
Mereka menganggap jika Alexa tenang dalam tidurnya di dalam kamarnya, tapi ternyata Baby Esha sudah sedari tadi duduk di lantai dengan berselonjor kakinya yang sudah menjadi saksi bisu pertengkaran kecil yang biasa saja yang dilakoni oleh kedua orang tuanya.
Baby Echa dengan pakaian piyama tidurnya putih kombinasi pink bermotif buah strawberry itu duduk bersila menatap kedua orang tuanya dengan wajah polos dan imutnya. Dia hanya sesekali mengerjapkan kedua matanya jika, Papinya membujuk Maminya dengan berbagai macam cara tapi, tidak berhasil juga.
"Sayang putrinya Mami kok duduknya di lantai sih? Dingin Nak lantainya sini sama Mami!" Pinta Rania yang langsung bangkit dari duduknya dan menggendong tubuh putrinya ke atas kursi yang ada di dekatnya.
"Mami! Echa juga lapar, belum makan seharian gara-gara tidur," rengek Echa pada Maminya itu.
"Mommy suap yah, Alexa mau kan Mom suapin?" tanyanya Rania dengan penuh harap agar putri tunggalnya itu memenuhi permintaannya.
Alexa tanpa banyak pikir langsung menganggukkan kepalanya tanda setuju dan sangat ingin disuapin. Ia sangat bahagia karena mendapatkan perhatian khusus dari Ibunya.
"Ayo sayang buka mulutnya," ujarnya yang menyendok berbagai macam makanan untuk putrinya.
Reza tersenyum bahagia melihat keduanya yang asyik saling suap-suapan tersebut. Kebahagiaan membuncah di dadanya itu.
"Daddy juga mau disuapin sama Mommy," celetuk Reza dengan tampan polosnya yang langsung diinjak lembut oleh Rania.
"Aduh sakit sayang," keluhnya yang sama sekali tidak sakit hanya pura-pura saja untuk mendapatkan perhatian juga dari istrinya.
Reza sedikit jealous melihat perhatian yang diberikan oleh Rania untuk putri semata wayangnya itu. Tetapi, Rania sama sekali tidak peduli dengan suaminya saking jengkelnya dengan sikap blak-blakan Reza. Sikap dan tingkah lakunya Reza, tadi yang terlalu lugas mengucapkan masalah ranjang mereka di depan orang lain.
Padahal dia itu paling anti jika masalah yang paling pribadi dan tabu untuk menceritakan hal tersebut dengan orang lain apa di hadapan banyak orang lagi. Setelah menyelesaikan makan mereka, Rania menggendong putrinya masuk ke dalam kamar pribadinya.
__ADS_1
"Ananda! tolong persiapkan semua kebutuhan kita untuk balik ke Amerika besok subuh, dan malam ini aku akan tidur bersama dengan putriku!" terang Rania dengan tegas yang tidak peduli dengan keadaan suaminya yang bersungut-sungut.
Ananda yang mendengar perintah dari Nona mudanya hanya menganggukkan kepalanya tanpa membuka percakapan di antara mereka seperti biasanya. Ananda segera bergegas berjalan ke arah ruangan lain untuk menjalankan perintah Nona mudanya tersebut.
Reza mengekor di belakang istrinya hingga ke depan pintu kamar mereka. Baru saja ia ingin melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar, pintu itu sudah ditutup dengan keras oleh istrinya untung saja dia cepat tanggap untuk menghindari benturan keras dari kayu pintu itu. Jika tidak kepala dan keningnya menjadi sasaran empuk dari kemarahan Rania.
Sehingga keningnya bisa terbebas dari amukan pintu. Reza hanya cengengesan melihat tindakan istrinya yang masih marah kepadanya. Tapi dia tidak menyerah dan terus berusaha untuk membuka knop pintu dan memutarnya, tapi ternyata pintunya terkunci rapat dari dalam.
"Sayang buka dong pintunya!" Pinta Reza sambil mengetuk pintu itu dengan perlahan dan berharap agar hatinya Rania tergugah dengan tindakannya tersebut.
Rania sama sekali tidak menggubris perkataan dan rengekan dari suaminya tersebut saking jengkelnya dengan sikap Reza. Rania membaringkan tubuh putrinya lalu berjalan ke arah rak lemari buku yang terpajang beberapa koleksi buku berbagai jenis buku mulai dari dongeng anak, buku cerita, novel cinta yang tulus juga ada, serta beberapa buku tentang bisnis. Buku-buku itu berjejer rapi di atas rak dengan terawat baik.
"Sayang maafkan Mas yah, Mas tidak bermaksud seperti itu, Mas hanya bercanda kok, Mas mohon jangan dimasukin di hati yah sayang," rengek Reza di depan pintu seperti anak kecil saja.
Baby Echa pun sudah tertidur nyenyak setelah dibacakan beberapa dongeng yang sangat disukai oleh Alexa. Reza masih setia di depan pintu dan tidak bergerak sama sekali dari sana. Hingga nyamuk yang silih berganti berdatangan menggigitnya tak jadi penghalang dan dia sama sekali tidak menghiraukannya.
Berselang beberapa saat kemudian, Reza sudah duduk di lantai dengan menyelonjorkan kakinya. Dia tidak menyangka jika hal seperti itu tidak diketahui olehnya jika, istrinya sangat marah, tidak menyukai dan membenci hal seperti itu.
...****************...
Silahkan mampir juga ke novel Aku yg lainnya:
__ADS_1
Dilema Diantara Dua Pilihan
Cinta dan Dendam
Pelakor Pilihan
Hanya Sekedar Pengasuh
Cinta ceo Pesakitan
Ketika Kesetianku Dipertanyakan
Menggenggam Asa
Cinta Kedua CEO
Kau Hanya Milikku
Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...
Tetap berikan dukungannya untuk menggenggam asa dengan cara, Like setiap Babnya, Rate Bintang 5, Favoritkan, berikan gift dan Votenya juga...
__ADS_1
Mohon maaf dan dimaklumi, jika ada penulisan yang salah atau terdapat typo..