
Reza masih sering merenungi penyesalannya, karena ketakutannya yang terlalu berlebihan itu sehingga membuatnya tidak memiliki kemampuan untuk berani berkata jujur di hadapan istrinya.
Suatu hari, Reza tanpa sengaja berbicara dengan asistennya yaitu Danu dan Rudi lewat telpon. Rania tanpa sengaja mendengar percakapan mereka itu. Dan dari situlah awalnya kesalahpahaman terjadi di antara mereka.
Hingga suatu hari kedatangan mantan pacarnya Reza kerumahnya yang membuat semakin kacau balau lah hubungan mereka berdua. Suatu malam, Rania memutuskan untuk meninggalkan rumah mereka diam-diam tanpa pamit terlebih dahulu sebelum pergi ke suaminya.
Air matanya menetes membasahi pipinya ketika dia kembali teringat saat itu. Penyesalan selalu datang menghampirinya.
"Rania!!" Teriaknya Reza saat berada di dalam kamar mandi sambil mengguyur seluruh tubuhnya dengan air shower.
"Maafkan Mas sayang, aku sangat menyesali kesalahannya Mas, tolong pulanglah," lirihnya yang menenggelamkan tubuhnya ke dalam bathtub nya.
Mereka berjalan menuju Toko tersebut, tapi tiba-tiba ada sepasang anak yang kira-kira seumuran dengan Eca berlarian ke arah mereka dan tidak sengaja langsung menabrak tubuhnya Alexa.
Suasana saat itu sedang ramainya di kunjungi oleh beberapa pengunjung Mall. Sehingga tubuh kecil Eca terlepas dari tangannya Danu serta pandangannya. Ia terjatuh ke atas lantai keramik, hingga menjerit kesakitan.
"Aaaaahhhh!!! Uncle sakit huhuuuhuhu," pekik sembari menangis histeris.
Danu yang kehilangan jejaknya Eca berusaha mencari keberadaan Delisha.
"Sakit, kaki Eca sakit Daddy, tolong aku huhuhu," rengek Eca disela tangisnya.
Eca mencoba untuk berusaha bangun dari posisinya yang tersungkur lalu duduk berselonjor kakinya. Lututnya sedikit berdarah dan memar. Dia berupaya untuk bangun tapi, usahanya gagal karena dia meringis kesakitan sambil memegang pantatnya yang juga ikut sakit.
"Daddy!! Sakit sekali," keluhnya Eca sembari memegang pantatnya yang sedikit ngilu akibat benturan bebas diatas lantai.
Ia masih terduduk di atas lantai hingga seseorang tanpa aba-aba langsung menggendong tubuh Eca. Dia yang tidak tahu siapa sosok orang yang menggendongnya histeris dan refleks memeluk tubuh orang itu dengan kuatnya.
Air matanya semakin menetes membasahi pipinya, disertai dengan tangisannya yang semakin menjadi saja. Orang itu segera berjalan cepat dan menuju ke tempat yang dirasa cukup aman.
"Ananda!! segera cari kotak obat," titahnya tanpa mengalihkan perhatiannya ke arah Ananda.
Tubuh Eca didudukkan di kursi panjang yang ada di dalam Toko tersebut. Tangisan Alexa semakin menjadi saja sampai sekarang belum berhenti. Luka di kakinya mengeluarkan darah segar.
__ADS_1
"Kenapa dia mirip dengan putriku Alexa?" Batinnya Rania.
Rania berlutut di hadapan Alexa lalu membersihkan seluruh luka yang ada di tubuhnya Alexa dengan hati-hati dan telaten penuh dengan perhatian.
"Matanya mengingatkan aku dengan Mas Reza," gumamnya Rania.
Sedangkan Eca sesekali mengeluh kesakitan jika lukanya disentuh. Eca pun belum berani membuka matanya yang berusaha untuk menahan perih dari luka goresan yang ada di kakinya itu.
Rania refleks langsung memeluk erat tubuhnya Eca dan tidak terasa butiran air matanya yang sedari tadi berusaha untuk ia tahan ternyata lolos juga dari kelopak matanya.
"Kenapa anak kecil itu wajahnya mirip dengan Nona muda sewaktu kecil dulu yah? Apa jangan-jangan dia adalah putrinya yang dia tinggalkan bersama dengan Tuan Muda Reza yah?" Ananda membatin.
Ananda memberikan kotak obat ke hadapan Rania. Ia pun segera mengobati lukanya Eca agar tidak infeksi.
"Kenapa aku sangat ingin memeluk anak ini, seakan-akan aku sangat merindukan kehadirannya di sisiku," lirih Rania yang memeluk erat tubuhnya Eca.
Eca yang mendengar isakan tangis dari orang yang memeluknya langsung membuka matanya. Dia heran dengan orang yang memeluknya sedari tadi.
Rania memberikan kode kepada Ananda untuk segera mencari tahu siapa anak kecil itu yang sangat mirip dengan putrinya yang sudah hampir lima tahun tidak ditemuinya itu.
Kelopak mata indahnya Eca pun terbuka dan yang pertama kali dia lihat adalah wajah seseorang yang selama ini dia merindukan belaiannya. Sosok orang yang setiap malam dia tunggu untuk menina bobokan nya.
Orang yang selalu ditunggu kedatangannya untuk memeluknya jika dirinya sedang sedih dan merajuk. Orang yang dia tunggu untuk membacakan dongeng dan cerita sebelum dia tertidur.
"Mami Rania," cicitnya sambil memeluk tubuh Rania dengan deraian air mata bahagianya yang awalnya sedih menahan sakitnya.
Rania segera menatap ke arah Ananda untuk mengetahui apa yang dikatakan oleh Eca adalah benar adanya. Ananda mengangguk sambil memperlihatkan hpnya yang berisi data-data tentang Alexa.
Rania tidak menyangka jika ternyata putri kecilnya akan cepat mengenalinya dan sangat tahu persis dari wajahnya itu. Padahal sejak empat tahun lalu mereka terpisah. Mereka terpisah karena kesalahpahaman dan keegoisan dari mereka berdua.
"Mami Rania!! Eca sangat merindukan Mommy, kenapa Mami tidak pulang, apa Mommy tidak ingin bertemu dengan saya?" Tanyanya Eca yang memberondong berbagai macam pertanyaan untuk Amairah.
Alexa menangkup kedua pipi Mommynya dan menghapus jejak air mata di pipinya Rania.
__ADS_1
"Mommy ayo kita pulang, apa Mommy tidak rindu dengan Daddy sama Nenek Masitha?" tanya Delisha dengan polosnya.
Rania tidak mampu berkata-kata apa-apa lidahnya keluh seketika sedangkan air matanya sedari tadi menangis tersedu-sedu tanpa henti.
Danu yang selama ini tidak pernah meneteskan air matanya di depan khalayak umum hanya melihat pertemuan seorang anak dan ibunya yang terpisah sejak lama.
Ananda pun yang selama ini berwajah datar dan kaku tidak pernah menangis pun ikut hanyut dalam kesedihan dan pertemuan antara anak dan ibu yang harus terpisah karena janji dan keadaan yang terpaksa membuat mereka harus berpisah.
Silahkan mampir juga ke novel Aku yg lainnya:
Dilema Diantara Dua Pilihan
Hasrat Daddy Anak Sambungku
Aku Diantara Kalian
Cinta dan Dendam
Cinta yang tulus
Bertahan Dalam Penantian
Pelakor Pilihan
Hanya Sekedar Pengasuh
Ceo Pesakitan
Ketika Kesetianku Dipertanyakan
__ADS_1
Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...