
" Biar dia tau rasa din, selama ini udah aku baik-baikin dia nya malah ngelunjak. " ujar metty.
"Iya juga sih, tapi gimana nanti kalau irfan menggebrak pintu metty? . " ujar diana.
"Nggak kok din, kalau dia buat keributan bisa didenger tetangga nanti diusir. " ujar Metty.
Irfan yang sudah menunggu hampir satu jam, namun belum ada yang membuka pintu berniat untuk menggedor pintu rumah.
"dor dor dor." bunyi pintu yang irfan coba untuk membukanya.
"Metty aku tau kamu ada di dalam buka pintu nya sekarang atau aku gebrak pintu ini. " ujar irfan.
Metty yang mendengar ucapan irfan pun menuju pintu untuk membukanya, sedangkan diana ku suruh untuk menjaga meityza adapun ibu dan bapak aku minta untuk sembunyi di kamar agar irfan mengira aku cuma sendiri di rumah.
"Metty buka pintunya sekarang. " ujar irfan.
" Ada apa sih ribut malam-malam?. " ujar Metty.
"Kenapa lama sekali kamu buka pintu?, aku mau bicara sama kamu. " ujar Irfan.
"Dengarkan saya baik-baik kita sudah tidak punya hubungan apapun lagi, dan saya tidak mau bicara dengan anda. " ujar metty.
"Aku datang kesini mau ngomong baik-baik sama kamu. " ujar irfan.
" Saya tidak ingin berbicara dengan anda. " ujar metty.
"Jangan paksakan saya untuk melakukan sesuatu di luar dugaan kamu metty. "ujar irfan.
"Silahkan saya tidak takut sama anda. "ujar metty dengan lantang.
Irfan yang mendengar ucapan metty tak dapat menahan emosinya.
" Plak, irfan menampar metty membuat ia tersungkur karena tidak bisa mengimbangi dirinya.
"Itu balasannya jika kamu berani melawan aku. " ujar irfan.
Metty yang merasa agak pusing karena mendapat tamparan yang begitu keras berusaha bangkit dan.
Plaakkk.......
__ADS_1
Metty menampar kembali irfan yang sudah membuatnya pusing.
" Kamu kira aku bakalan takut dengan kamu ha?. "ujar metty seraya menunjuk wajah irfan.
irfan yang melihat keberanian metty, merasa takut, baru pertama kali metty berani mengangkat tangan untuk memukul ku, batin irfan.
" Kamu berani menampar ku sekarang? jangan kurang ajar kamu." ujar irfan.
" Gak ngaca kamu irfan, siapa yang kurang ajar aku atau kamu? " ujar metty.
Irfan mengangkat tangannya untuk menampar metty karena sudah berani melawannya, namun metty dengan sigap menghadangnya dan.
plaakkk....... Metty menampar irfan untuk kedua kalinya, sebelum irfan yang menampar nya.
"Sebaiknya kamu pergi dari sini sekarang jangan pernah kembali lagi. " ujar metty.
Irfan yang mendapat dua kali tamparan dari diana belum menyerah ia berusaha berkata lembut agar metty mau berbicara dengan nya.
"Dek, maafkan mas telah menampar mu, mas hanya mau berbicara sama kamu. " ujar irfan.
Metty yang melihat kelakuan irfan tidak akan membiarkan hatinya luluh lagi dengan laki-laki seperti dia, namun ia mencoba memberikan kesempatan irfan untuk berbicara.
Irfan merasa mendapat sebuah kesempatan untuk membujuk metty ia pun mengutarakan maksudnya.
" Ini dek, mas kesini mau anterin oleh-oleh yang mas bawa dari jakarta. " ujar irfan.
" Oh Terimakasih sudah merepotkan mu. " Ujar metty seraya mengambil oleh-oleh yang disodorkan irfan.
"Anu dek, mas mau nanya, kenapa kamu sampai menceraikan mas? memangnya apa kesalahan mas?. " Ujar Irfan.
"Irfan, Irfan, kamu kira aku bodoh apa, sampai tidak tahu akal busuk mu. " ujar metty merasa enek dengan segala sikap sok peduli dari irfan.
