Menitipkan Anak Ke Nenek

Menitipkan Anak Ke Nenek
Bab 48 Terbongkar


__ADS_3

"Ya siapa tahu kamu mengancam dia untuk tidak berkata jujur pada saya. " ujar tiara tanpa menatap Tomi.


"Bukankah itu sama saja dengan ibu memfitnah saya?. " ujar Tomi tak suka dengan tuduhan bosnya.


"saya hanya ingin kalian berkata jujur sebelum saya memutar Cctv ini. " ujar tiara.


"Berapa kali saya bilang, saya sudah berkata jujur tapi anda malah memfitnah saya. " ujar Tomi yang sudah emosi.


"Tutup mulut kaku Tomi, apa kamu tidak bisa hormat pada atasan kamu? " tanya tiara dengan geramnya.


"Bu sudah maafkan dia mungkin dia terobsesi sama saya bu. " ujar Sinta yang melihat kalau tiara lebih mempercayainya.


" Sinta sebaiknya kamu berkata jujur, jangan biarkan lelaki seperti dia mengancam kamu. toh disini ada saya. " ujar tiara memberi pembelaan pada Sinta.


"Sa.... saya dijebak sama dia bu, dia mengancam saya kalai saya berkata jujur dia akan membunuh saya bu. " ujar Sinta memulai kebohongannya yang baru.


"Berani sekali kamu mengancam Sinta dasar laki-laki tak tahu malu. " ujar tiara kalah mendengar kata sinta.


"Ternyata anda atasan yang sangat bodoh ya bu tiara. " ujar Tomi yang kesabarannya sudah habis.


"Plak.... berani sekali kaku berkata seperti itu pada saya. " ujar tiara seraya menampar Tomi.


Sinta kaget melihat tiara menampar Tomi. ia makin takut gimana kalau semua rahasianya terbongkar, selama ini ia hanya berfoya-foya menggunakan uang kantor selama ia memegang jabatan sebagai ketua.


Toni yang tidak Terima di tampar karena ia merasa tidak melakukan kesalahan, ia membalik tamparan nya ke sinta


"plak.... ini balasannya karena saya ditampar akibat kebohongan mu." ujar Tomi menampar Sinta


"hey laki-laki tak.... " ujar tiara yang belum menyelesaikan ucapannya karena di potong oleh Tomi.


"Sebelum anda lebih jauh menghina saya. lebih baik sekarang anda cek CCTV-nya, " ujar Tomi.


"apa hal mu menyuruh saya. " ujar Tiara yang kaget melihat reaksi Tomi.


"Karena anda terlalu bodoh dan sangat mudah untuk dikelabui. jadi lebih baik anda cek cctv sebelum anda menjadi lebih bodoh. " ujar Tomi dengan tegas.

__ADS_1


Tiara yang mendengar ucapan Tomi pun bergegas mengecek cctv nya agar ia tahu siapa pembohong sebenarnya.


"Bu ngapain dengerin omongan dia, sudah jelas dia bersalah. ibu lihat sendiri kan tadi dia berani menampar saya. " ujar Sinta yang mengulur-ulurkan waktu dan berharap supaya tiara melupakan tentang cctv itu.


Dengan begitu akan lebih mudah baginya untuk terus berada di posisi ini dan tetap menjadi orang kepercayaan tiara.


"kamu takut kalau kamu temuan bohong?. " ujar Tomi yang melihat gelagat Sinta.


"siapa bilang aku takut, buktinya aku tidak lari dari semua ini. Jangan-jangan kaku lagi yang takut. " ujar sinta.


"Heran deh ada ya wanita seperti kamu, kalau kamu tidak takut mari kita cek cctv bersama-sama. " ujar Tomi dengan tegas membuat Sinta terdiam.


Silahkan anda nyalakan cctv nya. biar lain kali anda tidak terlalu bego. " ujar Tomi pada tiara.


"jaga ucapannya saya atasan kamu, jadi sopan sedikit berbicara pada saya. " ujar tiara yang tidak suka dipanggil anda.


"seandainya anda bisa sopan kepada bawahan anda, maka saya akan lebih sopan dengan anda. " ujar Tomi sambil membuang muka dari tiara.


