
" Sayang maafkan mas atas kejadian waktu itu ya."ujar irfan sambil memegang tangan tiara dengan erat.
" iya mas aku sudah maafkan, dan jikalau nanti aku melakukan kesalahan ku harap kamu tidak meninggalkan ku. " ujar tiara dengan penuh penekanan.
" Iya sayang, maafkan mas sudah menyakitimu tempo hari ya, mas benar-benar minta maaf sayang." ujar irfan.
Irfan merasa sangat bersalah pada tiara karena waktu itu ia masih mempercayai keluarganya, tapi setelah ia mendapat hidayah, ia merasa sangat menyesal telah menyakiti tiara.
"Kalau gitu kamu makan dulu ya mas. soalnya aku mau pulang. " ujar tiara pada irfan.
"Kenapa pulang sayang! terus mas disini sini siapa?. " tanya irfan yang mendengar ucapan tiara.
"Kan ada suster mas, aku mau pulang bersih-bersih rumah sekalian mandi. nanti sore aku balik lagi. " ujar tiara yang sebelumnya mau pergi ke kantornya.
Ya selama ini tiara memang mempunyai suatu perusahaan di bidang Marketing. Perusahaan itu salah satu cabang dari perusahaan ayahnya.
Setelah tiara memutuskan menikah papanya memberikan ia perusahaan tersebut sebagai hadiah di hari pernikahan nya.
Namun hanya keluarga tiara yang mengetahui itu sedangkan keluarga irfan sama sekali tidak mengetahuinya.
" Kan kamu bisa mandi disini sayang, terus rumah kan bisa cari pembantu. " ujar irfan
" sewa pembantu maksud mas?. " tanya tiara.
" iya dek, biar kamu gak perlu capek-capek bersihin rumah sendirian. " ujar irfan dengan memegang tangan tiara.
" Memang mas punya uang buta bayar mereka nanti?, ingat loh mas kita itu ngontrak selama kita keluar deri rumah orang tua mu. " ujar Tiara seraya membuang muka dari irfan.
" kan besok mas sudah bisa pulang sayang, artinya mas juga bisa cari kerja dong. " ujar irfan dengan santainya.
"Hadeww mas-mas pulang aja belum udah bahas cari kerjaan. " ujar tiara yang lucu mendengar ucapan irfan.
Tiara sangat mengetahui sifat irfan, Ia sangat pemalas kalau tidak disuruh dia tidak bakalan mau bekerja. Karena dulu ia selalu bergantung pada kedua orang tuanya.
Hingga bertahun-tahun kami menikah ia belum mampu untuk membuat rumah sendiri. Karena orang tuanya selalu meracuni pikiran anaknya untuk mengambil hak orang lain.
Semenjak aku mengetahui sifat kelurga mas irfan, aku memutuskan untuk menyembunyikan semua kekayaan ku dari meraka, karena kalau tidak sudah pasti aku menjadi sasaran mereka untuk diambil harta ku.
" Kamu kok ngomong gitu sayang, kamu harusnya dukung setiap keputusan mas " ujar irfan merasa tersinggung dengan ucapan istrinya.
"Iya mas, selama ini juga aku selalu mendukung kamu kan. " ujar tiara yang ingin segera pergi dari hadapan irfan.
__ADS_1
"Iya sayang, tapi kamu kaya gak yakin sama omongan mas. " ujar irfan.
"Kamu fokus aja untuk sembuh ya biar bisa cepat cari kerjaan. " ujar tiara seraya menyendok kan nasi ke mulut irfan.
" Iya sayang, mas janji sekarang
mas akan lebih rajin lagi agar bisa memenuhi kebutuhan kalian. " ujar irfan seraya mengelus pundak tangan istrinya.
Tiara terkejut dengan kata terakhir yang diucapkan irfan.
" Kalian?, apa maksud mas irfan aku sama metty ya?. " batin tiara.
”Sayang kok kamu kaya marah gitu sih? " tanya irfan yang melihat kening tiara berkerut seperti orang sedang menahan amarah.
"Eh gapapa mas, ayok kamu habiskan makan siang nya. " ujar tiara sedikit kaget karena irfan melihat ia memasang wajah tidak enak untuk dipandang.
"sayang kalau ada sesuatu yang tidak kamu sukai, kamu ngomong aja biar mas bisa perbaiki. " ujar irfan pada tiara.
