Menitipkan Anak Ke Nenek

Menitipkan Anak Ke Nenek
Bab 71 Menemui rumah orang tua irfan


__ADS_3

Setelah mematikan panggilannya dengan bi sumi, tiara tak habis pikir dengan kelakuan suaminya.


"Mau kemana mas irfan pakai mobil sampai menyuruh aku pulang pakai taksi? . " gumam tiara diselimuti rasa penasaran.


"Mandi sudah, wajah sudah kembali normal saatnya menemui papa dan mama, siapa tahu mereka kangen sama aku. " ujar irfan setelah selesai memakai pakaiannya.


Irfan pun keluar dari kamarnya karena akan segera pergi ke rumah orang tuanya.


"Pak irfan mau kemana? " tanya bi sumi yang melihat irfan sangat rapi.


"Saya ada urusan di luar sebentar bi. " ujar irfan sambil terus melangkah kan kaki nya menuju pintu depan.


"Pak tolong jangan lama-kama ya soalnya nanti pemilik rumah akan pulang, mereka sebenarnya tidak mengizinkan siapapun memakai mobil tanpa supir. " ujar bi sumi setengah berbohong.


"Nanti biar saya beli mobilnya bi, gak usah takut." ujar irfan dengan sombongnya.

__ADS_1


"Ta... tapi pak saya takut di pecat jika mobil tidak ada di rumah saat pemiliknya datang. " ujar bi sumi dengan nada sedikit takut.


Mendengar perkataan bi sumi irfan yang sudah hampir sampai di pintu depan pun menghentikan langkahnya dan berbalik ke arah bi sumi.


"Tenang aja nanti biar saya yang bilang. bibi gak bakalan di pecat kok. kalau gitu saya pamit dulu bi. " ujar irfan dengan senyum yang terlihat sangat meremehkan.


Setelah mengatakan itu irfan melanjutkan langkahnya menuju mobil yang terparkir di garasi rumahnya.


"Hmm.... secara wajah aku tampan dan menarik pasti banyak yang suka dengan aku. Dan iya aku harus bisa membujuk kedua orang tua ku agar mereka tidak lagi marah dengan ku. " ujar irfan yang sedang berkaca di mobil seraya merapikan rambutnya.


"Pak bisa cepetan dikit gak? soalnya saya ada urusan yang harus segera di selesaikan. " ujar tiara pada oak sopir yang mengantarkan nya.


"Baik bu, ibu pegangan saya akan memakai kecepatan lebih cepat. " ujar pak supir memberi arahan kepada atasannya.


Tiara pun melakukan apa yang dikatakan oleh pak supir dan mobil pun melaju dengan cukup cepat.

__ADS_1


Sekitaran 10 menit akhirnya tiara sampai di depan rumahnya, ia segera turun dari mobil dan berterima kasih kepada pak supir karena sudah mengantarkan nya.


Ia melangkah masuk ke dalam rumahnya dan di halaman depan ia melihat pak doni sedang mencabuti rumput-rumput liar yang tumbuh di halaman.


" pak doni ngapain cabut rumput pak?. " tanya tiara sambil menghampiri lak doni.


"Eh bu tiara sudah pulang toh, saya gak ada kerjaan bu jadi saya mencabut rumput yang mengganggu pemandangan ini. " ujar pak doni sambil menunjuk rumput yang sudah setengahnya di cabut.


"Tapi kan itu bukan pekerjaan bapak, sudah jangan dibersihkan lagi pak, nanti biar saya suruh orang saja. " ujar tiara yang mendengar penuturan pak doni.


"Gapapa bu daripada saya duduk nggak ada kerjaan lebih baik saya membersihkan rumput ini, lagipula saya sudah biasa dengan pekerjaan ini. " ujar pak sopir merasa tak enak dengan majikannya.


"Ya sudah oak kalau gitu saya ke dalam dulu ya. " ujar bu tiara seraya melangkah pergi masuk ke rumahnya.


"Mas irfan... mas irfan... " teriak tiara setelah sampai di setelah rumahnya.

__ADS_1


"Eh ibu sudah pulang? pak irfan gak ada bu. " ujar bi sumi sambil menghampiri tiara karena mendengar teriakannya.


__ADS_2