Menitipkan Anak Ke Nenek

Menitipkan Anak Ke Nenek
Bab 31 Manipulasi tiara


__ADS_3

"Iya Pak, tadi metty cuma mencoba untuk bersikap begitu supaya irfan tidak meremehkan metty terus. " Ujar metty.


"Apa irfan tadi ngancem kamu metty?. " ujar diana.


"Iya din, tadi sebelum pergi irfan bilang tunggu pembalasan ku katanya. " ujar metty.


"Udah nak kamu gak usah mikirin kata-kata irfan, terpenting sekarang dia sudah pergi. " ujar bu Ella.


"Iya bu Alhamdulillah, sebaiknya sekarang kita istirahat yuk bu! udah malam. " ujar metty.


"Iya nih, diana juga udah ngantuk melihat drama metty sama irfan tadi. " ujar diana cengengesan.


"Ya udah kalian pergi tidur sana, biar ibu sama bapak yang kunci pintu. " Ujar bapak.


Metty dan diana pun beranjak ke kamar untuk tidur, metty merasa lelah berdebat dengan irfan sehingga membuatnya merasa ngantuk.


"Metty aku tidur duluan ya, udah ngantuk banget nih. " Ujar diana yang menahan rasa kantuknya sedari tadi.


"Iya din, aku juga mau tidur nih, tidur yang nyenyak ya. " ujar metty seraya merebahkan diri di samping meityza.


Merekapun tertidur dengan begitu lelap karena merasa sangat lelah melalui hari-hari mereka.


Irfan sedang dalam perjalan pulang, dalam perjalan ia terus memikirkan apa yang harus ia lakukan untuk membalas metty yang sudah menghinanya tadi.


Irfan takut untuk pulang karena tidak bisa membujuk metty, ia tahu bagaimana watak ibu dan bapaknya apabila ia sudah melakukan kesalahan, akan sangat sulit bagi mereka untuk bisa memaafkan nya.


Irfan juga terpikirkan dengan omongan diana, bukankah harta mereka udah banyak? lalu untuk apalagi mereka mengambil harta orang lain dengan cara seperti ini.


" Kenapa ayah sama mama bisa berbuat seperti itu ya? kok bisa aku mengikuti kemauan mereka?. ujar irfan dalam hati.


" Sebaiknya aku pulang saja, aku harus menghadapi apapun yang akan mereka lakukan pada ku nanti. "ujar irfan


Irfan pun terus majikan mobilnya agar ia bisa secepatnya sampai ke rumah, ia juga merasa sangat capek dan lelah apalagi karena mendapat tamparan metty tadi membuat pipi nyeri.


Kurang lebih 1 jam lamanya ia menyetir, akhirnya ia sampai di rumahnya, ia segera turun dari mobil dan bergegas masuk ke rumahnya.


Tiara yang melihat irfan turun dari mobil segera menyusulnya.


"assalamu'alaikum." ujar irfan setibanya di depan pintu dan langsung masuk ke dalam rumah yang terlihat sepi itu.

__ADS_1


" Wa'alaikumussalam sayang. " Ujar tiara yang sedari tadi menunggu kepulangannya.


"Ayah sama ibu mana yang?. " tanya irfan yang tidak melihat keberadaan kedua orang tuanya.


"Mungkin ada di kamar mas, soalnya dari tadi pas mas pergi mereka langsung ke kamar dan aku gak lihat mereka keluar lagi sampai sekarang. " Ujar tiara.


Irfan yang mengetahui watak orang tuanya pun hanya mengangguk.


" Ya udah kalau gitu aku siapin makan untuk kamu dulu ya mas. " Ujar tiara.


"Iya sayang, mas mau ganti baju dulu. " ujar irfan.


"Makanan mau ku bawa ke kamar atau mas makan di ruang makan aja? " tanya tiara.


"Di ruang makan aja sayang, nanti mas nyusul ke sana setelah ganti baju. "Ujar irfan.


Irfan pun pergi menuju kamarnya untuk berganti pakaian dan mandi sebentar, karena ia merasa sangat gerah seharian bergelut dengan pikiran nya.


Selesai mandi dan berganti pakaian irfan pun menuju ruang makan, di sana ia melihat tiara sedang duduk sembari menunggunya.


