
Pagi-pagi sekali Metty sudah bangun untuk melaksanakan sholat subuh, ia yang melihat Diana masih tertidur berniat membangunkannya.
" Din.. din... bangun udah subuh nanti ketinggalan sholatnya. " ujar metty sembari mengguncang badan Diana.
"Mmmm..... masih ngantuk metty bentar lagi ya. " ujar Diana sambil menarik selimut untuk membungkus badannya agar tidak kedinginan.
" Iiih Diana ayok bangun nanti waktunya habis lo, ayok cepattttt..... " ujar metty yang terus berusaha membangunkan Diana.
Metty tahu kalau Diana memang sangat sulit untuk membangunkan Diana kalau ia sudah tidur, dari dulu juga kalau Diana nginap di rumahnya kalau mau disuruh bangun sholat subuh, memang susah, tapi nanti kalau dia bangunnya kesiangan! baru dia bilang kenapa gak bangunin aku. " batin metty.
Metty terus menarik selimut Diana agar ia terbangun.
"Din cepat bangun ibu sama bapak udah nungguin kita loh, Meityza juga udah bangun tuh. " Ujar metty terus mengguncang tubuh Diana.
" Iya iya metty sayang ini juga bangun. " ujar Diana sembari bangun dari kasur dan segera mengambil wudhu.
Metty yang melihat kelakuan diana hanya bisa menggeleng kan kepala nya.
Metty menunggu Diana selesai wudhu dan memakai mukenah nya, setelah selesai mereka pun menyusul ibu sama bapak yang sudah menunggu kami.
"Mama kok lama banget si, dari tadi kita tunggu. " ujar meityza.
Meityza sekarang sudah berumur 3 tahun jadi ia sudah fase berbicara.
" Iya nak maafin mama, tadi tante Diana nih yang lama bangunnya. " ujar metty seraya menunjuk Diana.
"Iih bukan tante tadi mama kaki yang lama bangunin tante jadi deh telat. " ujar Diana sambil cengengesan.
"Udah-udah jangan ribut nanti jadi lama kita sholatnya. " ujar bapak menengahi.
"Hehehe iya Pak, maafin metty tadi dia lama bangun aku jadi buat bapak nunggu lama. " ujar Diana seraya memukul lengan metty.
Ibu yang melihat kelakuan kami hanya tersenyum dan menyuruh kami untuk mengatur syaf.
" Ya sudah mari kita sholat. " ujar bapak.
Mereka pun melaksanakan sholat subuh berjamaah dengan tertib.
Selesai sholat metty pergi memasak untuk sarapan pagi ini.
" Kalian mau sarapan sama apa sekarang? " ujar metty menanyakan masakan apa yang akan ia masak.
"Mama mau nasi goreng. " ujar meityza dengan antusias nya.
__ADS_1
"Ya udah kalau gitu mama masakin nasi goreng aja ya." ujar metty.
"Aku bantuin masak deh met, siapa tahu nanti ketularan jago masaknya. " ujar Diana.
"Yakin kamu mau bantuin aku masak din?. " ujar metty.
"Iya dong, siapa tahu besok aku nikah mendadak, kan harus bisa masak. " ujar Diana.
" ya udah yuk kita masak, Nak kamu main sama nenek dulu ya. " ujar metty.
"Iya ma. " ujar meityza seraya pergi mencari neneknya.
Metty dan Diana pun menuju dapur untuk menyiapkan sarapan.
"Din tolong ambilkan bumbu sajiku di dalam kulkas dong. " ujar metty.
"iya sebentar ya. " ucap diana sambil menuju kulkas untuk mengambil yang disuruh metty.
Ketika sudah menemukan apa yang disuruh metty, Diana pun menyerahkan ke metty.
" Ini met sajiku nya. " ujar Diana.
" Aduh din, bukan yang ini sajiku untuk nasi gorengnya, ini untuk tempe Diana. " ujar metty.
"Ya sama aja met, pakai aja nanti juga enak. " ujar Diana.
" Ya udah deh, tunggu aku ambil kan dulu sebentar. " kata metty seraya berlalu dari hadapan metty.
"Ini met, pas kan,? " tanya Diana.
"Metty biar aku aja yang aduk. " Ujar Diana yang melihat metty mengaduk-aduk nasi goreng.
