Menitipkan Anak Ke Nenek

Menitipkan Anak Ke Nenek
Bab 27 Rencana Tiara


__ADS_3

Setelah pertengkaran tiara dengan irfan, hampir 3 hari irfan mendiamkan tiara, tiara yang tidak mau terus-terusan di diamkan oleh irfan berusaha membujuknya.


" Mas kenapa sih, ini udah hari ketiga loh kamu tidak pernah mau berbicara dengan ku. " ujar tiara.


irfan yang mendengar ucapan tiara tidak menggubris nya, ia memilih sibuk berkutat dengan HP nya.


"Mas kalau orang lagi ngomong itu didengerin dong. " ujar tiara.


" Udah tahu salah malam gak minta maaf lagi. " ujar irfan dengan cuek nya.


"Apa kamu bilang ma? Aku salah, coba katakan dimana letak kesalahan ku?. " ujar tiara yang mulai emosi kalah disalahkan oleh irfan.


"Apa kamu tidak bisa melihat kesalahan mu sendiri sehingga meminta orang lain untuk mengatakan dimana letak salah mu?. " kata irfan.


" Dengar ya mas, aku sedikitpun tidak pernah merasa bersalah atas apa yang aku katakan waktu itu. " ujar tiara karena ia merasa apa yang dikatakan ada benarnya.


" Oh jadi kamu beranggapan bahwa aku yang salah?. " ujar irfan lagi.


" Ya memang kamu bersalah bersama dengan keluarga mu karena selalu mengambil hak orang lain. " Ujar tiara tak kalah emosi dari irfan yang tidak pernah mau menyadari atas kesalahan yang dilakukan olehnya juga keluarga nya.


Irfan yang mendengar omongan tiara menggebrak meja dan menghampiri tiara.


" Kurang ajar ya kamu, sudah berani sekarang melawan aku?. " ujar irfan.


" kamu kira aku takut sama kamu heh, dari dulu pun aku tidak pernah sedikitpun merasa takut sama laki-laki pecundang kaya kamu. " ujar tiara dengan emosinya akibat ulah irfan.


Plakk irfan menambah tiara dengan begitu kerasnya sehingga tubuh tiara tersungkur ke atas ranjang.


" Ini balasannya jika kamu berani melawan aku, kamu jangan lupa aku bisa berbuat apa saja sesuai dengan keinginan ku, jadi jangan coba-coba untuk melawan ku. " Ujar irfan sembari duduk di hadapan tiara.


"Kamu berani menampar ku mas? aku tidak percaya ini. " ujar diana sambil memegang pipinya yang memerah akibat tamparan keras dari irfan, ia tak dapat menahan tangisnya.


"Kenapa kau harus takut dengan seseorang tidak menghargai ku?." ujar Irfan dengan angkuhnya.

__ADS_1


Tiara yang mendengar Irfan hanya bisa menangis terisak, ia tidak menyangka orang yang ia cintai berani berbuat seperti itu padanya.


"Aku akan membalas semua perbuatan mu mas, tunggu saja sepulang dari ini kamu akan terkejut dengan semua yang akan aku perbuat pada mu juga keluarga mu." Batin Tiara.


"Mas maafkan aku, aku tidak bermaksud bicara seperti itu. " ujar tiara yang berusaha mencari simpati kepada suaminya, karena setelah ini ia akan membuat nya hancur.


"Sudahlah jangan ganggu aku, lebih baik kamu mandi sana dan pesan makan, aku lagi males keluar. " ujar irfan menyuruh istrinya.


"Iya mas, aku mandi dulu baru pesan makannya. " Ujar tiara sambil berlalu dari kamar dan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan menyegarkan pikirannya.


Selesai mandi Tiara langsung pergi memesan makanan, pipinya yang lebam akibat tamparan kelas dari irfan sengaja tidka ditutupi biar orang di luar sana nanti tahu kalau irfan telah melakukan KDRT pada ku. Batin Tiara sembako menuju tempat memesan makanan.


"Mbak saya pesan makanan dan minuman tolong antar kan ke kamar nomor 23 ya. " ujar tiara sambil menyerahkan pesanannya.


