Menitipkan Anak Ke Nenek

Menitipkan Anak Ke Nenek
Bab 42 Akur


__ADS_3

"Meskipun metty bilang dia tidak mau bersama mu, tapi kamu sendiri mencintai dia dan kaku bisa melakukan apapun untuk bisa memilikinya lagi. " ujar tiara dengan semakin terisak.


"Sayang tolong kamu pahami keadaan kita sekarang, mas kan udah bilang kalau mas tidak bisa memiliki met lagi. " Ujar irfan yang merasa bersalah pada tiara.


Bagaimana pun juga selama ini tiara sudah menemaninya dalam setiap langkah yang dia ambil, jadi tidak mungkin baginya untuk menceraikan tiara.


Selama ini tiara tetap menjadi cinta pertama ku dan akan selalu begitu meskipun sekarang aku memiliki rasa pada orang lain.


Tapi rasa itu harus ku kurung dalam-dalam karena tidak mungkin bagiku untuk memilikinya lagi, Batin irfan.


"Selama ini aku selalu mengerti keadaan mu mas, tapi kamu yang ngelunjak, dan aku rasa kita tidak bisa bersama lagi." ujar tiara.


" Sayang tolong jangan berkata seperti itu, mas sangat mencintai mu. "Ujar irfan yang masih sangat mencintai tiara.


" Tiara tidak baik seorang perempuan berkata seperti itu, lebih baik kalian selesaikan dengan cara baik-baik. " Ujar metty yang mendengar ucapan mereka.


"Kamu yang membuat masalah ini metty, karena kehadiran mu membuat aku merasa kamu mencintai irfan. " Ujar tiara yang tidak menyukai metty.


"Astaghfirullah tiara apa yang aku lakukan sehingga kamu bicara seperti itu.? " tanya metty.


"Sayang kamu jangan salahin metty dong, aku yang meminta dia ke sini kan. " ujar irfan yang melihat metty disudutkan oleh Tiara.


"Kenapa kamu meminta metty datang kesini? bukankah karena kamu mencintainya?. " tanya tiara.


Irfan sedikit terdiam kala mendengar pertanyaan tiara, karena memang benar dia meminta metty datang agar ia bisa melihat metty.


"Kenapa diam mas, kamu gak bisa jawab kan?. " ujar tiara yang melihat irfan terdiam.


"Sayang kamu salah paham mas meminta metty kesini hanya karena mas kangen sama meityza itu aja. " Ujar irfan beralasan.


"Aku tidak melihat ada kejujuran dimata mu mas. " ujar tiara yang mendapati irfan tengah berbohong dengannya.


"Tiara sudah biarkan aku bicara dulu sekarang. " ujar metty yang melihat perdebatan mereka hanya karena kehadirannya.


"Sudahlah kamu sama aja dengan irfan metty, kalian saling cinta kan? " ujar tiara.


"astaghfirullah tiara aku akui duku sewaktu mas irfan masih status suamiku, aku memang sangat mencintainya, tapi karena dia sudah berkhianat padaku membuta segala cinta ku pudar padanya " Ujar metty panjang lebar.

__ADS_1


Mendengar ucapan metty tiara merasa sedikit lega, karena bagaimana pun untuk saat ini ia masih mencintai irfan dan ia tidak rela cintanya dibagi menjadi dua. batin tiara.


"jika kalian sering bertemu seperti ini suatu saat pasti kalian sama-sama kana memiliki perasaan yang sama. " ujar tiara yang masih tidak percaya pada mereka berdua.


"Kamu tenang saja tiara aku bisa jaga perasaan orang lain untuk tidak terluka meskipun orang-orang sellau membuat ku terluka." ujar metty yang mengingat masa lalunya.


Tiara yang mendengar ucapan metty merasa tersindir. Apa begini yang dirasakan metty waktu dulu aku menikahi irfan diam-diam?. tanya tiara dalam hati.


"Sudah-sudah kalian jangan bertengkar? malu jika nanti di didengar orang lain. " ujar irfan pada keduanya.


"Kamu yang membuat perselisihan antara kami irfan karena keegoisan mu. " Ujar tiara yang marah pada irfan.


"Sayang sudah jangan bahas yang lain. sebaiknya kami duduk kesini. " Ujar irfan menyuruh tiara duduk di sampingnya.


Tiara pun menurut perkataan suaminya, ia bergegas duduk di kursi samping suaminya.


"Metty bisa tolong kamu juga kesini bentar. " Ujar irfan.


Metty segera berjalan ke arah irfan di samping tiara.


"Mas ingin kalau berdua akur, tiara kamu istri ku sedangkan metty memiliki anak ku. " Ujar irfan lada keduanya.


