
Malam hari pun tiba, jam sudah menunjukan pukul 8 malam, tiara berniat untuk pulang ke rumahnya dan membiarkan irfan tinggal sendiri di rumah sakit ini.
"Mas aku pulang dulu ya, besok pagi aku kesini lagi. " Ujar tiara meminta izin ke irfan untuk pulang.
"Apa gak sebaiknya kamu nginap disini sama aku sayang?, nanti kalau aku butuh apa-apa gimana?. " tanya irfan.
"Kan ada suster mas, kalau kamu mau sesuatu tinggal panggil suster aja, mereka dengan senang hati akan membantu mu." ujar tiara.
Irfan pun mengiyakan ucapan tiara, toh jika ia tidak mengizinkan tiara pulang, dia tetap akan pulang.
"Ya udah sayang, tolong besok telpon metty minta ia datang kesini bersama meityza ya. " ujar irfan sebelum tiara pulang.
"Apa mas? kenapa kamu gak telpon sendiri aja, kan kamu punya ponsel sendiri. " Ujar tiara yang enggan untuk menghubungi metty.
"Ya udah sayang, kalau kamu mau pulang, Hati-hati di jalan besok jangan lupa datang kesini. " Ujar irfan.
"Iya mas? kalau gitu aku pulang dulu assalamu'alaikum. " Ujar tiara seraya mencium tangan suaminya.
"Wa'alaikumussalam sayang. " ujar irfan.
Tiara pun meninggalkan rumah sakit dan menuju taksi yang sudah ia pesan tadi sebelum berpamitan dengan irfan.
"Mas antar kan saya ke alamat rumah ini ya. " ujar tiara seraya memberi alamat rumahnya pada pak supir taksi.
"Baik bu. " ujar supir taksi yang menerima alamat rumah tiara.
Satu jam lamanya menempuh perjalanan akhirnya tiara sampai di rumahnya.
"Terimakasih ya pak. " ujar tiara pada pak supir seraya menyerahkan uang bayarannya.
"Sama-sama buk. terimakasih kembali. " Ujar pak supir seraya berlalu dari halaman rumah tiara.
Tiara memasuki rumah nya, dan mendapati rumahnya begitu bersih.
"Ini pasti bi sumi yang bersihkan, gak salah memang aku pilih pembantu. " usir tiara.
"Assalamu'alaikum bi sumi? " ujar tiara yang belum melihat keberadaan bi sumi.
Karena tidak ada sahutan tiara pun pergi melihat bi sumi ke dapur dan benar saja sesampainya di dapur bi sumi sedang sibuk berkutat dengan masakannya.
__ADS_1
"Assalamu'alaikum bi sumi, pantesan gak denger-denger dari tadi saya panggil. " ujar tiara.
"Eh bu, kok pulang gak ngabarin dulu." Ujar bi sumi yang kaget melihat kehadiran tiara.
"Iya bi tadi saya lupa ngabarin bibi, wah pasti makanan bibi enak-enakan banget rasanya." Ujar tiara yang mencium aroma makanan terasa begitu nikmat dan membuat perut meronta-ronta ingin memakannya.
"Ini saya buat khusus untuk ibu, ibu pasti capek kan ngurus suami ibu, sekarang ibu makan dulu deh, biar saya yang beresin yang lainnya. " ujar bi sumi.
"Oalah memang bi sumi yang bisa ngertiin saya, ya udah bis sumi makan sama saya juga ya, mas ia saya makan sendiri." ujar tiara yang bahagia karena mendapatkan pembantu seperti bi sumi.
Bi sumi sudah seperti keluarga sendiri bagi tiara, karena selama ini hanya bi sumi yang selalu menjaga tiara dan merawat tiara layaknya anak sendiri.
"Ii ibu makan aja, masa iya pembantu makan satu tempat sama nyonya rumah, ya gak etis lah bu. " ujar bi sumi.
"Iihh bi sumi, jangan ngomong seperti itu, saya udah anggap bi sumi seperti ibu saya sendiri, karena selama ini bi sumi yang selalu menemani saya. " ujar tiara.
"ah ibu bi sumi jadi terharu deh, bersyukur deh bi sumi bisa dapat majikan seperti ibu " Ujar bi sumi.
" ya udah bi sumi duduk dan makna sama saya, sekalian ada yang mau saya omongin sama bibi. "ujar tiara.
Bi sumi yang mendengar penuturan tiara pun duduk di samping tiara.
