Dipertanyakan
Menggenggam Asa
Cinta Kedua CEO
Kau Hanya Milikku
Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...
Mohon maaf dan dimaklumi, jika ada penulisan yang salah atau terdapat typo..
__ADS_1