Menggenggam Asa

Menggenggam Asa
Bab. 25


__ADS_3

Rania mengerti dengan kode yang diberikan oleh Danu untuknya. Ia pun menganggukkan kepalanya agar asisten pribadinya suaminya mengangkat saja telponnya itu, tanpa harus memperdulikan keberadaan Rania berada di sana.


"Assalamu'alaikum Tuan Muda," sapanya Danu setelah telpon berhasil tersambung.


"Waalaikum salam, Danu apa kamu masih di Mall, di mana Eca aku ingin bicara dengan putriku," pinta Reza.


Danu melirik ke arah Rania terlebih dahulu sebelum memberikan hpnya ke arah Alexa. Danu menyerahkan hpnya ke tangan imut Ecs. Alexa sigap menyambut tangan Danu dan mengambil hp itu.


"Halo Daddy," ucap Danu.


"Hallo princessnya Daddy, Kamu masih di Mall gak sayang?" tanya Reza yang berjalan tergesa-gesa ke atas lift karena ingin menjemput putrinya yang rencananya akan mengajak putrinya bermain di arena bermain.


"Iya Daddy, Eca masih di Mall, ada apa Daddy?" tanya Eca dengan wajah imutnya.


Rania memberikan kode kepada putrinya untuk membesarkan loudspeaker volume suara hpnya.


"Sayang tunggu Daddy yah, Daddy akan segera sampai di tempatnya Eca lima menit lagi," jelasnya Reza.


Perkataan Reza itu membuat Rania dan Danu saling berpandangan. Rania pun pasrah jika memang hari ini adalah hari pertemuannya kembali setelah kurang lebih lima tahun lamanya mereka berpisah dengan diwarnai berbagai peristiwa yang mendasari perpisahan mereka.


"Ya Allah… apa aku pergi saja dari sini, aku belum sanggup untuk bertemu dengan Mas Reza," Rania membatin.


Rania tidak tahu mau apa, apa dia akan sedih menangis atau akan tertawa bahagia dengan kondisi yang terjadi saat itu.


Rania pun bangkit dari posisi berlututnya berniat untuk segera meninggalkan Toko itu, tetapi tangan kecil Eca terus memegang tangannya dan menariknya agar Mommy nya tidak pergi lagi. Dengan sekuat tenaga juga Rania berusaha melepaskan pegangannya.


Hingga tarikan tangannya Alexa Annira Elshanum terlepas dari tangannya. Dia segera bergegas berjalan, tapi langkahnya terhenti dengan instruksi dari suara bariton yang selama ini dia rindukan.


"Rania!!" Lirihnya.


Hanya kata-kata itu yang terlontar dari bibirnya yang mampu membuat langkah Rania terhenti dan kembali mematung. Dia langsung membeku di tempatnya, dan tak tahu harus berbuat apa. Dia mati langkah dan tubuhnya langsung terdiam seperti patung.


Reza berjalan ke arah Rania berada di ambang pintu. Langkahnya Reza yang cukup lebar membuatnya segera berdiri di hadapan Rania. Senyuman di wajahnya selalu tersungging saking bahagianya bisa dipertemukan kembali dengan pujaan hatinya, dengan istrinya tersayang.


"Rania kumohon jangan pergi lagi dari hidupku, Rania maafkan Mas yang sudah berbohong untuk menutupi jati dirinya Mas, aku tidak ada niatan untuk membohongimu hanya saja Mas belum punya waktu yang tepat untuk berkata jujur di hadapanmu," tuturnya sambil meraih tangan Rania.

__ADS_1


Sedangkan Rania langsung menepis dengan kasar tangannya Reza. Ia tidak sanggup untuk disentuh oleh Reza saat itu juga.


Reza tanpa segan langsung berlutut di hadapan istrinya. Mereka jadi sorotan dari beberapa pasang mata yang memandang mereka yang kebetulan berada di dalam area toko itu. Mereka sudah ada sebagian yang saling berbisik-bisik.


"Sayang hukumlah Mas dengan cara apapun, tapi Mas mohon jangan tinggalkan Mas, apa Kamu tahu betapa hancur dan tersiksanya diri dan batin ini setelah kepergianmu sayang," ungkap Reza yang masih betah berlutut di depannya Rania tanpa perduli dengan tatapan dan tanggapan orang.


