
"Iya bu Alhamdulillah, semoga Allah meridhoi setiap jalan yang metty ambil bu. " ujar metty
"Ya sudah nak kamu ganti pakaian dulu sana, terus susuin anak mu. kata ibu.
Metty pun berlaku meninggalkan ibunya dan segera mengganti pakaian. Saat hendak mengganti pakaian tiba-tiba ponselnya nya berbunyi pertanda ada yang menelepon . Metty Meraih ponselnya yang berada di dalam tas yang baru saja diletakkan di atas meja riasnya.
Saat ponselnya sudah dipegang ia melihat nama suaminya yang menelepon, ia ragu untuk mengangkatnya, ia pun meletakkan kembali ponsel nya dan ia segera berganti pakaian.
Saat hendak keluar kamar untuk menemui ibunya dan menyusui Meity ponselnya kembali berdering, ia meraih ponselnya dan lagi-lagi yang menelepon nya adalah irfan suaminya.
" Kenapa si mas irfan nelpon terus? apa mungkin ada hal penting yang mau ia bicarakan? aku angkat saja deh biar jelas. " kata metty sembari mengangkat ponselnya.
"Halo assalamu'alaikum Mas, ada apa kok tumben nelpon ?. " tanya metty yang memang sangat jarang sekali irfan mau menelepon nya.
"Waalaikumsalam dek, suami nelpon kok dibilang jarang sih. " ujar irfan dengan mengeluarkan nada sedikit marah, yang bagi metty hal itu sudah biasa didengarnya dan tidak membuatnya takut untuk menghadapi laki-laki sepertinya lagi.
"Udah lah mas nggak usah bertele-tele langsung saja mas mau ngomong apa? " tanya metty yang mulai penasaran dengan suaminya yang sebentar lagi akan menjadi mantan suami ku itu.
" Ini lo dek, mas ada kegiatan ke luar kota, mungkin selama 2 minggu mas nggak bisa pulang ke rumah dikarenakan tugas mendadak ini. " Ujar irfan.
__ADS_1
"Emang mas kerja apa sampai ke luar kota segala?. " Tanya metty karena setahu dia suaminya hanya bekerja di bengkel mana mungkin kerja di bengkel sampai bisa ke luar kota segala.
" Anu ini loh dek, mas mau wakili ayah, ayah kan disuruh untuk ngurus bisnis di luar kota, nah karena ayah lagi ada urusan lain, makanya ayah minta aku yang pergi ke sana sebagai Perwakilannya." ujar irfan
"Oh gitu? mas pergi sama siapa?. " tanya diana padahal ia seneng kalau suaminya pergi yang artinya ia bisa dengan mudah bercerai karena irfan tidak akan pernah datang sidang.
" Mas pergi sendiri dek, oh iya kamu mau oleh-oleh apa nanti?." tanya irfan
Metty merasa ada yang aneh dengan ucapan irfan, kok dia masih mau berkata sepeti itu bukannya aku sudah menggugat cerai dirinya, tapi kok sikap dia seakan-akan tidak terjadi apa-apa ya? Atau jangan-jangan dia tidak menerima lagi surat panggilan sidang itu. Tak mau di penuhi dengan pertanyaan yang ia sendiri tidak tahu jawabannya, akhirnya metty mencoba memancing irfan siapa tahu dia hany bersikap begitu biar kau mencabut gugatan ku.
"Mas apa tadi mas tidak Terima surat dari orang rumah mas?. " tanya metty agar ia bisa mengetahui yang sedang terjadi.
" Oh gitu ya mas, ya udah mas aku mau tidurin Meity dulu. " ujar metty setelah mendengar ucapan suaminya bahwa ia tidak menerima surat gugatan tersebut.
"Ya sudah dek, jaga diri kaki juga anak kita ya, mungkin setelah 2 minggu nanti mas baru pulang ke rumah. " Ujar irfan
" Iya mas, Hati-hati di jalan ya, jangan lupa berdoa pada Allah agar kamu selalu dalam lindungan Nya".Meskipun suaminya telah berkhianat namun ia tetap berupaya mendoakan serta mengingat kan suaminya kepada yang baik.
"iya dek, kalau gitu mas tutup dulu ya telponnya. Assalamu'alaikum dek. " ujar irfan sembari mematikan ponselnya.
__ADS_1
Metty bingung kalau bukan irfan yang menerima surat gugatan cerai tersebut, lalu siapa yang menerimanya dan kenapa ia tidak memberikan nya pada irfan. Tak mau pusing metty pun akhirnya melupakan masalah itu dan bergegas menuju rumah Tengah dimana tempat ibu dan anaknya sedang menunggu dia,ia pun menyusul anaknya.
Di lain sisi setelah selesai menelpon metty, tiara dan irfan kelihatan begitu bahagia karena mereka akan berlibur ke luar kota, mereka hanya membohongi metty, irfan sama sekali tidak ada tugas ke luar kota hanya saja tiara yang memintanya untuk berbohong agar si metty percaya kalau memang dia akan ke luar kota.
"Gimana mas? bagus kan ide ku?. " Tanya tiara pada irfan.
"Iya sayang, kamu memang paling pintar mencari alasan. " ujar irfan memuji tiara.
" Ya dong mas? aku kan ingin selalu bersama mu, apapun akan kulakukan agar bisa selalu bersama mu. "
"Iya sayang, akhirnya kita bisa berlibur menghabiskan waktu berdua. " ujar irfan seraya memeluk tiara.
"Kalau gitu aku beres-beresin pakaian kita dulu nanti Sore kan kita berangkat. " Ujar tiara
"Iya dek, mas mau ketemu bapak dulu kalau gitu. " ujar irfan seraya berlalu dari hadapan istri keduanya itu.
Tiara merasa sangat bahagia karena alasan ia untuk mengajak irfan berlibur ialah supaya dia tidak datang ke pengadilan, dengan begitu metty dan irfan akan bercerai dengan mudahnya.
" Mas, mas kok bisanya kamu percaya begitu mudah dengan ku, jangan salahkan aku jika kita pulang nanti surat cerai sudah ada di rumah, aku sudah bertahan cukup lama dalam status istri kedua ini. Dan Ya aku ingin segera menghapus status ku sebagai istri kedua dengan kata lain istri simpanan. "Kata tiara dalam hati sembari berjalan menuju kamar untuk menyiapkan pakaiannya.
__ADS_1