
Pagi-pagi sekali metty bangun karena semalam irfan menelepon nya agar ia pergi menjenguk nya bersama meityza.
Sebelum pergi menemui irfan, metty terlebih dahulu mengerjakan pekerjaan rumahnya sedangkan meityza sedang duduk sambil main ponsel di kamar agar ia tidak membuat rumah ini berantakan lagi. batin metty.
Selesai mengerjakan pekerjaan rumahnya metty meminta izin ke ibu nya untuk menjenguk irfan.
"Bu metty mau jenguk irfan ya. " ujar metty.
"Loh kan kemarin kamu udah pergi nak, bukankah ada istrinya juga di sana. " Ujar ibu.
"Iya bu, semalam mas irfan nelpon katanya dia kangen mau ngelihat meityza. " ujar metty ada ibunya.
"Ya udah jam berapa kamu pulang nanti?. " Tanya ibu.
"Sekitaran jam 10an nanti metty pulang bu. " Ujar metty yang mendapati pertanyaan ibunya.
" Ya udah jangan Lama-lama pulangnya jam 10 harus udah ada di rumah. " ujar ibu.
"Iya bu siap. " ujar metty.
"Kamu pergi sama siapa Nak?. " tanya ibu pada metty.
"Tadi metty pesan ojek bu, soalnya gak enak kalau ajak diana mulu. " Ujar metty yang merasa gak enak jikalau ia terus-terusan meminta diana untuk menjemputnya.
"Ya udah nak, kalau hati-hati di jalan ya. " Ujar Ibu.
"Iya bu kalau gitu metty pamit dulu ya Assalamu'alaikum bu. " ujar metty seraya menyalami ibunya.
" Waalaikumsalam nak, ingat jangan pulang lama." ujar ibu seraya mengantar anaknya ke depan.
Metty pun berangkat ke rumah sakit tepat pukul 8 pagi, ia menaiki ojek online yang sudah ia pesan tadi, tak lupa ia membawa makanan untuk irfan siapa tahu dia belum makan ujar metty dalam hati.
Sekitaran 30 menit akhirnya metty sampai di rumah sakit, ia pun memberi bayaran pada ojek yang sudah mengantarkannya tadi.
"Pak ini ya, terimakasih sudah mengantarkan saya sampai tujuan dengan selamat. " ujar metty pada tukang ojek.
"Sama-sama Bu. " Ujar tukang ojek seraya meninggalkan metty untuk menjemput pelanggan lain.
Metty pun berjalan masuk ke rumah sakit menuju kamar irfan seraya memegang tangan anaknya yang tidak mau di gendong.
__ADS_1
"Assalamu'alaikum mas irfan. " Ujar metty yang memasuki kamar irfan dan melihat irfan seorang diri.
"Waalaikumsalam dek, mas kira kamu gak bakalan datang. " ujar irfan yang melihat kedatangan irfan.
"Tetap datang karena aku udah bilang semalam H
akan datang. " Ujar metty.
"Meityza sayang, sini ayah kangen sama kamu sayang. " Ujar irfan.
"Mama, itcu... ayah ?. " Taha meityza yang mendengar omongan mas irfan tadi.
"Iya nak, itu ayah kamu sana pergi sama ayah mu." ujar metty yang menginginkan anaknya agar bisa akrab dengan ayahnya sendiri.
Meityza yang mendengar ucapan mama nya pun segera menuju irfan dan memeluknya.
Irfan menyambut pelukan anaknya dengan sangat erat, baru pertama ia merasa hatinya menghangat karena dipeluk meityza.
"Mas ini tadi aku bawakan makan dari rumah, kamu sarapan dulu ya. " Ujar metty yang sudah menyiapkan makanan untuk irfan.
"Wah kebetulan sekali dek, mas lapar belum sarapan dari tadi. " ujar irfan.
"Makasih ya dek, maafin mas udah merepotkan kamu dan udah jahat sama kamu selama ini. " ujar irfan yang merasa bersalah pada metty karena terhasut oleh orang tuanya.
"Iya mas aku udah maafin kamu kok, cuma untuk hidup lagi bersama mu kayanya aku gak bisa mas. " Ujar metty agar irfan tidak terus-terusan mengajaknya untuk rujuk.
