Menitipkan Anak Ke Nenek

Menitipkan Anak Ke Nenek
Bab 51 Menata kantor


__ADS_3

Mereka kaget mendengar ucapan tiara.


" jadi Sinta wanita yang memang benar-benar tidak tahu malu, jahat dan sombong." batin intan.


"Bagus lah bu akhirnya ibu bisa menyadari kesalahan ibu karena terlalu mempercayai bu Sinta." ujar bella.


"Baiklah kalau gitu terserah kamu Tomi, apa bila kamu mau keluar dari perusahaan ini silahkan. Dan perlu kamu ingat kapanpun kamu butuh pekerjaan kami siap menerima kamu kembali. " Ujar tiara pada romi.


"Ya terima kasih atas kebaikan ibu saya pamit undur diri dulu. assalamu'alaikum. " ujar romi seraya berlalu dari ruangan tiara.


"Wa'alaikumussalam, " ucap mereka serentak.


Kini di dalam ruangan tersebut haha tersisa mereka berempat, mereka tidak tahu mau ngomong apa jadi mereka lebih memilih diam dan menunggu tiara untuk berbicara.


"Oke baik semuanya sekarang tolong kalian bantuin saya untuk membereskan semua ini. " ujar tiara


"Baik bu. " ujar mereka bertiga.


Mereka pun bergegas untuk membereskan ruangan tiara ada yang merapikan buku-buku ke tempat semula dan ada juga yang membersihan ruangan pribadi tiara.


Sekitaran 20 menit ruangan tiara pun kembali rapi dan bersih seperti biasanya.


"Kayanya semua sudah bersih dan rapi bu. " ujar Intan.


"Terima kasih ya kalian sudah membantu saya untuk membereskan ruangan ini sampai bersih. " ujar Tiara pada mereka bertiga.


"Sama-sama Bu apa boleh kami kembali ke ruangan kami Masing-masing?. " ujar Bella.


"Tentu saja, silahkan kalian bekerja seperti biasanya." ujar tiara pada mereka.


"kalau gitu kami pamit dulu bu. " ujar mereka seraya berlalu dari ruangan tersebut.


Tiara merasa lega akhirnya ia bisa kembali lagi ke kantornya dan bisa melihat sendiri kondisi kantornya selama ia tinggalin.


"Untung saja aku bisa selesain masalah ini. tinggal menindak lanjuti kasus Sinta saja. " ujar tiara.


Ia pun duduk di kursinya yang selama ini ia tinggalin, rasanya sangat senang bisa kembali ke rutinitas awalnya.

__ADS_1


"Pak satpam, tolong masuk ke sini sebentar. " ujar tiara memanggil satpam yang sekiranya masih ada di depan ruangan.


Kedua satpam yang berjaga di depan tadi pun segera masuk ketika mendengar panggilan dari tiara.


"Assalamu'alaikum bu, apa ada yang bisa kami bantu?. " tanya kedua satpam tersebut.


"Saya memanggil kalian kesini untuk minta tolong besok pagi tolong kumpulkan semua karyawan karena saya akan kembali lagi untuk mengurus perusahaan ini mulai besok. " ujar tiara menyampaikan maksudnya.


"Baik bu di mengerti. " ujar kedua satpam tersebut.


"Baik Terima kasih kalau gitu kalian boleh kembali ke tempat kerja kalian." ujar tiara pada kedua satpam tersebut.


"Baik bu. permisi. " ujar kedua satpam tersebut berlalu dari ruangan tiara dan kembali ke ruang depan untuk menjaga keamanan.


Tiara pun mengecek segala isi ruangan dan ingin membuang semua barang-barang yang tidak berguna.


"Kenapa ya papa gak ngangkat telpon aku? apa papa sangat sibuk sampai telpon ku saja tidak bisa diingat. " ujar tiara bergumam.


Tiara pun sibuk membereskan ruangannya agar terlihat lebih rapi dari sebelumnya.


Sedang sibuk dengan pekerjaan tiara kelupaan untuk pulang sekedar untuk mengecek isi rumahnya. mana sebentar lagi mau sore.


