
"Gapapa aku baikin kaki sekarang nak, agar apa yang ayah sama mama inginkan tercapai. " batin by Rani dalam hatinya.
"Ayok makan nak. jangan di tonton aja makanan nya mubasir. " ujar bu Rani yang melihat irfan tengah melamun.
"eh nggak ko ma, irfan cuma takut nanti ayah masih marah sama irfan. " ujar irfan memikirkan perkataan ibunya.
"Sudah gak usah dipikirkan nak, mama yakin ayah pasti sudah memaafkan kamu. " ujar bu Rani pada anaknya.
Irfan yang mendengar ucapan ibunya merasa sedikit lega, meski masih ada rasa takut pada dirinya tapi ia akan berusaha untuk tetap tenang.
"Ayok dimakan keburu dingin kalau cuma dilihatin doang nak. " ujar bu rani.
"Iya mah." ujar irfan dan mulai memakan makanan yang sudah tersaji di piringnya.
**POV orang tua irfan**
Bu Rani yang melihat kedatangan anaknya ke rumah setelah kejadian itu merasa aneh.
Namun sebisa mungkin ia bersikap seolah-olah ia sangat merindukan anaknya itu.
Ia menyambut kedatangan anaknya dengan disertai air mata palsu agar irfan tahu kalau ia seolah-olah menyesal perbuatan nya.
Irfan yang tadinya ragu untuk memasuki rumahnya pun segera melangkah masuk karena melihat ibunya seperti tengah kehilangan dia.
__ADS_1
bu Rani memeluk putranya dengan erat agar putranya itu percaya kalau ia sangat bersedih karena telah memarahi irfan.
Ia berbincang dengan anaknya dan tak lupa meminta maaf pada anaknya itu.
"Maafkan mama nak, mama sangat merindukan kamu. " ujar bu Rani sambil menangis di pelukan anaknya.
"Aku juga minta maaf mah, seharusnya aku tidak melakukan kesalahan itu. " ujar irfan pada ibunya.
"Mah, apa ayah ada di rumah? " tanya irfan.
"ayah kamu sedang ada pekerjaan di luar kota nak." ujar bu rani.
"Apa ayah juga bakal maafin aku mah? " tanya irfan.
"Tentu saja ayah pasti memaafkan kamu nak, setiap malam kami dihantui rasa bersalah karen stelah berbuat kasar pada mu. " ujar bu Rani sembari terus mengeluarkan air mata palsunya.
Bu Rani yang mendengar ucapan anaknya merasa sangat senang.
Dengan adanya irfan tinggal bersama dia. maka akan lebih muda baginya untuk menghasut irfan agar mengikuti Kemauan nya.
"Tentu saja boleh nak, mama sangat senang jika kamu berkenan tinggal sama mama. " ujar bu Rani pada anaknya.
"Nanti malam irfan mau nginap disini, irfan capek tinggal di rumah sewaan tiara mah. " ujar irfan pada ibunya.
__ADS_1
"Memangnya kamu gak di ajak pulang ke rumah orang tuanya nak? " tanya bu Rani pada anaknya.
"Mama tau sendiri kan semenjak tiara tinggal sama aku keluarga lepas tangan mah. jadi tak mungkin tiara ngajak aku ke sana. " ujar irfan pada mamanya.
"Ya sudah kalau gitu kamu mau di dulu ke dalam gihh. " ujar bu Rani.
"Irfan mau pulang aja dulu ambil pakaian irfan mah. " usir irfan.
"loh pakaian kamu di rumah ini kan banyak nak?. " ungkap bu Rani.
"Aku belum bilang sama tiara bu, nanti aku izin dulu sama dia. " ujar irfan.
" ya udah terserah kamu aja nak. " usir bu Rani.
Sepulangnya irfan bu Rani segera menghubungi suaminya untuk memberitahu perihal kedatangan anaknya barusan.
"tut.... tut.... tut... " sekitaran beberapa menit barulah telponnya diangkat.
"Halo mah ada apa?. " tanya suaminya bu Rani.
"Ini loh yah. si irfan datang kesini tadi dan katanya mau nginap selama kamu gak di rumah. " ujar bu Rani pada suaminya.
"Apa yang benar saja mah, kalau gitu besok ayah pulang. " ujar suaminya bu Rani.
__ADS_1
"Apa gak sebaiknya kita suruh irfan nikahi anak temannya ayah. biar kita kuras hartanya. " ujar bu Rani.
"memang itu yang sedang aku pikirkan mah, ya sudah besok aku pulang. " ujar sukai bu Rani dan mematikan ponselnya.