Menitipkan Anak Ke Nenek

Menitipkan Anak Ke Nenek
Bab 101 Pembantu angkuh


__ADS_3

"Diana yang melihat bu Ella menangis berusaha untuk menenangkan nya.


" bu, bu Ella kenapa bangun bu." ujar Diana yang melihat bu Ella sudah tak sadarkan diri.


Diana bingung harus melakukan apa, ia sama sekali tak tahu jika bu Ella akan sampai seperti ini.


Bertepatan dengan itu, suami bu Ella baru saja pulang dari ladang, dan terkejut melihat keadaan istrinya. " alhamdulillah ibu sudah siuman. " ujar suami bu Ella.


"Eh nggak pak, harusnya bapak yang tidur. bapak pasti capek pulang dari ladang tadi langsung kesini. " ujar Diana


"Gimana dengan orang tua mu nak? apa mereka tidak marah kalau kamu berlama-lama disini?. " tanya suami bu Ella.


"Ibu sama bapak tenang aja, pokoknya aku akan tetap disini sampai kondisi bu Ella membaik seperti semula lagi. " kata ku yang terus di penuhi rasa bersalah pada mereka.


"Ya sudah nak. kalau gitu lebih baik sekarang kamu pulang mandi dulu nak biar seger. " ujar beliau pada ku yang terlihat begitu berantakan karena tak sempat mandi dari tadi.

__ADS_1


"Tapi gimana dengan ibu sama bapak kalau saya pulang?. " tanya ku karena tak tega meninggalkan mereka yang tak tahu menahu jikalau ada suster yang datang nanti.


"Sudah jangan khawatir kan kami, bapak pasti bisa merawat istri bapak disini. " ujar beliau.


"Ya udah kalau gitu saya pulang sebentar nanti langsung ke sini ya bu pak. " ucap ku pada mereka sebelum akhirnya aku meninggalkan mereka.


#*******#


" Assalamu'alaikum... tok... tok... tok... " ujar ku yang sudah tiba di rumah ayah.


Semalam aku gak sempat mampir ke rumah ayah karena begitu banyak pekerjaan kantor yang tak bisa ku tinggalkan, akhirnya baru pagi ini aku bisa kesini.


"Wa'alaikumussalam maaf dengan nyonya siapa dan mau ketemu sama siapa?. " ujar pembantu yang baru saja membuka pintu ini.


"Saya tiara, apa pak yanto nya ada?. " tanya ku tanpa basa-basi.

__ADS_1


Mungkin karena sudah beberapa tahun aku tak pernah kembali ke rumah ini, sehingga para pembantu pun terlihat baru jadi wajar saja jika mereka tidak ada yang mengenaliku.


"Ada perlu apa sama pak yanto?. apakah nyonya sudah membuat janji untuk bertemu dengan beliau." tanya dia dengan kening berkerut seakan-akan ia mencurigai ku.


"Ya saya sudah membuat janji dengan beliau, bisa tolong panggilkan beliau kesini?. " tanya ku yang tak suka dengan pembantu itu.


"sepertinya anda tidak tahu kepribadian pak yanto, makanya anda ngomong seenaknya saja menyuruh saya memanggil beliau kesini." ujar pembantu itu dengan wajah sinis nya.


"Mengapa Anda begitu banyak ngomong dan sangat tidak sopan sekali? apakah anda tuan rumah disini?. " tanya ku yang muak dengan tingkah pembantu itu.


" loh suka-suka saya dong, disini saya sangat berkuasa dan berhak menerima atau menolak tamu yang datang. " ujar nya dengan sikap angkuh.


"Sebaiknya anda minggir sekarang karena saya mau masuk. " kata ku dengan suara sedikit meninggi.


" Jaga nada bicara anda disini, saya tak akan membiarkan anda masuk. lebih pergi dari sini sekarang. " ujar pembantu itu sambil mendorong tubuh ku ini hingga terjatuh.

__ADS_1


"Dasar sialan, berani sekali kamu mendorong saya seperti itu?. " tanya tiara seraya bangkit dan menampar wanita tadi dengan begitu kertas, hingga meninggikan bekas di pipi nya.


"Ah.. " pekik wanita itu yang merasakan pipi panas akibat tamparan yang diterima dari tiara tadi.


__ADS_2