" Maksud kamu dek?. " ujar irfan dengan penasaran karena ingin mengetahui siapa yang memberitahu metty tentang rahasianya.
"Halah gak usah sok polos gitu deh irfan, aku tahu semua rahasia mu dan apa alasan kamu menikahi aku, aku sudah tahu semuanya irfan. " Ujar metty sembari berjalan meliuk-liuk di depan irfan.
Irfan kaget dengan ucapan metty.
"Dek, tapi kamu tidak bisa melakukan ini pada ku, apa kamu tidak memikirkan bagaiman nasib anak kita nanti?. " ujar irfan.
__ADS_1
" Sudahlah irfan gak usah bawa-bawa nama anak deh, kamu selingkuh aja tidak memikirkan bagaimana nasib anak kita. "ujar metty tersulut emosi.
" Oke kalau gitu aku akan mengambil gak asuh meityza dari kamu, bagaimana pun juga kau berhak atasnya. " Ujar Irfan dengan tangan mengepal karena sedari tadi metty selalu memancing emosinya.
"Apa? apa aku gak salah denger? " ujar metty seraya mendekatkan telinga ke irfan.
"Aku akan mengambil meityza dari kamu metty karena aku adalah ayah nya, jadi aku punya hak. " ujar irfan dengan beraninya.
" Haduh, mengambil hak asuh, bahkan menyentuhnya saja kamu merasa malu, dan sekarang ketika ia udah anak-anak, kamu mau omongin hak asuh? " tanya metty.
"Ya aku akan segera membawa ini ke pengadilan metty sayang. " ujar irfan dengan lembut namun jijik didengar oleh metty.
"Biar ku kasih tau, hak asuh meityza udah jatuh di tangan aku, jadi kamu tidak akan bisa mengambilnya dari ku. " ujar metty.
" Apaaa......... kamu memang licik metty. aku tidak menerima perceraian ini, aku akan menyatakan keberatan ku ke Pengadilan. " ujar irfan yang sedikit kaget dengan ucapan metty.
"Terserah kamu irfan, terpenting bagiku, semuanya sudah jelas dan diantara aku kamu sudah tidak ada hubungan apapun. " ujar metty.
"Ini semua tidak adil, kamu menggugat ku tapi, kamu menyembunyikan surat gugatan itu agar aku tidak hadir di setiap sidang kan?. " Ujar irfan.
Metty yang mendengar ucapan irfan sedikit terkejut. Berarti benar dugaan ku pasti surat itu tidak sampai pada irfan. batin Metty.
"Kamu jangan fitnah ya mas, aku sudah meminta pihak pengadilan untuk mengirimkan surat gugatan ke rumah mu. " ujar metty.
"Tapi aku tidak menerima surat itu metty, kamu sengaja tidak menyampaikan surat itu padaku. " ujar irfan menyalahkan metty.
"Terserah kamu irfan, intinya pihak pengadilan sudah mengirimkan surat cerai ke alamat rumah mu, ntah kamu Terima atau tidak itu bukan urusan ku. " ujar metty lantang.
"Baiklah kalau gitu metty, kamu bermain-main dengan orang yang salah, tunggu saja pembalasan ku. " ujar irfan seraya berlalu meninggalkan rumah metty.
Diana serta orang tua metty yang mendengar percakapan mereka tadi segera keluar menemui metty saat irfan sudah berlalu dari rumah mereka.
"Metty kaku hebat banget ya. " ujar Diana memuji metty yang berani menghadapi irfan.
Metty yang mendengar pujian dari Diana hanya diam saja, ia memikirkan kata-kata terakhir irfan tadi, bagaimana kalau irfan berani berbuat jahat pada dia dan keluarga nya.
"Nak kok diam aja? ibu salut loh sama kamu yang berani menampar irfan tadi. " ujar ibu membuyarkan lamunan metty.
" Eh biasa aja kok bu, mas irfan sudah seharusnya digituin supaya ia tidak besar kepala nantinya. " ujar metty.
__ADS_1
"Wah anak bapakl sekarang sudah bijak ya. " ujar bapak seraya mengelus kepala metty.