"Baik bu, bu itu kenapa pipinya lebam gitu?. " Tanya mbak shiren yang bertugas melayani pesanan ku.


" gapapa kok mbak, tadi jatuh dari kasur. " ujar Tiara beralasan.


" Masa si bu, itu kayanya bekas tamparan deh. " kata mbak shiren, karena memang bekas tamparan mas irfan berbekas.


Namun belum jauh Ia melangkah mbak shiren keburu menahan tangan ku.


"Bu, kalau suami ibu memukuli ibu, laporkan saja bu, jangan didiemin nanti ibu bisa dipukuli lagi. " ujar mbak shiren.


" Iya mbak pasti? cuma untuk sekarang saya masih belum bisa melaporkan suami saya. " kata tiara.


"Loh kenapa bu? nanti keburu ibu kenapa napa lagi kalau gak dilaporin sekarang. " ujar mbak shiren.


"Saya belum punya bukti kuat mbak, lagipula ini pertama kalinya, mungkin suaminya saya tadi tidak bisa mengontrol emosinya mbak."


"Ya udah kalau gitu saya siapin pesanannya dulu bu. " ujar mbak shiren.


Tiara pun berlalu dari hadapan mbak shiren dan kembali ke kamar, sampai di kamar ia melihat suaminya begitu mempesona sedang berbaring di kasur.

__ADS_1


" Mas kenapa disitu? mas gak mandi?. " tanya Tiara yang terpesona dengan suaminya apalagi bau parfum yang digunakan suaminya membuat ia ingin memeluk suaminya.


"Udah pesan makanannya sayang?. " ujar irfan sok manis.


" Udah mas, paling bentar lagi di antar. " ujar tiara sambil terus memandangi suaminya.


"Kalau gitu sini kamu duduk dulu sini. " ujar Irfan seraya menepuk tempat di sebelahnya agar tiara segera duduk disebelahnya.


Tiara menuruti perkataan irfan ia segera mendekat ke irfan dan duduk di sampingnya.


" Sayang, maafkan mas ya, tadi mas khilaf nampar kamu. " Ujar irfan yang takut kalau Tiara Meninggalkan nya, karena ia sangat menyayangi Tiara, dan dengan cara seperti inilah irfan dapat meluluhkan tiara.


"Mas tumben kamu harus sekali pagi-pagi. " ujar tiara.


" Mas menginginkan mu pagi ini sayang, kamu mau kan?. " ujar irfan seraya memeluk tiara dan menciuminya dengan erat.


Tiara yang mendapat perlakuan seperti itu menurut saja, karena ia selalu siap jika suaminya menginginkannya.


"Mas tunggu dulu sebaiknya kita sarapan dulu. " ujar Tiara berusaha menolak padahal dalam hatinya menginginkan suaminya.


Namun irfan tidak menggubris ucapan tiara, ia terus menerus menyentuh setiap inci tubuh tiara, sehingga tiara tidak bisa berbuat apa-apa, ia sudah menikmati setiap sentuhan dari suaminya.


Beberapa menit pintu kamar pun diketuk, pertanda bahwa makanan sudah siap.


" mas bukain pintu dulu sana. " Ujar tiara menyuruh irfan untuk membuka pintu karena ia sedang tidak berbusana.


"Iya sayang kamu tunggu di sini ya. " irfan pun pergi membukakan pintu dan membawa masuk makanan yang di pesan istrinya tadi.


"Sayang kita sarapan dulu atau mau lanjut?. " ujar irfan setelah masuk ke kamar.


" Kita sarapan aja dulu mas, aku udah lapar. " ujar Tiara seraya menghampiri suaminya.


"Oke sayang aku siapkan dulu buat kamu ya, kamu harus makan banyak biar banyak tenaganya. " ujar irfan sambil menyiapkan makanan yang dibawa tadi untuk istrinya.

__ADS_1


Mereka pun sarapan dalam diam, tidak ada yang bicara satu sama lain, tiara masih merasa belum puas menikmati suaminya. sehingga ia tidak memiliki gairah untuk sekedar berbicara dengan suaminya.


__ADS_2