"Oh jadi maksud kamu suruh aku kesini hanya untuk membicarakan hal ini. " tanya tiara yang bangkit dari duduknya ingin bergegas keluar dari ruangan ini.


"Dengerin mas dulu sayang. " Ujar irfan seraya menahan tangan tiara yang hendak pergi.


"Lepasin aku mas, aku tidak rela jika harus dimadu. " ujar tiara menepis tangan Irfan yang memegangnya.


Tiara mengira bahwa irfan akan menikahi metty lagi, padahal irfan berniat untuk mendamaikan mereka, biar oun ia tidka bisa memiliki metty setidaknya ia bisa terus bersama anaknya.


Dan untuk bisa terus bersama anaknya ia harus mendamaikan keduanya, baik metty maupun tiara mereka harus akur, karena jika aku bertemu anak ku nanti pastilah aku harus ke rumahnya batin irfan.


"Tiara mas mohon kamu dengerin mas dulu, mas tidak ingin berpisah dari mu, sudah cukup mas berpisah dari metty tapi tidak dengan mu. " ujar irfan berusaha menenangkan hati tiara.


"Kalau gitu kenapa mas masih bertemu dengan metty. " ujar tiara.


"Mas hanya ingin bertemu meityza, mas mohon kamu ngertiin mas. " ujar irfan meminta pengertian dari tiara.

__ADS_1


"Kamu yakin ingin bertemu anakmu saja atau itu hanya sebagai alasan kamu agr bisa bertemu metty. " ujar tiara yang masih belum mendapatkan kepercayaan dari irfan.


"Tiara sudah, meskipun irfan mencintai ku tapi aku tetap tidak bisa bersamanya. Jadi kamu jangan takut karena sekarang irfan sudah sepenuhnya menjadi milikmu. " Ujar metty memotong percakapan diantara mereka berdua.


"Sekarang kamu bilang gitu, tapi kita gak tahu kedepannya bisa saja kamu menyukai irfan kembali. " ujar tiara.


"Tiara bukankah irfan sangat mencintai mu? lalu kenapa kamu takut kehilangan dia?. " Tanya metty yang mengetahui kalau irfan sangat menyayangi tiara bahkan sebelum mereka menikah.


"Itu dulu metty buktinya sekarang irfan bisa mencintai mu, so bukan hal yang mustahil bagi kalian untuk bersama kembali." ujar tiara dengan emosi.


"Tiara sudah jangan berdebat lagi, mas ingin kalian berdua akur, tapi kenapa kamu selalu saja mencari masalah?." tanya irfan yang melihat kelakuan istrinya.


"Sudahlah mas, aku ingin kita bercerai, aku gak mau hidup bersama kamu lagi. " Ujar tiara.


"Apakah kamu sudah tidak cinta lagi sama mas? sehingga kamu tega ninggalin mas dalam keadaan seperti Tiara? . " tanya irfan meneteskan air mata.


Tiara yang melihat irfan meneteskan air mata, merasa bahwa suaminya berkata dengan jujur, dan tiara tidak sanggup jika ia meninggalkan irfan.


"Aku sayang sama kamu mas, tapi kamu selalu saja bertingkah seolah aku sudah tidak berarti lagi bagimu. " ujar tiara menguarkan semua isi hatinya selama ini.


"Kalau kamu sayang sama mas, kamu harusnya percaya dan mendukung atas setiap langkah yang mas ambil. " ujar irfan.


"Baiklah sekarang aku percaya sama kamu mas, kalau diantara kalian hanya sebatas mantan. " ujar tiara.


"Metty bisakah kalian berdua akur meskipun kamu mantan istri ku, aku ingin diantara kita semua tidak ada yang menyimpan dendam satu sama lain. " Ujar irfan meminta jawaban dari metty.


"Kalau aku bisa-bisa saja mas, tapi gimana dengan istri kamu aku takutnya nanti dia berfikir yang macam-macam tentang aku".ujar tiara.


" Kita bisa akur asalkan tidak ada yang berkhianat diantara kita. "ujar tiara.


" Alhamdulillah kalau gitu akhirnya aku bisa bertemu meityza sepuasnya. " ujar irfan seraya memeluk meityza dan tiara.


"Metty bisakah aku menganggap meityza juga sebagai anak ku?. " tanya tiara yang ingin menyayangi meityza layaknya anak sendiri.


"Tentu saja bisa tiara, selama kalian tidak menyakiti perasaannya. Ujar metty.


Tiara pun mendekati metty dan memeluknya dengan tulus, begitu juga dengan metty yang membalas pelukan tiara dengan senang hati.

__ADS_1


__ADS_2