Irfan memang sudah berniat untuk mengubah hidupnya menjadi lebih baik dari sebelumnya, sudah cukup baginya untuk kehilangan metty karena kebohongan yang selama ini diperbuatnya.
"maksud ucapan mas ingin membahagiakan kalian tadi apa ya mas?. " ujar tiara dengan ragu-ragu mengatakan nya.
"Kalian siapa mas? aku sama metty? bukannya metty sudah tidak menjadi tanggung jawab mu? . " tanya tiara pada irfan.
"astaghfirullah sayang, Kamu sama anak mas lah, kan kamu tahu sendiri mas punya kewajiban untuk menghidupi kamu juga anak mas. " ujar irfan menatap tiara dengan dalam.
Mendengar perkataan irfan, tiara merasa bersalah sudah salah paham dengan irfan.
" Hehehe kirain mas, aku kan cuma waspada aja kalau kamu berbuat macam-macam di belakang ku" ujar tiara.
"Sayang mas sudah cukup kehilangan metty dan sekarang nas gak mau jika harus kehilangan kamu juga anak mas. " ujar irfan meyakinkan tiara.
"Bagus lah kalau gitu mas, kalau sampai aku melihat kamu berhubungan dengan orang lain lagi, aku tidak akan segan untuk menuntut kamu mas. "
ujar tiara dengan penuh penekanan di setiap kata yang ia lontarkan.
"Sayang mas mohon mulai sekarang kamu jangan berpikir yang aneh antara aku dengan metty. " ujar irfan.
" Ya kalau mas bisa jaga perasaan ku, maka aku juga akan menjaga perasaan mas. " ujar tiara dengan tegas.
Irfan hanya mengangguk kan kepalanya mendengar ucapan tiara, ia akan berusaha untuk mengubur dalam-dalam perasaannya pada metty.
__ADS_1
Sekarang ia harus fokus untuk membahagiakan istri dan anaknya.
"Ya udah mas kalau gitu aku mau pulang bentar ya." ujar tiara sembari membereskan bekas makan irfan.
" Kamu jangan lama-lama ya sayang, nanti gak ada yang bisa jagain mas disini. " ujar irfan.
" Iya mas nanti sore aku balik." ujar tiara sambil menenteng plastik bekas makan untuk dibawa ke tempat sampah.
"Kamu pulang pakai apa sayang?. " tanya irfan yang lupa kalau mereka tidak punya mobil sekarang.
" Aku pakai taksi mas, kebetulan taksinya udah nunggu di depan. " ujar tiara yang sudah memesan taksi 15 menit yang lalu.
"Ya sudah aku pulang dulu mas, assalamu'alaikum." ujar tiara sambil mencium tangan irfan.
"Wa'alaikumussalam sayang. " ujar irfan sambil mencium kening tiara.
Tiara pun bergegas menuju taksi yang sudah ia pesan, hari ini ia tidak berniat untuk memakai sopir pribadinya.
"Biarlah bapak sopir itu istirahat di rumah sambil bantu- bantu bi sita." ujar tiara.
Tiara memasuki taksi yang ia pesankan tadi.
" mas tolong antar kam saya ke alamat ini ya." ujar tiara seraya menunjukkan alamat kantornya.
"Baik bu. " ujar apk sopir itu dan melakukan mobilnya di atas kecepatan rata-rata.
Sepanjang jalan tiara memikirkan apa yang ia harus perbuat pada kedua mertuanya.
"Apa aku harus melaporkan mereka ke polisi? atau aku manfaatkan saja mereka dengan bukti-bukti yang aku punya. " batin tiara.
Lelah memikirkan apa yang harus ia lakukan membuat tiara merasa sangat haus ia pun meminta pak sopir untuk berhenti di salah satu minimarket di depan jalan.
"Pak berhenti di minimarket dan aya, saya mau beli air. " ujar tiara.
" baik bu. " ujar pak sopir seraya memarkir kan mobilnya di depan minimarket yang dimaksud. "
"bapak kau apa?. " tanya tiara.
" Nggak usah bu, gak usah repot-repot. " ujar pak sopir.
Tiara pun bergegas untuk mengambil air dan beberapa makan untuknya dan untuk diberikan ada pak sopir tadi.
__ADS_1