"Iya dek, mas tahu sekarang mas udah fokus untuk membahagiakan tiara dan juga anak mas. " Ujar irfan yang mengetahui watak dari mantan istrinya kalau sekali sudah bilang tidak maka akan selalu tidak.
"Oh iya tiara mana mas? kok gak kelihatan . " tanya metty yang tidak mendapati keberadaan tiara.
"Semalam tiara pulang ia tidak bisa tidur di rumah sakit, mungkin bentar lagi datang. " Ujar irfan.
"Oh gitu ya mas, ya sudah kamu habiskan sarapan mu dulu biar cepat sembuh. " ujar metty.
Mereka asyik ngobrol tentang masa lalu mereka yang tak mungkin tuk diulang kembali.
Ketika sedang asyik ngobrol tiba-tiba tiara datang dan melihat mereka tersenyum membuat hatinya terasa sakit.
Ia berdiri mematung di depan pintu. " Apakah mereka akan kembali hidup bersama?. " tanya tiara dalam hatinya. karen melihat betapa akrabnya mereka.
__ADS_1
Metty yang menyadari kehadiran tiara pun menghampirinya.
"Tiara kenapa kamu berdiri disitu ayok masuk sini. " ujar metty seraya mendekati tiara.
Tiara yang mendengar dan melihat metty audah ada di depannya pun berkata.
"Kamu ngapain disini sama suami saya? " tanya tiara yang tidak suka dengan keberadaan metty.
"Aku kesini cuma jenguk mas irfan, dia juga yang meminta mi untuk kesini semalam." ujar metty.
Tiara hanya terdiam mendengar perkataan tiara karena semalam irfan juga sempat menyuruhnya untuk menelepon metty agar datang ke rumah sakit.
"Sayang kan mas udah minta kamu untuk telpon metty semalam tapi kamu gak mau ya udah mas telpon sendiri. " ujar irfan.
"Kamu suka sama metty, kalau gitu kita ceri aja biar kamu bisa rujuk dengan dia lagi. " ujar tiara seraya berdiri mau meninggal ruangan tersebut.
Tapi sebelum beranjak pergi buru-buru metty menghalanginya dan menarik tangannya.
"Tunggu tiara kamu jangan salah paham. " ujar metty sambil memegang tangan tiara.
"Aku gak salah paham selama ini kayanya irfan memang suka sama kamu. " Ujar tiara yang melihat gelagat irfan yang kayanya memiliki rasa sama metty.
"Sayang kamu kenapa salah sangka terus sama metty, dia kesini hanya datang untuk melihat kondisi ku. " Ujar irfan yang kaget mendengar kalau tiara ingin bercerai dengannya.
"Sudahlah mas, aku bisa ngelihat kok kalau kamu suka sama metty, dulu melihat dia saja kamu gak mau, tapi sekarang kamu sendiri yang meminta dia kesini. " Ujat tiara seraya menunjuk metty.
"Tiara aku sama sudah tidak memiliki perasaan pada suami mu, aku datang karen angin mendekatkan anak ku pada ayahnya. " ujar metty agar tiara tidak salah paham.
"Sayang, mas akui, mas memang menyukai metty, tapi mustahil bagi mas untuk memilikinya lagi. " ujar irfan mengakui perasaannya sendiri.
Deg..... Metty seperti di sambar petir karena mendengar ucapan irfan.
"Nah kamu dengar sendiri itu metty irfan mencintai mu. " ujar tiara sambil meneteskan air mata.
metty menarik napas dalam-dalam untuk mengontrol dirinya agar tidak terlihat gegabah, Ia yang melihat tiara menetes kan air mata mendekatinya.
"Tiara meskipun irfan sekarang mencintai ku, tapi aku tidak akan pernah mau hidup bersamanya lagi, terkecuali kami memang ditakdirkan untuk hidup bersama kembali. " ujar metty seraya menghapus air mata tiara.
"Sayang kamu dengar sendiri kan metty tidak mau hidup bersama ku lagi. " Ujar irfan meskipun ada rasa sakit di hatinya kala mendengar metty.
__ADS_1