
"Anu itu, mas lupa tadi nama kantornya sayang, mas melamar sebagai staf marketing. " ujar irfan terbata-bata.
"Di kota mana kantornya mas?. " tanya tiara lagi.
Irfan berpikir sejenak kalau ia bilang kotanya disini tiara pasti tahu semua nama perusahaan disini.
Jari irfan memilih menyebutkan kota yang jauh dari kotanya sendiri agar tak ketahuan bohongnya.
" Di kota malang sayang. " ujar irfan
"Oalah malang toh, terus kapan mas mau melakukan training ya?. " tanya tiara lagi.
"Mulai malam ini sayang, makanya sekarang mas pulang mau ngomongin sama kamu. " ujar irfan merasa lega istrinya tak terlalu menanyakan tentang kebohongannya.
"Loh malam ini mas? kok kaya cepat sekali ya? bukankah mas baru daftar tadi ya?. " ulang metty membubuhi irfan dengan berbagai pertanyaan.
Irfan yang mendengar istrinya terlalu banyak bertanya membuat ia merasa pusing dan ingin segera pergi dari rumahnya.
"Mas kan punya teman di sana makanya mas minta untuk dipercepat supaya mas bisa masuk kerja lebih awal sayang. " ujar irfan dengan berbagai alasannya.
__ADS_1
Tiara yang mengetahui kalau suaminya sedang berbohong pun hanya mengikuti sampai ke arah mana sang suaminya itu akan terus berbohong padanya.
"baguslah kalau gitu mas, agar aku tidak susah capek sana sini cari uang buat bayar kontrakan. " ujar tiara dengan senyum yang ia buat.
"Makanya kamu harus dukung dan doain aku supaya mas bisa sukses . " ujar irfan sambil memeluk istrinya.
"Mas-mas aku tidak lagi terbuai dengan semua perlakuan manis mu sekarang, kamu kira aku bodoh apa?. " gumam tiara dalam hatinya seraya tersenyum.
"Tentu saja aku akan selalu dukung kamu jika yang kamu lakukan itu benar mas. " ucap Tiara mencoba menyindir irfan.
"Iya sayang, kamu buat mas makin sayang aja sama kamu. " ujar irfan mencoba merayu istrinya.
"Ah mas bisa aja. kalau gitu mandi gih sana biar bisa aku beresin pakaian kamu. " ujar tiara.
"Sudah kewajiban ku sebagai istri mu mas. " ujar tiara dengan tenang.
"Ya sudah mas mau mandi dulu sayang." ujar irfan sambil mencium, bibir istrinya.
Tiara yang menerima perlakuan irfan hanya bisa terdiam karena ia tak tau harus melakukan apa jika irfan sudah berbuat manis seperti itu.
__ADS_1
"Semuanya sudah beres, masakan ku pasti enak, dan, ibu sama bapak pasti suka. " ujar metty setelah selesai memasak untuk orang tuanya.
"Bunda aku lapar. " ujar yang tiba-tiba muncul di belakang metty.
Metty yang sedang fokus menata makannya kaget karena anaknya muncul secara tiba-tiba.
"Aduh tyza bisa gak si kamu kalau datang jangan ngagetin. " ujar metty karena kaget membuat ia membentak anaknya.
"huuuu.. bunda memang jahat padahal aku cuma mau makan tapi selalu saja bunda marahin aku. " ujar meityza pada ibunya.
Bu Ella yang baru saja sampai di ruang bersama suaminya kaget mendengar metty membentak cucu nya.
"Apa akan kamu metty sampai membentak anak kecil seperti dia. " ujar bapak menghampiri cucunya.
Metty terperanjat kaget kala melihat bapaknya sudah berada di samping anaknya.
"Eh bapak kapan pulang kok gak kedengaran suara salamnya?. " tanya metty pada bapaknya.
"Sayang kamu gapapa kan?." ujar bapak pada cucunya.
__ADS_1
"Gapapa kek, meityza lapar ke. " ujar meityza dengan memegangi perutnya.
"Kamu duduk dulu ya sayang biar kakek ambilkan makanannya. " ujar kakek pada cucunya.