
Entah kenapa Rudi sangat antusias membelikan barang-barang untuk Ali anak dari asisten rumah tangganya yang dijadikan teman kecilnya. Rudi membeli banyak mainan khusus untuk Ali seperti robot Transformer edisi keluaran terbaru. Sedangkan Risma menolak untuk dibelikan apa pun.
"Aku yakin Ali pasti akan sangat bahagia jika melihat semua mainan ini," cicitnya Rudi sambil memeriksa dan mengecek kotak mainan dari berbagai merek dan model.
Bagi Risma, kepulangan Rudi ke tanah air dan bertemu dengannya itu sudah lebih dari cukup membahagiakan untuknya. Kebahagiaan bagi Risma tidak diukur dari banyak sedikitnya pemberian dari suaminya. Baginya, Rudi selalu setia dan tersenyum manis kepadanya sudah lebih dari cukup.
Lima tahun kepergiannya dan dalam keadaan hamil tidak diketahui oleh suaminya, hari ini barulah hal itu ketahuan jika, Reza memiliki anak ketiga seorang putra yang sangat imut, lucu, menggemaskan dan tampan.
Martin masih bertanya-tanya tentang siapa sosok Rendra itu. Tapi Perasaanku mengatakan kalau Rendra sangatlah dekat dengannya walaupun baru pertama kali ini mereka bertemu. Reza tiba-tiba meneteskan air matanya tanpa dia tahu sendiri apa yang terjadi padanya.
"Hanya melihat ke dalam bola matanya Rendra membuatnya bersedih. Ada perasaan hangat yang langsung menjalar dari dalam lubuk hatinya yang paling terdalam. Rania pun ikut meneteskan air matanya tanpa aba-aba.
"Ya Allah.. apakah Rendra adalah putraku yang telah dianggap meninggal dunia?" Batinnya Reza yang salah menduga bahwa dia mengira Rendra anak kembarnya adiknya Alexa tapi, dia salah besar.
Sekelebat bayangan muncul di dalam pikirannya kembali mengingat kejadian saat Rania terpaksa melahirkan dengan cara Sesar dikarenakan oleh ulahnya sendiri.
Reza mengingat waktu itu tim dokter yang menangani operasi istrinya tidak mengijinkannya untuk melihat jasad tubuh bayinya yang dinyatakan telah meninggal dunia dengan berbagai macam alasan yang tidak pernah sama sekali Reza curigai.
"Maaf Mas putra kita saudara kembarnya Alexa sudah meninggal dunia dan tidak bisa diselamatkan waktu, dan Rendra adalah anak keempat kita karena saat aku pergi aku sedang hamil satu bulan itu pun akan aku tidak tahu waktu aku pergi," jelasnya Rania.
Rendra langsung beralih ke dalam gendongan Reza seketika itu juga karena posisi antara Rania dan Reza sangat dekat sehingga memudahkan untuk dijangkau oleh Rendra
"Daddy!!" Pekiknya Rendra anak bungsunya Reza dengan Rania.
Rendra sangat bahagia karena akhirnya bisa bertemu dengan Ayah kandungnya. Walaupun selama ini Rendra tidak pernah sedikit pun mengalami kekurangan kasih sayang. Bahkan limpahan kasih sayang Rendra dapatkan dari semua orang yang tinggal di dalam rumah yang bagaikan istana itu.
Tapi, tetap saja Rendra merasakan kekurangan kasih sayang yang bukan berasal dari Reza Ayah kandungnya. Reza menatap ke arah istrinya yang semakin kebingungan dan dilanda rasa penasaran tingkat akut.
__ADS_1
"Daddy apa tidak merindukan Rendra?" tanya Rendra pada papanya sambil menangkupkan tangan kecilnya ke dagu Reza.
Reza m refleks membalas perkataan Rendra Ritchie Arfathan anak bungsunya yang baru diketahui itu.
"Daddy juga sangat merindukan Rendra bahkan Daddy tidak bisa tidur dengan tenang selama ini," ucap Reza sambil memeluk tubuh putranya itu.
"Rendra putranya Mommy apa sudah tidur siang sayang?" tanya Rania kepada putranya itu karena biasanya jam segini sedang tidur siang.
"Sudah kok Moms, semua tugas juga sudah selesai," tuturnya dengan gaya khasnya yang masih sedikit cadel.
"Alhamdulillah kalau gitu," timpal Rania yang tersenyum manis ke arah putra bungsunya dengan mengelus surau milik anaknya itu.
Martin memeluk erat tubuh putra kecilnya itu dengan penuh kasih sayang.
"Kamu adalah adiknya Kak Alexa putra Daddy kan?" tanyanya Reza yang memeluk tubuh putranya dalam gendongannya seperti anak kecil saja yang kebingungan.
Rania mengelus punggung lebar suaminya dan menganggukkan kepalanya bahwa Rendra adalah putra mereka juga. Putra yang baru diketahui oleh Reza saat itu juga.
"Rania sayangku, Mas sangat bahagia mengetahui kenyataan jika putra kita yang dinyatakan sudah meninggal dunia ternyata masih hidup, Mas tidak tahu harus berkata apa lagi saking bahagianya diriku," terang Reza.
Mereka lalu berpelukan saling menyalurkan rasa bahagia yang meletup-letup di dalam dada mereka. Martin tidak hentinya menciumi seluruh wajah putra kecilnya yang baru berusia kurang lebih empat tahun itu.
Rendra yang mendapatkan perlakuan seperti hanya tertawa kegelian. Mereka berdiri sedari tadi di dalam ruangan tamu Istana itu. Tidak ada yang berniat untuk mengganggu kebersamaan mereka.
Anak buahnya hanya berdiri mematung dan menundukkan kepalanya tanpa ada yang berani untuk menatap apa yang mereka lakukan. Kebahagiaan yang mereka rasakan saat pertemuan mereka kembali setelah beberapa tahun lamanya. Tanpa sengaja Tuan Besar Luis yang melihat kejadian itu tersenyum lega dan bahagia. Ikut berbahagia melihat kebahagiaan cucu-cucunya.
"Tetaplah bahagia apa yang terjadi dan jangan biarkan apa pun yang bisa menghalangi kebahagiaan kalian, Kakek akan membantu Kalian untuk mendapatkan restu dari si Tua Bangka itu," gumam Tuan Besar.
__ADS_1
Silahkan mampir juga ke novel Aku yg lainnya:
Dilema Diantara Dua Pilihan
Cinta dan Dendam
Pelakor Pilihan
Hanya Sekedar Pengasuh
Cinta ceo Pesakitan
Ketika Kesetianku Dipertanyakan
Menggenggam Asa
Cinta Kedua CEO
Kau Hanya Milikku
Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...
Tetap berikan dukungannya untuk menggenggam asa dengan cara, Like setiap Babnya, Rate Bintang 5, Favoritkan, berikan gift dan Votenya juga...
__ADS_1