Menitipkan Anak Ke Nenek

Menitipkan Anak Ke Nenek
Bab 88 Tetangga julid


__ADS_3

Irfan langsung mengangkat telpon dari metty.


"ayah, ayah meity kangen sama ayah. " ujar meityza ketika mendengar suara ayahnya.


"Halo anak ayah ni yang nelpon, ayah juga kangen sama kamu nak. " ujar irfan yang mendengar suara putrinya.


"ayah meityza mau main sama ayah. " ujar meityza.


"Mau main apa sayang? " tanya irfan pada putrinya.


"Main ke pantai ayah, Meity sebelum penjara main ke sana. " ujar meityza pada ayahnya.


"Ya udah nanti ayah ke rumah ya, bilangin sama bunda bentar lagi ayah ke sana kita pergi ke pantai. " ujar irfan pada anaknya.


"Siap ayah, jangan Lama-lama ya meity tunggu loh. " ujar meityza dengan senangnya.


"Iya anak ayah, ya sudah ayah tutup telponnya dulu biar ayah ke rumah bunda sekarang. " ujar irfan.


"Oke ayah hati-hati di jalan, meityza sayang ayah. " ujar meityza sembari mematikan panggilan telpon dengan ayahnya.

__ADS_1


Irfan memilih untuk mengenakan pakaian santainya untuk pergi menemui anak dan mantan istrinya.


Bagaimana pun irfan menyayangi mantan istri dan anak nya itu.


"Tapi apa mama akan memberi ki izin pergi ke rumah metty ya?. " tanya irfan pada dirinya sendiri.


Setelah mengenakan pakaian yang ia rasa sesuai irfan hendak menemui mamanya untuk meminta izin ketemu temannya di luar.


Ia gak berani berkata jujur pada mamanya, karena tahu kalau bu rani tidak menyukai metty DNA keluarganya.


irfan bergegas menemui mamanya ke kamar dan akan meyakinkan mama nya kalau Ia keluar sama teman nya.


"Ma, irfan boleh pinjam mobil mau keluar ketemu sama teman. " ujar irfan ketika sampai di kamar mama nya.


Irfan yang mendengar perkataan ibunya merasa begitu senang juga aneh.


Ya dia merasa aneh kenapa ibu nya tidka bertanya sama siapa dia pergi dan kemana.


Ia sangat tahu betul bagaimana karakter ibunya selama ini. Namun Ia tak mau memikirkan itu terpenting ibunya sudah memberi izin untuk keluar.

__ADS_1


"Nanti aku pulang agak sorean ya mah, maklum baru pertama kali mau ngumpul bareng teman lagi. " ujar irfan pada ibunya.


"Iya nak. oh iya kamu masih ada uang pegangan gak?. " tanya bu tunai pada irfan.


"Ada si mah, cukup untuk nongkrong di pantai. " ujar irfan.


"Ya sudah ini kamu pakai aja sepuasnya. " ujar bu rani pada anaknya sembari menyerahkan beberapa lembar uang berwarna merah pada anaknya.


Irfan begitu senang mendapat uang yang begitu banyak dari ibunya.


" wah Terima kasih banyak mah, memang Mama yang paling mengerti keinginan aku. " ujar irfan memuji ibunya.


"Ya sudah pergi sana, mungkin teman mu sudah pada menunggu di sana. " ujar bu rani.


Irfan pun segera meraih kunci mobil dan melakukan mobil nya menuju rumah metty.


"Duh mau kemana udah dandan cantik banget gitu? mau menggoda suami orang ya. " ujar bu Sinta ketika melihat metty yang sedang duduk bersama meityza di depan rumahnya.


"Ibu jangan fitnah ya, memangnya kalau saya dandan tandanya mau menggoda suami orang? " tanah metty dengan kesal karena mendengar tudingan dari bu Sinta.

__ADS_1


"Ya kan biasa nya janda kaya gitu suka menggoda sampai suami orang juga di embat." ujar bu Sinta dengan julid nya.


"Aduh bu Sinta ibu gak ngaca ya? jangan nilai orang lain dulu coba nilai anak ibu sendiri yang bolak balik bawa cowok ke rumah. " ujar metty yang tak suka dengan ucapan bu Sinta.


__ADS_2