
"Metty mas mohon sama kamu kita rujuk lagi. " Ujar irfan.
"Sorry mas irfan aku tidak ada niatan lagi untuk kembali hidup denganmu " ujar metty.
"Apa kamu gak kasihan sama anak kita nanti hidup tanpa seorang ayah? ". tanya irfan.
" Meityza sudah terbiasa hidup tanpa seorang ayah, sewaktu kamu masih menjadi ayahnya saja kamu tidak pernah mengajak untuk bermain. " ujar metty.
"Mas kamu anggap aku ini apa? " ujar tiara yang mendengar ucapan irfan.
"kamu istri aku sayang. tapi aku mohon kamu juga ngerti bahwa aku menginginkan metty tetap menjadi istri ku juga. " ujar irfan.
"Met kita pulang aja yuk, kayanya irfan sudah gila, jika berlama-lama disini kamu juga bisa gila nanti.'
ujar Diana yang enek mendengar irfan.
" Kalau gitu aku pamit pulang dulu mas irfan dan tiara jangan lupa rawat suami mu. " ujar metty yang ingin pergi dari rumah irfan.
"Tunggu metty mas belum selesai bicara sama kamu. " ujar irfan menghentikan langkah kami yang hendak keluar.
" Mau bicara apalagi si mas, aku rasa audah cukup pembicaraan kita hari ini semuanya sudah jelas. " Ujar Metty.
"Semuanya belum jelas metty, sewaktu kamu tahu kalau aku pergi ke luar kota dimasa pengadilan kenapa kamu gak ngasih tahu aku? sedangkan aku tidak menerima surat gugatan itu. " tanya irfan.
"Itu bukan urusan aku mas, karena yang bertugas mengantar surya gugatan itu bukan aku, tapi pihak pengadilan. " ujar metty.
"Itu semua tidak adil aku tidak mengetahui perihal ini jadi aku juga punya hak untuk menuntut balik kalian ke pengadilan atas tidak sampai nya surat gugatan pada ku. " ujar irfan.
"Irfan apa kamu tidak berusaha mencari tahu siapa yang menerima surat gugatan itu,?. " tanya Diana yang tidak mau berurusan lagi dengan irfan.
"Aku sudah tanya ke semua orang rumah tapi tidak ada yang menerima surat itu. " Ujar irfan.
"Kamu yakin sudah menanyakan ke semua orang termasuk tiara? " tanah Diana sambil menunjuk tiara.
Irfan yang belum sempat menanyakan perihal itu pada tiara pun berkata.
__ADS_1
" Aku belum menanyakannya tapi tidak mungkin tiara tahu menahu karena dia juga pergi liburan bersama ku " ujar irfan.
"Kalau begitu kenapa kamu tidak mencoba untuk bertanya padanya. " ujar Diana.
Tiara yang mendengar ucapan Diana merasa takut jikalau irfan tahu kalau dia yang menyembunyikan surya gugatan itu.
"Gimana kalau mas irfan nanti malah membenci ku?. " kata tiara dalam hati.
"Tiara apa kamu menerima surat gugatan dari pengadilan itu?. " tanya irfan.
"Ti.ti.tidak mas, aku gak pernah nerima surat apapun. " ujar tiara.
"Nah kamu denger sendiri kan Diana kalau tiara sma sekali tidak ada hubungannya dalam masalah ini. " ujar irfan.
"Yakin kamu tidak menerima nya tiara? apa perlu aku memanggil orang yang menyerahkan surat gugatan itu pada mu? . " Tanya Diana.
Tiara yang mendengar ucapan Diana pun tak tahu harus berbuat apa, akhirnya ia pun mengakui perbuatannya.
"Ya memang aku yang menyembunyikan surat gugatan itu. " Ujar tiara.
"Ya mas karena aku tidak mau terus-terusan dijadikan istri kedua lebih tepatnya istri simpanan." ujar tiara.
"Nah kamu dengar sendiri kan irfan, jadi aku rasa metty sudah tidak ad hubungannya sama kamu dan semuanya sudah jelas. " ujar diana.
