
Hari ini adalah hari putusan akhir sidang Metty dimana jika irfan tidak datang maka mereka resmi bercerai.
Metty sedang mencuci pakaian nya sedangkan anaknya sedang bermain dengan anak tetangga.
" Nak meityza mana?. " Tanya ibu yang baru pulang dari pasar.
" lagi main bu sama desi. " ujar metty.
" Kamu bukannya hari ini sidang ya nak? kenapa kamu belum siap-siap?. " tanya ibu yang memang selalu mengingat hari-hari penting ku.
"Iya bu, tapi nanti aku gak pergi diwakilkan sama pak rendra aja bu. " ujar metty sembari terus mencuci.
" Oh gitu to nak, ya sudah ibu mau masak dulu, kamu lanjutin aja nyuci mu. " ujar ibu.
"Iya bu, nanti kalau ibu sudah selesai masak tolong lihatin meityza di rumah desi ya bu. " ujar Metty meminta tolong pada ibunya.
"Iya nak kamu tenang aja nanti biar ibu yang urus masalah meityza, sudah ibu masak dulu ya. " ujar ibu.
Metty pun melanjutkan kegiatan mencucinya karena hari ini menurut ia adalah hari mencuci nasional, begitu banyak pakaian yang harus ia cuci.
Dilain sisi irfan bersama tiara sedang menikmati santapan makanan dengan menu terbaru di hotel tempat ia menginap.
"Sayang gimana kamu suka gak menu ini? " ujar irfan sambil menikmati makannya.
"Iya mas aku suka sekali sama makanan ini, rasanya sangat enak, pengen makan tiap hari. " ujar tiara.
"Kalau gitu gimana kalau kita tambah jadi 1 minggu lagi jadwal menginap kita?. " tanya irfan.
"Jangan mas takutnya nanti kita dimarahi sama orang tua kamu. " ujar Tiara beralasan padahal ia ingin melihat irfan mendapat surat cerai itu. setelah dia diceraikan oleh metty, maka giliran aku yang akan menceraikan dan membongkar semua kecurangan keluarganya.
Tiara memang belum bisa melupakan kejadian irfan yang menamparnya, ia sampai sekarang sudah membulatkan tekatnya untuk merusak keluarga suaminya.
"Ya sudah nanti sore kita pulang, sekarang kita pergi shopping dulu. " ujar irfan yang sudah menyelesaikan sarapannya.
" Iya mas. kalau gitu aku panggil petugas kebersihan dulu biar nanti semua pada bersih. " ujar tiara.
Irfan dan tiara pergi shopping ke beberapa Mall terkenal di sekitar kota jakarta itu.
__ADS_1
" Mas kita aku mau lihat pakaian dulu ya. " ujar Tiara.
" Mas temenin kamu ya, " ujar irfan seraya berjalan di belakang tiara.
Tiara pun memasuki bagian pakaian yang kalau dilihat dari luar sangat indah dan bagus-bagus.
Ia mulai memilih baju-baju yang menurutnya terlihat sangat cantik dan cocok dipakai oleh dirinya.
Beberapa menit Tiara mencari baju yang ia sukai tapi menurut dia, semua baju yang ditemukan sangat cocok untuk dirinya, ia jadi bingung mau pilih baju yang mana.
Irfan yang melihat tiara kebingungan pun menghampirinya.
"Sayang kok lama sekali sih, kamu mau ambil yang mana ambil aja, biar mas yang bayar. " Ujar irfan.
"Ini loh mas, aku tuh bingung mau ambil yang mana semuanya bagus- bagus aku pengen semuanya. " ujar tiara sembari mengangkat semua pakaian yang ia mau.
"Jangan semua sayang, kita belum beli baju buat ibu sama bapak juga, belum lagi untuk metty dan anak kami. " Ujar irfan.
"Iis mas kenapa malah beliin mereka, padahal kan aku pengen punya semua baju ini. " ujar tiara sambil cemberut.
"Ya udah kamu hanya boleh pilih 5 baju ya, dan tolong carikan baju untuk ibu sama bapak. " Ujar irfan seraya berlalu dari hadapan suaminya.
