
"Sudahlah jangan menangis lagi, gimana kabar suami mu? " ujar pak yanto pada anaknya.
"Nanti malam aku ke rumah pa, akan ku ceritakan semuanya nanti malam. " ujar tiara sembari menghapus air matanya.
"Baiklah kalau itu yang kamu inginkan. " ujar pak yanto.
"apa mama gak marah kalau aku ke rumah nanti pa?. " tanya tiara yang sangat mengetahui karakter ibunya.
"Tentu saja tidak nak, mama mu selalu merindukan kamu semenjak kejadian hari itu. " ujar pak yanto pada putrinya.
"Baiklah kalau gitu pa, aku tutup dulu soalnya masih banyak pekerjaan. " ujar tiara pada papanya.
"Ya udah kamu hati-hati di sana nak, assalamu'alaikum. " ujar pak yanto sebelum panggilan diakhiri.
"Wa'alaikumussalam baik pak. " ujar tiara dan langsung menutup panggilan tersebut.
"Terima kasih ya Allah ternyata orang tua ku masih mengingat aku sebagai anaknya. " ujar tiara dalam hatinya.
Tiara merasa begitu bahagia setelah menerima telpon dari ayahnya. Ia tak menyangka kalau ayahnya masih mau menelponnya walau berkali-kali tiara mencoba menelepon ayah tapi tak pernah diangkat.
Dan hari ini kebahagiaan yang begitu berarti bagi dirinya karena ayahnya mau memaafkan segala kesalahan di masa lalu.
__ADS_1
"sebaiknya sekarang aku selesaikan semua pekerjaan kantor biar aku bisa pulang lebih awal nantinya." ujar tiara pada dirinya.
Di lain sisi metty sedang sibuk menemani anaknya bermain. karena sudah beberapa hari anaknya marah pada dia karena selalu membentaknya.
"Bunda kapan kita main bareng ayah, aku kangen sama ayah. " ujar meityza ketika sedang asyik berlian bareng bundanya.
"ayah kamu sibuk nak, belum sempat untuk menemani kamu bermain. " ujar metty pada anaknya meityza.
"Bunda coba telpon ayah meityza mau ngomong sama ayah. " ujar meityza pada bundanya.
Metty memang ingin menelpon mantan suaminya karena ia merindukan belain dari mantan suaminya itu.
Namun orang tua metty tak akan merestui hubungan mereka jikalau mereka rujuk.
Dan Ia sudah berjanji pada dirinya kalau Ia tidak menyukai irfan bahkan Ia sudah berdamai dengan tiara.
Ia gak mau merusak kepercayaan tiara yang di berikan pada nya.
"bunda kenapa melamun meityza pengen ngomong sam ayah, ayok bunda telpon ayah. " ujar meityza dengan cerewet nya.
"Eh iya nak, bunda mau ambil ponsel bunda dulu. " ujar metty sembari melangkah masuk ke kamarnya untuk mengambil ponsel di atas nakas kamar.
__ADS_1
Hati metty berdebar tak menentu ketika memegang telponnya, Ia malu jika harus menghubungi irfan si mantan suaminya itu.
Namun ia merindukannya, dan Ia menelpon irfan kan hanya karena permintaan anak nya.
"Duh kok aku jadi deg-degan gini sih, padahal waktu itu biasa aja. " ujar metty yang deg-degan.
Ia segera membawa ponselnya keluar dan menyuruh meityza sendiri untuk menelpon ayah nya.
"Nak ini kamu telpon sendri ayah mu. " ujar metty sembari menyerahkan ponsel kepada anaknya.
Meityza segera meraih ponsel tersebut dengan senang hati.
Ia mencari kontak ayahnya dan menekan tombol panggilan.
Sekitaran beberapa menit barulah panggilan itu diangkat oleh irfan.
"Hallo assalamu'alaikum dek, ada apa menelpon?. " tanya irfan.
Irfan yang sedang asyik berbaring melihat ponselnya berbaring segera mengambilnya.
"Wah metty nih, tumben dia telpon aku?ah mungkin dia kangen kali sama aku. " ujar irfan yang melihat nama metty di layar ponselnya.
__ADS_1