Ia pun segera mengambil tasnya dan berniat untuk pulang, karena kantornya beberapa menit lagi akan tutup jadi ia memutuskan untuk pulang terlebih dahulu.


" Kok bisa-bisanya sih aku lupa untuk pulang, mana besok mas irfan sudah bisa pulang lagi." ujar tiara sambil berjalan dengan cepat agar bisa segera sampai di mobilnya.


"Bu mau kemana kok buruh-buruh. " ujar bella yang melihat Sinta berjalan dengan cepat.


"Saya pulang duluan ya bel, ada urusan yang harus Saya selesaikan. dan tolong sampaikan pada intan agar mengirimkan bukti-bukti atas kasus Sinta. " ujar tiara pada bella.


"Baik Bu nanti saya sampai ake intan agr segera menghubungi Ibu. " ujar bella.


"oke kalau gitu Terima kasih bella, Saya duluan ya. " ujar tiara.


"baik bu hati-hati di jalan. x ujar bella.


tiara pun tiba di taksi yang ia pesan. ia pun segera naik ke taksi dan memberi alamat rumahnya ke lak sopir agar ia segera bis sampai di rumahnya untuk mandi dan membersihkan dirinya sebelum kembali lagi ke rumah sakit.

__ADS_1


"pak bisa tolong cepat dikit? soalnya saya terburu-buru. " ujar tiara pada pak sopir.


" Baik bu, kalau gitu saya tambah kecepatan nya. " ujar pak sopir seraya menambah kecepatan mengemudi nya.


Tiara duduk diam sambil memainkan ponselnya di kursi belakang untuk menghilangkan rasa bosan nya.


Ia berkutat pada ponselnya dan melihat-lihat resep membuat makanan yang lewat di beranda FB nya.


"Sekitaran 30 menit akhirnya ia sampai di rumah nya.


" sudah sampai di alamat yang ibu kasihkan tadi. " ujar pak sopir pada tiara yang masih sibuk dengan ponselnya.


"Oh iya makasih ya pak, ini uangnya. " ujar tiara seraya menyerahkan 2 lembar uang seratus ribuan.


"Ini kelebihan bu, biayanya hanya 50 saja bu. " ujar pak sopir yang menerima uang lebih dari tiara.


"Ambil saja buat bapak kembaliannya anggap saja sebagai tanda Terima kasih saya karena bapak sudah menghantarkan saya tepat waktu ke rumah ini. " ujar tiara.


"Kalau gitu Terima kasih banyak bu, semoga rezeki ibu selalu dilimpahkan. " ujar pak sopir yang menerima kebaikan dari tiara.


"Aamiin Terima kasih kembali pak, dan hati-hati di jalan. " ujar tiara yang segera masuk ke dalam rumahnya.


"Assalamu'alaikum bu tiara kok gak ngabarin saya aja tadi biar saya yang jemput. "ujar pak doni yang melihat tiara naik taksi dan segera membuka gerbang rumah tiara.


" Wa'alaikumussalam pak, gapapa anggap saja hari ini bapak istirahat sambil bantu-bantu bi sumi di rumah." ujar tiara pada pak doni.


"Baik bu kalau gitu silahkan masuk bu. " ujar pak doni.


"Oh iya bentar lagi tolong antar kan saya ke rumah sakit ya pak. " ujar tiara agar ia tak memesan taksi lagi.


"baik bu, tapi kunci mobilnya mana bu, saya kan nggak punya mobil. " ujar pak doni.


"Oh iya saya lupa yadi minta bi sumi agar kasih bapak kunci mobil. ya udah bapak tunggu dulu saya mau siap-siap. " ujar tiara.


"baik bu. kalau gitu saya jaga pintu disini aja dulu. " ujar pak doni.


"Ngapain nunggu disitu pak, toh gak ada tamu juga, sebaiknya bapak masuk ke dalam untuk makan sambil nunggu saya. " ujar tiara pada pak doni.

__ADS_1


" baik bu. " ujar pak doni sambil mengikuti langkah tiara untuk masuk ke dalam rumah.


__ADS_2