"Sayang yuk kita makan bareng. " ujar irfan sembari duduk di samping istrinya.


"Ini mas silahkan dimakan, mas pasti lapar banget dari tadi pergi belum makan. " ujar tiara.


"Iya sayang, makasih ya udah mau nungguin aku pulang dan malah nyiapin makanan untuk ku. " ujar irfan seraya mengelus kepala tiara.


"Iya mas sudah kewajiban ku mengurus kamu, apalagi sekarang kamu dalam masalah gini. " ujar metty seraya membelai pipi suaminya.


"Loh mas pipi kamu kenapa membiru gitu? kamu dipukulin orang?. " Tanya tiara yang melihat pipi irfan membiru karena tamparan metty.


"Nggak kok sayang, ini tadi cuma jatuh pas mau turun dari mobil. " ujar irfan beralasan.


"Kamu bohongin aku mas?. " tanya tiara.


Irfan yang mendapat tatapan tajam dari istrinya pun hanya terdiam, malu kalau sampai ia mengetahui ini bekas tamparan metty.


"Mas kamu jujur sama aku, apa ada yang pukuli kamu? kalau iya biar kita lapor polisi. " ujar tiara yang melihat suaminya hanya terdiam.


"Nggak usah sayang, ini hanya luka kecil saja, udah mas mau makan dulu. " ujar irfan seraya melanjutkan makannya.

__ADS_1


"Mas sekarang kamu suka bohong sama aku, apa kamu sudah tidak sayang lagi sama aku?. " tanya tiara.


" Bukan gitu sayang, ini hanya luka kecil saja terpenting kan sekarang mas tidak apa-apa kan. " ujar irfan.


"Iya makanya kasih tahu aku, apa mas dipukulin orang? . " Tanya tiara yang penasaran dengan apa yang terjadi pada irfan.


"Ini bekas tamparan metty. " ujar irfan yang melihat tiara menunjukkan muka masam nya.


"Loh kok bisa mas ditampar sampai lebam gitu?. "


tanya tiara.


"Tadi mas gak sengaja nampar dia jadi dia nampar mas lagi deh. " ujar irfan merasa sedikit bersama kepada metty karena telah menamparnya.


Tiara yang mendengar ucapan suaminya yang tersenyum dalam hatinya.


"Rasain tuh mas, makanya lain kalo jangan kasar sama cewek, kamu kira cewek juga gak bisa kasar apa, sekarang biarkan metty yang berurusan dengan mu mas, nanti giliran aku untuk menghancurkan keluarga mu. " ujar metty dalam hati.


"Ya udah sekarang mas selesai dulu makannya, setelah itu kita istirahat ini udah malam mas. " ujar tiara.


"Iya sayang, kalau kamu udah ngantuk. kamu tidur duluan aja ke kamarnya. " ujar irfan yang mendengar ucapan tiara.


"Nggak mas, aku tungguin kamu selesai makan dulu baru nanti kita ke kamar." Ujar tiara.


"Makasih ya sayang kamu udah pengertian banget sama aku. " ujar irfan


Tiara yang mendengar ucapan irfan tersenyum dan berkata di dalam hati nya.


"setidaknya sebelum aku menggugat mu mas, aku masih tau kewajiban ki sebagai istri mu. " batin tiara.


Setelah selesai makan tiara membereskan bekas makan irfan, karena tak mungkin untuk menyuruh mbok siti ini udah terlalu malam, mbok siti juga pasti capek karena meneteskan semua pakaian ku tadi. batin tiara.


"Sayang biar mbok siti aja yang beresin, panggil mbok siti aja. " ujar irfan yang melihat tiara membersihkan bekas makanannya dan dibawa ke dapur.


" Nggak usah mas, ini udah malam mbok siti pasti udah tidur, biar aku saja toh ini juga cuma dikit. " ujar tiara.


"Ya udah mas tunggu disini ya sayang. " ujar irfan.


"Iya mas. " ujar tiara seraya berlalu dari hadapan suaminya.

__ADS_1


Setelah selesai membersihkan bekas makan irfan, mereka pun menuju kamar nya untuk beristirahat karena sudah larut malam.


__ADS_2