" Aduh bi sumi ini pikirannya negatif mulu, gini bi besok malam Mas irfan mau pulang kesini. " ujar tiara.
belum sempat menyelesaikan perkataan nya bi sumi sudah memotong ucapan tiara.
" Wah bagus dong kalau gitu bu, artinya pak irfan sudah sembuh." ujar bi sumi.
"Saya belum selesai ngomong bi, mas irfan kan gak punya kerjaan tuh, selama ini dia hidup selalu bergantung dengan kedua krang tuanya, jadi bi sumi nanti jangan bilang ke mas irfan kalau rumah ini rumah saya ya, "Ujar tiara.
" terus gimana bu?! nanti kalau pak irfan nanya rumah ini rumah siapa saya harus jawab apa bu?." tanya bi sumi yang bingung.
"Saya sudah bilang kalau rumah ini rumah sewaan, dan bi sumi yang bertugas menerus rumah ini. " ujar tiara pada bi sumi.
"Oalah siap kalau gitu bu. " ujar metty.
"Oh iya bi besok pagi ada pak supir yang akan datang ke sini, bi sumi besok kasih tau ke dia rencana kita ya. " ujar tiara mengingat kalau besok pagi ia akan didatangi sama pak supir tadi.
"Pak supir? pak supir yang mana bu?. " tanya bi sumi bingung.
__ADS_1
"Gini loh bi, tadi kan saya ke rumah sakit pakai taksi nah, saya lihat pak supri kayanya sangat baik dan butuh pekerjaan yang gajinya layak, jadi saya minta dia untuk jadi supir pribadi saya bi. " Ujar tiara.
"Jadi pak supir itu siapa namanya bu? " tanya bi sumi.
"Saya juga gak tahu nama bi, tadi lupa nanya. " Ujar tiara.
"Ya udah deh bu, kalau gitu saya beresin bekas makan ibu dulu. " ujar bi sumi yang melihat tiara sudah selesai makan.
"Iya bi makasih ya, kalau gitu saya mau istirahat dulu ya udah capek dan ngantuk banget. " Ujar tiara seraya berlalu dari dapur.
Di rumah sakit irfan tidak bisa tidur, ia tidak terbiasa dengan suasana malam di rumah sakit, membuat ia sulit untuk tidur.
Irfan mencoba untuk menelpon tiara agar ia mau menginap bersamanya. Namun tiara sana sekali tidak mengangkat telepon nya meskipun irfan sudah menghubungi nya beberapa kali.
Karena tidak mendapat jawaban dari tiara, irfan pun mencoba untuk menghubungi metty, memintanya agar bisa datang ke rumah sakit besok bersama anaknya.
Dret..... dret.... dret.... bunyi ponsel di sebrang sana. Panggilan pertama tidak diangkat oleh metty, irfan pun mencoba menelepon untuk kedua kalinya, dan ya akhirnya metty mengangkat ponselnya.
"Halo assalamu'alaikum mas kenapa nelpon malam-malam?. " Tanya Metty
Irfan yang mendengar suara metty merasa ada suatu getaran aneh dalam hatinya.
"Eh gapapa ko dek, aku cuma mau minta tolong boleh?. " Tanya irfan
"Mau minta tolong ala mas? apa ada sesuatu yang bisa aku bantu? " ujar metty.
"Dek, apa bisa besok kamu datang ke rumah sakit bersama meityza? soalnya mas kangen sama dia. " ujar irfan.
"Oh gitu ya udah besok aku pergi ke sana. " Ujar metty.
"Makasih ya dek, maaf merepotkan mu. " ujar irfan .
"Gapapa mas, kalau gitu aku tutup dulu telponnya ya, aku mau tidur ini udah malem banget Assalamu'alaikum. " ujar metty.
Belum sempat irfan menjawab salam dari metty teleponnya sudah dimatikan sepihak. Irfan yang mendengar metty bilang udah tengah malam pun melihat ke arah jam di HP nya.
Pantes saja metty memutuskan telponnya dan tiara tidak mengangkat telpon ku, ternyata sekarang udah jam 1 dini hari.
"ahok aku bisa Ceroboh ini sih, nelpon orang gal lihat jam dulu. " Ujar irfan.
__ADS_1
Baiknya sekarang ku tidur dulu agar besok bisa bangun lebih pagi. batin irfan sambil merebahkan diri di atas kasurnya.