Menitipkan Anak Ke Nenek

Menitipkan Anak Ke Nenek
Bab 64 Hotel


__ADS_3

"sayang maafkan mas, mas sangat merindukan mu. " ujar irfan seraya terus bercocok tanam dengan metty.


Metty hanya menikmati permainan irfan seraya membalas setiap pelukan dan ciuman yang diberikan irfan padanya.


Setelah selesai bercocok tanam metty dan irfan tertidur di kamar tesebut karena merasa kelelahan melayani irfan.


********


"sungguh melelahkan hari ini, oh iya aku lupa apa mas irfan sudah sampai di rumah ya?. " tanya tiara setelah selesai berkutat dengan pekerjaannya.


sekarang jamnya istirahat di kantor tiara sehingga dia punya waktu untuk bermain ponselnya.


Tiara mengecek ponselnya dan melihat begitu banyak panggilan dari metty dan juga irfan.


"kenapa tadi aku gak denger kalau ada panggilan masuk ya?. " tanya tiara.


Tiara lupa kalau ia menyalakan mode hening di hpnya. Ia juga penasaran kenapa metty dan irfan menelepon sampai belasan kali.


Ia pun berniat membuka aplikasi hijau di handphone nya.

__ADS_1


"Tiara maaf sebelumnya aku gak punya uang buat bayar administrasi rumah sakit mas irfan. " salah satu pesan dari metty yang dikirim beberapa jam lalu.


"Aduh aku lupa kalau belum membayar biaya rumah sakit mas irfan tadi. " batin metty.


"Sayang kamu kemana kok gak datang kesini, aku gak punya uang untuk bayar biaya administrasi. " pesan dari irfan.


Tiara hanya membaca pesan tersebut dan sekarang ia sedang menghubungi irfan.


"Tut... tut.. tut...." suara panggilan yang belum di jawab oleh sang pemilik handphone.


Tiara menghubungi irfan untuk ketika kalinya, namun belum juga di jawab oleh suaminya itu.


"Ah sebaiknya aku coba untuk menelepon metty saja siapa tahu dia angkat. " ujar tiara sambil mencari nomor metty dan menelepon nya.


"Kok pada gak ada yang mau angkat HP nya sih? apa mereka marga sama aku?. " tanya tiara pada dirinya.


Metty yang mendengar ada panggilan masuk di HP nya pun terbangun dan meraih hpnya.


"astaghfirullah udah jam dua. " ujar metty ketika melihat jam di hpnya. lebih terkejut lagi karena melihat yang nelpon adalah tiara.

__ADS_1


"mas bangun ini tadi tiara nelpon. " ujar tiara seraya membangun irfan.


irfan yang mendengar ucapan metty langsung terbangun karena kaget mendengar nama tiara.


"sayang sebaiknya sekarang kita membersihkan diri dulu. Setelah itu aku antar kamu pulang. " ujar irfan seraya bergegas menuju kamar mandi dan membawa metty dalam gendongannya.


"Mas aku bus ajakan sendiri turunkan aku. " ujar metty yang malu mendapat perlakuan seperti itu dari irfan.


"kamu pasti sulit berjalan karena sudah lama tidak merasakan ini lagi. " ujar irfan sambil terus menggendong metty ke kamar mandi.


Metty pun lagi-lagi hanya mampu terdiam dengan segala perbuatan dan ucapan yang dilakukan irfan.


"sayang maafkan mas, jujur mas sayang sama kamu, apa kamu tidak mau rujuk dengan mas?. " ujar irfan setelah sampai di kamar mandi dan menurunkan metty dari gendongannya.


"maaf mas aku gak bisa, dan kamu punya tiara jangan menyia-nyiakan dia. " ucap metty sambil membersihkan tubuhnya.


Irfan memeluk metty dari belakang dengan sangat erat membuat metty terkejut.


"Mas lepaskan kita harus segera pulang tolong mengerti. " ujar metty berusaha melepaskan pelukan dari irfan.

__ADS_1


"jika kamu tidak mau lagi bersama ku, maka aku ingin sekali lagi mencoba dirimu. " ujar irfan seraya mencium leher metty dengan penuh gairah.


Lagi-lagi metty tak donat menahan gejolak nafsu yang diciptakan oleh irfan sehingga ia hanya mampu terdiam dan menikmati setiap perlakuan irfan.


__ADS_2