"Iya deh ini, biar aku goreng telur, kamu yang aduk nasinya sampai matang ya din. " ujar metty.
Metty pergi mengambil beberapa butir telur untuk di goreng sebagai pelengkap nasi goreng nanti.
Setelah selesai menggoreng nasi metty dan Diana menyajikannya ke dalam piring dan memanggil yang lain untuk segera sarapan.
"Bu pak yuk kita sarapan, nanti keburu dingin sarapannya. " ujar metty.
Setelah memanggil kelurga untuk sarapan mereka pun menyantap sarapan yang dibuat oleh Diana dan metty.
Selesai sarapan metty membersihkan rumah sedangkan bapak sudah berangkat ke kadang.
__ADS_1
"Irfan, irfan kesini sebentar. " ujar mama sambil berteriak.
Irfan yang masih malas untuk bergerak terpaksa bangun karena mendengar teriakan mamanya.
"Iya mah, kenapa teriak-teriak sih?" tanya irfan yang sudah berada di depan ibunya.
"Bisa gak sih kamu itu jangan malas malesan, bukannya selesain masalah mu dengan metty malah enak-enakan dikamar." ujar mama.
"Mah apalagi yang harus aku selesai kan semuanya sudah jelaskan, aku sudah cerai sama metty dan akan tetap seperti itu. " ujar irfan sedikit meninggikan suaranya.
Plakk........ suara tamparan mama yang dilayangkan ke pipi irfan.
"Kamu jadi anak itu harus nurut sama orang tua, mama sudah membesarkan mu sampai sekarang tapi apa yang kamu berikan pada mama?. " tanya mama.
"Kalau mama tidak mau membesarkan ku, kenapa mama tidak membuang ku saja waktu kecil. " ujar irfan sedikit berteriak.
"Irfannnnnnnn begini cara kamu bicara sama mama kamu. "ujar ayah yang sudah ada di samping mama.
" Kenapa, apa ada yang salah dengan ucapan ku?. " ujar irfan tanpa merasa takut di depan ayahnya.
plaaakkkk.... suara tamparan yang dilayangkan ayah ke irfan.
"Jelas semua perkataan mu salah, siapa yang ngajarin kamu bicara begitu pada orang tua ha?. "
Tanya ayah.
"Ayah masih nanya siapa yang ngajarin aku ngomong begini?, aku begini karena kalian berdua. " ujar irfan dengan berteriak.
Disaat ayah hendak mengangkat tangannya untuk menampar irfan, irfan dengan cepat menahan tangan ayahnya.
"Jangan coba-coba untuk menampar ku lagi, selama ini aku selalu mengikuti kemauan kalian berdua hingga aku mengorbankan hidup ku sendiri. " ujar irfan seraya menghempaskan tangan ayahnya.
Kedua orang tua irfan kaget mendengar ucapan anaknya.
"Anak durhaka kamu irfan, sekarang kamu sudah berani melawan ayah mu sendiri. " ujar mama seraya menangis.
"Selama ini aku selalu tahan dengan semua perbuatan kalian, tapi apa yang kalian lakukan pada ku? kalian selalu memaksa ku hanya untuk memenuhi keinginan kalian. " ujar irfan.
"Apa kamu lupa selama ini kami selalu memenuhi kebutuhan mu? kenapa sekarang kamu malah menyalahkan kami?. " ujar ayah dengan tangan mencengkram kerak leher irfan.
"Tidak, kalian sama sekali tidak pernah memenuhi kebutuhan ku. kalian hanya bisa memaksa ku. " Ujar irfan.
Irfan merasa sangat muak dengan kedua orang tuanya, mereka bilang selalu memenuhi kebutuhan nya padahal kenyataannya mereka hanya memanfaatkan aku.
__ADS_1
"Jangan kurang ajar kamu irfan, selama ini kamu tinggal disini dengan segala kemewahan yang ada, sekarang malah kamu bilang kami tidak pernah memenuhi keinginan mu. " ujar bapak.
"Sudah cukup kalian meracuni pikiran ku, sekarang aku sudah tahu bahwa kalian hanya memanfaatkan aku. " ujar irfan sembari mengangkat tangannya bahwa dia sudah mulai capek.