" Aku mau cari baju buat metty sama meityza dulu sayang, soalnya aku sudah janji bawakan mereka oleh-oleh. " ujar irfan sambil memilih baju-baju yang menurutnya cocok untuk metty dan anaknya.
Selesai berbelanja mereka pun menuju mall yang lain khususnya untuk membeli makan yang akan mereka bawa pulang nanti.
Tiara merasa senang sudah belanja sepuasnya menggunakan duit irfan, ia sengaja tidak mau memakai uangnya sendiri, karena ia tidak sudi mengeluarkan sepeserpun untuk laki-laki seperti irfan.
walaupun dia punya banyak uang, tapi kadang ia meminta tiara untuk membayarkannya.
"Mas-mas sepulang dari sini bukannya malah bahagia kamu karena ada sesuatu yang menunggu kepulangan mu nanti. " ujar metty dalam hatinya seraya tersenyum licik.
"Assalamu'alaikum bu metty. " ujar salah seorang di depan rumah metty.
metty uang sangat mengenali suara itu pun menghampirinya.
"Wa'alaikumussalam pak, mari masuk. " ujar metty seraya membuka pintu rumah nya.
__ADS_1
"Baik bu. " ujar pak rendra.
Saat pak rendra masuk, tiba-tiba diana entah darimana asal muncul aja dan main nyelonong aja mengikuti pak rendra.
"Eh diana, kok bisa muncul tiba-tiba kaya ibu peri aja. " ujar metty seraya mencubit lengan dia yang mengagetkannya.
" Yo kan memang aku ibu peri yang sangat baik hati sekali. " Ujar diana sambil tertawa kencang.
" ibu peri tuh kalau muncul tiba-tiba pasti membawa suatu berita. " ujar metty
"Ya kan aku sebagai ibu peri yang baik mau ngasih surprise ke kamu, makanya muncul tiba-tiba. " ujar diana sambil menyodorkan map ke metty.
Metty yang melihat diana menyodorkan map berwarna biru tersebut segera meraihnya dan membukanya.
Ia membuka map tersebut dengan perlahan dan hati-hati karena penasaran.
"Ih metty kok lama banget si bukanya, sini biar aku yang buka. " ujar diana yang greget melihat sahabatnya yang sangat lelet membuka maunya.
"Eh jangan biar aku sendiri yang membukanya. " ujar metty seraya membuka mao tersebut.
Metty memandang surat itu dengan lama, ia merasa senang juga sedih menerima surat cerai itu. Ia senang akhirnya ia bisa lepas dari laki-laki seperti Irfan dan sedih karena mulai sekarang dia akan membesarkan anaknya tanpa seorang Ayah.
"Metty kok diam mulu si? kamu gak suka nerima itu?. " ujar diana yang melihat metty murung.
" Eh nggak kok din, aku senang akhirnya aku bisa lepas dari mas irfan. " ujar metty seraya meneteskan air mata.
"Lo kok nangis sih? sini biar ibu peri peluk siapa tahu bisa tenang setelah ibu peri peluk. " ujar diana seraya tertawa.
Pak rendra yang mendengar percakapan mereka ikut tertawa, ia merasa senang bisa membantu orang lain.
" Bu kalau gitu saya pamit dulu ya, soalnya masih ada urusan di luar. " ujar pak rendra.
" Eh pak, maaf saya lupa kalau ada bapak tadi, jadi gak sempat buatin teh atau kopi deh. " ujar metty yang tidak menyadari ada pak rendra di tempat mereka.
"Gapapa bu, saya pamit dulu ya. " ujar pak rendra.
" Baik pak, terimakasih atas segala bantuannya dan mohon maaf apabila selama ini saya merepotkan bapak. " ujar metty.
__ADS_1
" Gapapa sudah kewajiban saya menolong ibu, kalau gitu saya pamit dulu. assalamu'alaikum bu, diana. " ujar pak rendra seraya masuk ke dalam mobilnya.
" Iya om Wa'alaikumussalam. " ujar diana pada om rendra.