Tiara yang males berdebat sekarang karena ia hanya ingin mencari kebenaran dari apa yang ia lihat tadi.


Tiara segera memutar cctv tersebut dan mulai menonton rekaman yang sebenarnya terjadi.


"Anda bisa melihat sendiri kan apa yang sebenarnya terjadi disitu. " ujar Tomi yang memang tidak bersalah.


"kamu tidak perlu mengajari saya, saya tidak buta." ujar tiara kesal.


"pantes saja anda muda dikelabui dikarenakan sifat anda yang seperti itu. " ujar Tomi.


"Seperti itu apa maksud kamu. " ujar tiara seraya menggebrak meja, membuat semua orang terkejut.


"Seperti yang anda lakukan pada saya. anda tidak tahu yang sebenarnya tetapi anda sudah memfitnah saya Seakan-akan saya lelaki yang tidak punya harga diri. " ujar Tomi melempar barang-barang di atas meja.


Tiara yang melihat Tomi marah dan emosi hanya diam dan kaget, ia tahu kalau ia sudah melakukan kesalahan karena orang kepercayaan nya.


"Itu karena saya memancing salah satu dari kalian supaya berkata jujur. " ujar tiara membela dirinya.

__ADS_1


"Bukankah saya berkata jujur, lalu anda malah menuduh saya, gimana kalau anda yang berada di posisi saya?. " tanya Tomi yang sudah dikuasi oleh amarahnya.


Tiara yang tidak mau memperpanjang masalah ini, ia akhirnya memilih untuk meminta maaf pad Tomi.


"Saya tahu saya salah maka dari tiu saya minta maaf atas apa yang telah saya lakukan kepada kamu. " ujar tiara.


"Minta maaf emang mudah tapi sakit hati yang saya rasakan tidak mudah untuk disembuhkan. " ujar Tomi.


"lalu apa mau kamu Tomi? " tanya tiara dengan lembut.


"saya tidak menginginkan apa-apa, hanya saja kalau memilih orang kepercayaan itu harus Hati-hati. " ujar Tomi.


"Saya mengerti dengan yang kamu katakan. " ujar tiara.


"Dan untuk kamu Sinta, mengapa kamu membohongi saya? apa selama ini kamu berbuat hal seperti itu selama saya meninggalkan kantor ini?. " tanya tiara pada sinta.


"Bu maafkan saya, saya hanya menginginkan Tomi bu, dia selalu menolak saya sehingga saya berniat melakukan itu." ujar Sinta uang sangat menginginkan Tomi.


"Anda dengar sendiri sekarang ucapan dia? saya tidak menyangka anda bisa mempercayai orang seperti itu. " ujar Tomi menunjuk wajah sinta.


"Kenapa kamu menolak Sinta, bukankah dia wanita yang cantik? ujar tiara pada Tomi.


" Cantik saja tidak cukup, percuma cantik kalau kelakuannya buruk, laki-laki mana yang mau sama wanita sepeti itu? " ujar irfan.


"Maksud kamu apa berbicara seperti itu pada Sinta seakan-akan ia wanita yang paling buruk. " ujar Tiara yang mendengar ucapan tomi.


"Coba saja anda tanyakan kepada seluruh karyawan disini. bagaimana kelakuan dia sekam dia memegang jabatan sebagai atasan disini. " ujar Tomi pada tiara agar ia bisa tahu kelakuan Sinta selma ini.


Tiara yang mendengar ucapan Tomi pun memanggil satpam yang berjaga di depan pintunya.


"pak satpam tolong masuk kesini." ujar tiara.


Sinta yang merasa semuanya akan terbongkar hari ini hanya g dima membisu, ia tak tahu harus berkata apa dan mencari pembelaan dari siapa lagi.


"Iya bu ada yang bisa saya bantu? . " tanah oak satpam yang mendengar panggilan tiara barusan.

__ADS_1


"panggilkan beberapa karyawan untuk masuk kesini." ujar tiara pada satpam.


"baik bu laksanakan. " ujar pak satpam sambil berlalu dari ruangan tersebut.


__ADS_2