Irfan yang mendengar pengajian tiara ia merasa sangat kecewa pada tiara, ia tidak menyangka selama ini tiara yang menyembunyikan surat gugatan itu, padahal ia sudah memberitahu kan rencananya pada tiara. Tapi kenapa tiara lakukan ini.
"Tiara kenapa kamu melakukan ini? bukankah aku sudah bilang bahwa kamu bukan istri simpanan ku?." tanya irfan.
"Mas aku melakukan ini karena aku ingin menyingkirkan metty dari kehidupan kita. " ujar tiara yang merasa kalau irfan memiliki rasa pada metty.
"Kamu sudah keterlaluan tiara, kamu merusak semua rencana orang tua ku sehingga aku menjadi seperti sekarang ini. " Ujar irfan pad tiara.
"Mas irfan aku mau pulang dulu silahkan kalian urus urusan kalian. " Ujar metty.
"Tapi dek, gimana dengan mas? apa kita masih bisa berteman walau sebagai mantan?. " Tanya irfan yang tidak mau memutuskan hubungannya dengan metty.
__ADS_1
"Terserah kamu mas, oh iya kalau kamu mau melihat meityza juga aku tidak akan melarang mu, karena ini masalah kita, jadi kamu juga berhak untuk menjenguk meityza kapan saja. " ujar metty merasa sedikit kasihan pada irfan.
"Apa... benarkah yang kamu bilang dek? berarti aku bisa mengajak meityza jalan kapan pun yang aku mau?. " tanya irfan yang terharu mendengar ucapan metty.
"Iya bener mas, kalau gitu aku pamit pulang dulu, assalamu'alaikum. " Ujar metty seraya berlalu meninggalkan irfan dan tiara.
Setelah keluar dari ruangan irfan mereka menuju mobil Diana untuk pulang karena waktu sudah siang.
"Met kenapa kamu memberi kebebasan pada irfan untuk bertemu meityza?. " tanya diana yang sebenarnya tidak setuju dengan perkataan metty tadi.
"Dia ayahnya meityza din, jadi dia juga berhak atas meityza, toh juga irfan sudah menyadari kesalahannya. " Ujar metty.
"Tapi met gimana nanti kalau irfan berbuat macam-macam pada meityza kalau mereka keluar berdua?." tanya diana yang takut kalau irfan melukai meityza nantinya.
"Nggak mungkin din, aku lihat ketulusan dimata irfan dan aku melihat ada rasa penyesalan di dia. " Ujar metty yang tak sengaja melihat mata irfan, di sana banyak tanda-tanda kalau dia merasa bersalah.
"Ya udah deh met, lagipula aku tidak berhak ikut campur urusan kalian, aku cuma kasih saran aja sih. " ucap diana.
"Iya din aku tahu bahwa kamu takut kalau irfan menyakiti kami lagi, dan Terima kasih atas bantuan yang selama ini kamu berikan pada keluarga ku. " ujar metty
"Sama-sama din, aku akan selalu membantu mu selama aku bisa. " ujar diana.
Mereka terus mengobrol di dalam mobil tak terasa mereka udah hampir sampai di depan rumah metty, ketika metty sampai ia langsung turun dari mobil diana.
"Din ayok masuk dulu pasti kamu capek nyetir dari tadi. " ujar metty .
" Nggak usah met, aku langsung pulang aja ya, jangan lupa salam sama ibu dan bapak kalau aku gak bisa mampir. "ujar diana yang berniat langsung pulang.
" Yakin kamu mau langsung pulang din? apa kamu gak capek bawa mobil dari tadi?. " Tanya metty takut kalau nanti terjadi apa-apa pada diana karena kecapean bawa mobil.
"Nggak kok din, aku udah biasa kali nyetir seharian bola balik, kamu gak usah takut. " ujar diana.
"Ya udah deh kalau gitu kamu hati-hati ya, jangan ngebut bawa mobilnya. " Ujar metty.
"Iya din aku pulang dulu, assalamu'alaikum. " Ujar diana seraya melajukan mobilnya.
__ADS_1