"Ya Allah… apa yang harus aku lakukan? aku tidak sanggup melihat air matanya, wajahnya yang setiap saat aku rindukan sudah berada di hadapanku," Rania membatin.


Kebimbangan dan keraguan menghantui pikiran dan perasaannya dan tidak tahu harus berbuat apa. Apa melangkah dan meninggalkan mereka kembali atau harus kembali bersama keluarga kecilnya.


"Rania! sayangku belahan jiwaku, cintaku kamu lah nafasku, kaulah hidupku dan hanya kamu lah yang mampu membuatku menjadi orang yang tidak waras bahkan aku hampir gila mencari keberadaanmu," tutur Reza yang awalnya sangat sumringah karena telah bertemu kembali dengan istrinya.


Rania mematung di tempatnya dan kebingungan dengan apa yang harus diperbuat. Apa yang dilakukan oleh Reza berlangsung hingga beberapa menit lamanya. Kram dan letih berlutut seperti itu, tapi Martin tidak mempermasalahkan hal tersebut.


Bahkan jika ada yang mengambil gambarnya dan langsung mengunggahnya ke Sosial medianya Reza pun tidak masalah dan tidak mau ambil pusing.


Alexa melihat apa yang sedang dilakukan oleh kedua orang tuanya langsung berjalan ke arah Rania dan memeluk tubuh Mommy nya dan menangis tersedu-sedu.


"Mommy ayo pulang ikut Eca Mommy apa Mommy gak kasihan dengan Daddy yang sedari tadi berlutut di hadapan Mommy?" rengek Eca yang berharap apa yang dilakukannya berhasil meluluhkan kerasnya hati dari Rania.


Rania perlahan melepaskan tautan tangannya Martin dari ke dua tangannya dan segera melepaskannya. Amairah kembali berlari dari hadapan anak dan suaminya. Langkahnya sudah menjauh, tapi teriakan dari putrinya membuatnya kembali menghentikan laju langkah kakinya dan menolehkan kepalanya.


Wajahnya langsung seketika pucat pasi melihat tubuh suaminya sudah tergeletak di atas lantai keramik Mall.


"Daddy bangun, huhuhu," ucap Eca di samping tubuh daddy-nya dengan kembali menangis.


Reza berlari ke arah suaminya berada. Danu pun sudah berusaha untuk menyadarkan Big Bos nya itu, tapi hasilnya tetap sama Reza tetap terbujur kaku tanpa ada reaksi apa pun.


"Danu apa yang terjadi!!" teriak Rania yang sudah duduk di samping suaminya.


Rania segera memeriksa keadaan di seluruh tubuhnya Reza dengan seksama. Dia menyimpan telapak tangannya di atas kening Reza.


"Ya Allah tubuhmu Mas panas banget Danu!! segera bawa Mas Reza ke Rumah Sakit.


Echa ketakutan melihat kondisi daddy-nya yang sudah tidak sadarkan diri lagi. Tangisannya tidak berhenti bahkan semakin kencang saja. Danu membopong tubuh jangkung tegap dan besar Reza dibantu oleh beberapa anak buahnya Reza.

__ADS_1


Rania melepas sepatu high heels nya agar lebih leluasa berjalan saat menggendong putrinya.


Pertemuan kembali ke duanya dibumbui dengan drama yang cukup membuat seseorang akan panik melihatnya. Pandangan mata semua pengunjung mall tertuju padanya dimana Reza segera dilarikan ke RS terdekat.


Setelah berada di dalam mobil yang baru beberapa menit mobilnya berjalan, Reza sadarkan diri lagi dan dia bangkit dari tidurnya walaupun keadaannya sangat memprihatinkan itu memegang tangan istrinya.


Silahkan mampir juga ke novel Aku yg lainnya:



Dilema Diantara Dua Pilihan


Hasrat Daddy Anak Sambungku


Aku Diantara Kalian


Cinta dan Dendam


Cinta yang tulus


Bertahan Dalam Penantian


Pelakor Pilihan


Hanya Sekedar Pengasuh


Ceo Pesakitan


Ketika Kesetianku Dipertanyakan



Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...


Mohon maaf jika ada penulisan yang salah atau terdapat typo..

__ADS_1


__ADS_2