Menitipkan Anak Ke Nenek

Menitipkan Anak Ke Nenek
Bab 78 awal dari permainan ku.


__ADS_3

"Kenapa ibu sama bapak selalu saja mengungkit masa lalu ku?. " ujar metty sedikit berteriak pada orang tuanya.


"Kami sebenarnya tak mau mengungkit masa lalu tu, namun kamu berkata seolah-olah kamu sudah paling benar metty. " ujar bu ella dengan nada meninggi.


"Sudahkan metty kamu mengungkit tentang pengabdian tapi kamu gak tahu betapa kami sangat menjaga mu dulu. lebih dari mengabdi. " ujar bapak.


Metty yang tak sanggup lagi mendengar ucapan kedua orang tuanya memilih lari ke kamar untuk menenangkan dirinya.


"Mengapa ibu sama bapak tega sekali ngomong gitu sama aku? apa segitu memalukan aku di mata mereka. " gumam metty sambil menangis.


Meityza yang sempat melihat ibundanya bertengkar dengan kakek dan neneknya menyusul ibu nya ke kamar.


Metty yang melihat ibunya menangis pun menyusul dan mengelus kepala ibunya dengan lembut.


"Bunda kenapa marah-marah sama kakek dan nenek tadi. " ujar meityza dengan polosnya.


"Eh sayang kok kamu disini? memangnya kamu sudah selesai makan nak?. " tanah metty berusaha bersikap tegar di depan anaknya dan menghapus bulir-bulir air mata yang ingin terus mengalir.

__ADS_1


"udah bunda. tadi aku lihat bunda bertengkar sama kakek juga nenek, kenapa bunda?. " tanya meityza .


"Nggak sayang, kakek sama nenek cuma salah paham sama bunda, jadi mereka gak sapaan sama bunda. makanya tadi bunda tanya eh malah bertengkar. " ujar metty berusaha menutupi kesalahan nya.


"Bunda jangan nangis lagi dong, kan jadi jelek kalau bunda nangis terus. " ujar meityza berusaha menghibur bundanya.


"Ah akhirnya tiara bisa juga di kelabui. " ujar irfan setelah ia keluar dari rumah kontrakannya. Dan meninggalkan istrinya di rumah seorang diri.


Irfan kini berada dalam perjalanan menuju rumah kedua orang tuanya.


Ia telah berhasil membuat tiara percaya padanya bahwa ia akan pergi training. padahal sebenarnya ia hanya beralasan agar bisa menginap bersama orang tuanya.


sekarang ia tinggal memikirkan bagaimana cara agar ayahnya tak marah lagi padanya. Karena ia sangat tahu bagaimana watak ayahnya ketika sudah marah.


Sekitaran 30 menit dalam perjalanan akhirnya irfan sampai di rumah kedua orang tuanya.


Ia begitu merindukan rumah orang tua kata beberapa hari tak tinggal bersama kedua orang tuanya berasa kaya satu tahun saja.

__ADS_1


"Akhirnya aku bisa tinggal di rumah ini lagi. rasanya sangat senang sekali. " ujar irfan pada dirinya.


Irfan pun turun dari mobil nya dan segera melangkah masuk ke dalam rumah nya.


"Assalamu'alaikum mah. " ujar irfan setelah sampai di ruang depan rumahnya.


bu Rani yang mendengar suara anaknya segera menyusulnya ke sumber suara.


"Wa'alaikumussalam ternyata anak mama sudah pulang toh. " ujar bu Rani seraya memeluk putranya.


"Iya mah, tadi habis membujuk istri ki agar ia tak ikut ke sini. " ujar irfan.


"Loh emangnya kenapa kamu gak bawa istri kamu sekalian kesini?. " tanya bu Rani pada anaknya dengan keheranan.


Irfan yang menyadari kalau ia salah ngomong pun berusaha mencari alasan lain agar mamanya tak curiga.


Sebenarnya irfan malas mengajak tiara kesini, toh tiara juga gak sudi lagi jika harus datang ke rumah mertuanya.

__ADS_1


"Anu mah itu, nanti takutnya tiara bertengkar sama ayah kalau dia disini. makanya sengaja aku gak aja mah." ujar irfan beralasan.


"oh gitu yasudah sekarang kamu masuk dan beresin aja barang kamu ke kamar sana. " ujar bu Rani pada anaknya.


__ADS_2