
"Yeh memang ayah yang terbaik. " ujar meityza dengan wajah yang terlihat begitu senang.
"Untuk anak ayah apa si yang nggak. " ujar irfan.
"sudah kalian jangan ngobrol terus kita mau duduk di sebelah mana mas?. " ujar metty yang males mendengar ocehan mereka.
"Dimana aja yang penting nyaman untuk menikmati makan siang. " ujar irfan dengan nada menggoda.
"Ya udah biar aku yang pilih tempat duduknya. " ucap metty yang males berdebat dengan mantan suaminya itu.
Metty pun memilih tempat duduk di samping kaca, agar ia bisa melihat pemandangan di luar saat menikmati makanannya.
"Disini aja, tempatnya juga jauh dari keramaian dan kita bisa makan dengan tenang. " ujar metty.
Irfan dan meityza hanya menuruti saja apa yang dikatakan oleh metty.
mereka duduk di tempat tersebut dan memesan makan sesuai dengan kesukaan mereka.
"Baru pertama kali meityza makan di tempat semewah ini. " ujar meityza dengan bawelnya.
"Nanti ayah ajakan kamu sering-dering deh makan di tempat seperti ini. " ujar irfan pada putrinya.
__ADS_1
"Terima kasih ayah, sudah membuat aku merasa senang dengan ucapan ayah. " ujar meityza.
Di lain sisi merry baru saja sampai di restoran favoritnya.
Ia segera memarkirkan mobilnya tepat di samping mobil irfan.
ketika turun dari mobilnya tiara merasa tak ading dengan mobil di samping nya.
"Kayanya aku kenal deh pemilik mobil ini, kok kaya mobil mas irfan ya? " tanya tiara sambil mengerutkan keningnya.
Tak mau di buat pusing dengan siapa pemilik mobil itu, tiara memutuskan untuk segera masuk ke dalam restoran. karena ia sudah merasa sangat lapar sekali.
Tiara melangkah masuk dan menuju kursi tempat favoritnya. yang terletak di bagian paling pojok restoran itu.
Setelah duduk di tempat favoritnya tiara meraih buku menu dan memanggil pelayan untuk menghidangkan makanan nya.
Ketika dia melihat sekeliling ruangan restoran tersebut matanya tertuju pada sosok yang paling ia kenal.
Ya itu adalah irfan, yang sedang asyik bercanda dengan metty dan anaknya.
"Ternya selama ini kamu sudah membohongi aku mas. " ujar tiara dengan mengepalkan tangannya.
__ADS_1
Tiara merasa sangat kecewa dengan ulah suaminya itu yang sudah berani membohongi nya.
"bajingan kamu mas, sudah berani berlian dengan orang yang selama ini mempercayai mu. " batin metty.
Tiara mengambil potret foto irfan dan metty saat sedang saling menyuapi satu sama lain.
Ia sengaja mengambil foto tersebut jika sewaktu-waktu irfan bermain tangan dengannya.
Atau mungkin jika sudah tidak tahan lagi dengan irfan dan memutuskan untuk bercerai nantinya.
"sudah lah mas, malu dilihat sama orang. " ujar metty ketika selesai di suapi oleh irfan.
"Bunda jangan gitu dong, aku tuh pengen ngelihat ayah sama bunda romantis. " ujar meityza pada kedua orang tuanya.
"Nah anak kita aja bisa ngomong romantis masa kamu kalah sih sama anak kecil. " ujar irfan menggoda metty.
"Sudah lah habiskan makanan kalian biar kita bisa pergi ke pantai sekarang. " ujar metty padahal dalam hatinya ia ingin terus bersama dengan irfan.
Tiara yang melihat kebahagiaan mereka merasa sakit hati, dia cemburu bisa-bisa irfan kembali kepada mantan istrinya.
Padahal dia sudah berjalan tidak akan kembali bersama metty begitu juga dengan metty.
__ADS_1
Dia sudah berjanji pada tiara tak akan tergoda dengan irfan, namun nyatanya mereka telah berkhianat.