Menggenggam Asa

Menggenggam Asa
Bab. 39


__ADS_3

Kesenangan bermula dari kebersamaan bersama orang-orang terdekat, terutama keluarga.


Fun starts from being together with the closest people, especially family.


"Alhamdulillah. Hidupku memang tidak sempurna, tetapi aku selalu bersyukur atas apa yang aku miliki karena semua itu juga pemberian dari Tuhan."


"Semoga saja Mas Reza menyukai apa yang aku pakai ini," gumam Rania.


Ranjang tempatnya duduk bergoyang membuat Reza menolehkan kepalanya ke arah kanan. Reza hanya menatap sekilas ke arah istrinya yang belum menyadari dengan baik apa yang dipakai nya. Rania melihat tidak ada respon dari Reza. Wajahnya kemudian ditekuk dan berubah kesal. Ia langsung menarik selimut hingga menutupi seluruh tubuhnya hingga ke lehernya itu. Reza menatap lagi ke arah Rania karena melihat tadi Rania memakai pakaian yang membuat benda pusakanya langsung berkibar dengan tegaknya.


"Ihh kesel deh, bukannya dia sendiri yang minta malah aku dicuekin gini!" Umpatnya Rania.


Reza menyunggingkan senyumnya. Ia secepatnya menaruh hpnya di atas meja nakas, lalu membuka sebagian pakaiannya sehingga hanya meninggalkan celana boxernya saja sedangkan Rania berbaring memunggungi Martin jadi apa yang dilakukan oleh Reza, dia tidak sadari.


Reza ikut berbaring ke dalam selimut tebal Rania dan memeluk erat tubuh seksi nan molek serta montok milik istrinya.


Reza mulai membelai punggung mulus nan putih milik istrinya dengan sentuhan yang sangat halus hingga membuat Rania bergetar dan menahan rasa geli di atas permukaan kulitnya. Hal itu membuat tubuh Rania menggelinjang hebat di dalam selimut tebalnya.


Ada sensasi aneh yang tiba-tiba dirasakan olehnya dengan perlakuan dari suaminya. Lingerie merah soft yang dipakai oleh Rania membuat gairah Reza seketika memuncak tanpa terkendali lagi.


Dia segera menyibak selimut itu dan membuangnya ke sembarang arah sehingga selimut tak berdosa itu teronggok di lantai keramik kamar mereka begitu saja. Rania refleks menutupi semua aset pentingnya menggunakan kedua tangannya.


Reza perlahan membalik tubuh istrinya sehingga membuat mereka saling berhadapan. Reza mengungkung tubuhnya Rania dengan kedua tangan besarnya. Reza pun tersenyum melihat semburat rona merah di wajah cantik nan ayu milik Rania.

__ADS_1


"Sore ini Kamu sangat cantik sayang, Kamu sangat mengerti dengan apa yang Mas inginkan pada tubuhmu," lirihnya dengan suara yang sedikit serak, matanya memancarkan kilatan penuh gairah nafsu yang tidak tertahankan lagi.


Rania hanya tersenyum menanggapi perkataan dari suaminya. Reza membelai pipi mulusnya Rania dengan jari tangannya. Hingga ke atas bibir kenyal nan merah itu semerah buah delima. Reza berbisik di telinga Rania yang mampu membuatnya kegelian dengan deru nafas Reza yang mengenai leher jenjangnya.


"Aku ingin melakukannya sayang, Mas ingin mengambil apa Mas melewatkan beberapa tahun ini, apa kamu siap? Mas ingin melanjutkan apa yang sudah kita mulai tadi sore sewaktu di dalam mobil," tanya Reza dengan tanpa menunggu persetujuan dari istrinya ia langsung menjilati leher jenjang tanpa persetujuan dari pemiliknya.


De sa han dan lenguhan lembut meluncur dari bibirnya tanpa dia sadari. Suara itu membuat gairah Reza semakin meninggi hingga tak tertahankan lagi. Reza mulai menjilati seluruh tubuh Rania mulai dari leher hingga berhenti di puncak mount Everest. Ia hanya bisa pasrah dengan perlakuan suaminya dan sangat menikmati segala sentuhan di atas tubuhnya.


Reza menarik tali lingerie seksi yang dipakai oleh Rania sehingga terpampang jelas lah benda montok dan kemerahan itu di depan matanya. Tanpa menunggu lama lagi, dia mengecup puncak mount Everest itu satu persatu sedangkan jari satunya memelintir pelan sangat berhati-hati yang membuat Rania menjerit kecil saking terbuai dalam sentuhan suaminya.


Reza tersenyum melihat tingkah istrinya. Martin sangat menyukai inisiatif istrinya di sore hari itu. Setelah puas dengan mount Everest, ia beralih ke lembah yang terdalam. Reza terdiam sesaat sebelum melucuti pakaiannya sendiri. Rania hanya mampu menutup matanya dan tidak kuasa melihat apa yang akan dilakukan oleh suaminya untuk babak selanjutnya.


"Rania sayang kamu harus tahan ya, Mas akan mulai dan tidak usah ditahan sayang, keluarkan saja suara seksi Kamu, Mas sangat senang mendengarnya," ucap Martin yang sudah diselimuti kabut gairah.


"Aku semakin mencintaimu Rania Hairani Putri Kim," cicitnya Reza lalu mendaratkan kecupan sekilas di keningnya Rania sebelum menenggelamkan miliknya ke dasar lembah.


Mereka mulai memacu seirama hentakan demi hentakan lembut yang mereka lakukan. Rania mulai pintar dan terbiasa sehingga permainan mereka seimbang satu dan yang lainnya, Rania mampu untuk mengimbangi segala aksi dari Reza yang begitu memanjakannya.


...----------------...


Silahkan mampir juga ke novel Aku yg lainnya:


__ADS_1


Dilema Diantara Dua Pilihan


Cinta dan Dendam


Pelakor Pilihan


Hanya Sekedar Pengasuh


Cinta ceo Pesakitan


Ketika Kesetianku Dipertanyakan


Menggenggam Asa


Cinta Kedua CEO


Kau Hanya Milikku



Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...


Mohon maaf dan dimaklumi, jika ada penulisan yang salah atau terdapat typo..

__ADS_1


__ADS_2