
Hanya butuh waktu sekitar 20 menit mobil mereka sudah terparkir rapi di dalam garasi rumahnya Rania yang cukup megah dan besar yang ada di jantung tengah Kota Tokyo. Dengan model yang bernuansa Eropa dan dipadukan dengan desain khas Korsel mampu membuat pemiliknya akan betah berlama-lama di dalam rumahnya.
Reza menggandeng tangan Rania yang menggendong tubuh kecil putrinya yang sudah terlelap dalam gendongannya. Reza pun tersenyum licik setelah melihat Rania sudah tertidur, rencana Reza bisa berjalan mulus kalau seperti ini keadaannya. Ia ingin melanjutkan apa yang mereka lakukan tadi di dalam mobil.
"Alexa tidur di mana sayang?" tanya Reza saat mereka sudah berada di dalam ruangan tamu.
"Ananda! tolong gendong Echa ke dalam kamarnya sendiri dan saya mohon untuk dijaga sampai terbangun dari tidurnya," titah Rania kepada asisten pribadinya sekaligus temannya itu.
Perkataan Rania disambut senyuman penuh arti dari Reza. Ia sangat bahagia mendengar kesempatan terbuka lebar untuknya.
"Mas kamar kita ada di lantai atas, yuk," ajaknya Rania yang sedari tadi tidak melepaskan pegangan tangan suaminya.
Rania melihat ke dalam mata suaminya yang menginginkan sesuatu pada dirinya sehingga Rania berinisiatif untuk mengabulkan keinginan yang belum diutarakan secara gamblang oleh Reza. Dia dengan senang hati menyambut baik perlakuan dari istrinya.
"Malam ini Aku harus puas untuk menikmati dan melahap habis milik istriku, hitung-hitungan untuk menebus waktu hampir empat tahun itu dan ronde kedua hari ini, bersiaplah sayang," Reza membatin.
Mereka sudah berada di dalam kamar Rania yang mewah suasana dan desain dari kamar itu seakan-akan dibuat khusus untuk pasangan yang selalu dimabuk asmara setiap saatnya. Martin bergegas menutup dan mengunci rapat pintu tersebut.
Sedangkan Rania berjalan ke dalam kamar mandi lalu membuka pintu ruangan khusus untuk berganti pakaian. Ia meraih satu stel pakaian lingerie yang sangat seksi yang nantinya akan membuat suaminya cenat cenut sendiri. Lingerie yang sangat pas di tubuhnya yang aduhai mulusnya. Dengan bokong dan bukit tinggi yang padat dan menonjol semakin membuat pria manapun akan menelan ludahnya dengan susah payah.
Lingerie itu berbahan katun, dengan warna merah soft yang menjadi pilihan Rania yang akan dia pakai. Ada sebuah pita yang menjuntai pas di tengah belahan dadanya. Tonjolan dari puncak gunung mount Everest sangat terpampang nyata dan jelas seakan-akan siap untuk melompat keluar.
__ADS_1
Rania hari ini ingin melayani suaminya dengan sepenuh hati dan jiwanya. Dia berkeyakinan membuat suami bahagia jaminannya adalah surga, karena itu lah Rania di sore hari itu ingin melayani suaminya dengan baik dan menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri yang sholeha.
"Aku harus memaksa Rania untuk melanjutkan permainan kami tadi, entah kenapa aku semakin tidak bisa berpaling dari tubuh istriku," Batinnya Reza.
Rania berniat untuk menebus waktu yang terbuang bersama dengan suaminya. Rania merasa sangat berdosa telah egois untuk tidak pulang menemui suaminya. Maka dari itu lah Rania memanfaatkan waktu dan kesempatan yang ada dengan sebaik-baiknya. Ia sebenarnya malu dengan penampilannya sendiri saat ini, tetapi demi kebahagiaan suaminya dia rela melakukan apa pun di atas ranjang.
Bahkan Rania refleks menutup ke dua aset terpentingnya saat dia bercermin. Ia tersenyum sendiri melihat gayanya dan menutup mulutnya saking tidak percayanya melihat bentuk tubuhnya yang dibalut dengan kain yang sangat tipis, hingga tembus pandang kulitnya yang putih mulus bersih nampak sangat jelas di pandang mata.
"Apa Mas Reza tidak akan marah dan protes jika aku berpakaian seperti ini? Tapi kata Mama dan Ananda suami akan menyukai jika seorang istri tampil seksi dan selalu cantik di depan suaminya," Rania membatin.
Rania membuka pintu dengan sangat pelan dan tanpa bunyi karena, tidak ingin Reza langsung melihat ke arahnya yang nantinya pasti membuatnya tersipu malu. Rania berjalan dengan mengendap-endap menuju ranjang king size-nya. Reza yang duduk bersandar ke kepala ranjangnya tidak menyadari kedatangan istrinya saking seriusnya membalas chat dari rekan bisnisnya.
Ranjang tempatnya duduk bergoyang membuat Reza menolehkan kepalanya ke arah kanan. Reza hanya menatap sekilas ke arah istrinya yang belum menyadari dengan baik apa yang dipakai nya. Rania melihat tidak ada respon dari Reza. Wajahnya kemudian ditekuk dan berubah kesal. Ia langsung menarik selimut hingga menutupi seluruh tubuhnya hingga ke lehernya itu. Reza menatap lagi ke arah Rania karena melihat tadi Rania memakai pakaian yang membuat benda pusakanya langsung berkibar dengan tegaknya.
"Ihh kesel deh, bukannya dia sendiri yang minta malah aku dicuekin gini!" Umpatnya Rania.
Reza menyunggingkan senyumnya. Ia secepatnya menaruh hpnya di atas meja nakas, lalu membuka sebagian pakaiannya sehingga hanya meninggalkan celana boxernya saja sedangkan Rania berbaring memunggungi Martin jadi apa yang dilakukan oleh Reza, dia tidak sadari. Reza ikut berbaring ke dalam selimut tebal Rania dan memeluk erat tubuh seksi nan molek serta montok milik istrinya.
...****************...
Silahkan mampir juga ke novel Aku yg lainnya:
__ADS_1
...1. Dilema Diantara Dua Pilihan...
...2. Cinta dan Dendam...
...3. Pelakor Pilihan...
...4. Hanya Sekedar Pengasuh...
...5. Cinta ceo Pesakitan...
...6. Ketika Kesetianku Dipertanyakan...
...7. Menggenggam Asa...
...8. Cinta Kedua CEO...
...9. Kau Hanya Milikku...
Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...
Mohon maaf dan dimaklumi, jika ada penulisan yang salah atau terdapat typo..
__ADS_1