Menitipkan Anak Ke Nenek

Menitipkan Anak Ke Nenek
Bab 44 Kesalahan?


__ADS_3

Dalam perjalanan pulang tiara berpikir tentang apa yang harus dia, lakukan untuk kedua orang tua mas irfan.


"Gimana ya, apa aku harus melaporkan orang tua mas irfan atas apa yang telah mereka lakukan selama ini?. " gumam tiara sembari terus menyetir mobilnya.


"ah iya sebaiknya aku telpon papa aja siapa tahu beliau bisa bantu aku. " ujar tiara seraya meraih ponselnya.


tiara pun mencari nomor papanya untuk segera menghubunginya tentang rencana yang akan ia lakukan kepada mertuanya.


setelah menemukan nomor papanya ia pun memencet tombol panggilan.


"Dret... dret....... dret. dret....... suara panggil yang belum diangkat oleh papa nya. "


beberapa kali Tiara mencoba menghubungi papanya akan tetapi beliau belum mengangkat telponnya.


" Mungkin papa lagi sibuk, sebaiknya sekarang aku ke rumah sakit saja menemani mas irfan. " ujar tiara yang sedikit kesal karena papa nya tidak mengangkat telponnya disaat seperti ini.


Tiara melajukan mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata agar ia bisa segera tiba di rumah sakit.


Ia melirik setiap jalanan siapa tahu ada makanan yang bisa ia beli untuk makan siang mas irfan.


Melihat suatu warung makan yang dipenuhi pembeli, tiara pun memberhentikan mobilnya.


" warung ini sangat ramai pengunjung, pasti masakannya enak. " ujar tiara seraya pergi memesan nasi untuk dibawa ke rumah sakit.


"Assalamu'alaikum bu, saya pesan nasinya dua porsi dibungkus ya. " ujar Tiara yang sudah berada di dekat penjual.


"Wa'alaikumussalam baik bu, mau pakai daging atau ikan bu?. " tanya ibu penjual nasi.


" pakai ikan aja bu, kebetulan saya gak suka daging bu. " ujar tiara.


" kalau gitu tunggu sebentar ya bu, saya siapkan dulu. " ujar bu penjual.


" iya bu. " ujar tiara seraya pergi duduk di kursi yang kosong.


Sekitar 15 menit pesanan tiara pun siap. setelah ia membayar sejumlah nasi lalapan nya tadi ia pun bergegas pergi meninggalkan warung tersebut.


" Aduh aku lupa belum beli air lagi. " ujar tiara yang lupa bahwa ia belum beli air minum buat mereka makan nanti.


Tiara melajukan mobilnya dengan sedikit pelan mencari toko agar ia bisa beli air.


Setelah menemukan tempat beli air ia pun turun dari mobilnya.

__ADS_1


"Assalamu'alaikum pak, beli air. " ujar tiara yang sudah sampai di depan kios.


"Wa'alaikumussalam mau air apa bu?. " tanya babak penjaga toko tersebut.


" Air mineral aja pak yang dingin 3 ya. " ujar tiara.


penjaga toko pun segera mengambil air yang saya maksud dan memberikan ke saya.


" Berapa totalnya pak?" tanya tiara.


"15 ribu bu. " ujar bapak penjual.


aku pun segera membayar sejumlah yang disebutkan bapak tadi. setelah merasa semua sudah lengkap makan dan minum.


aku pun melajukan mobilku menuju rumah sakit mungkin mas irfan sudah menunggu ku.


Sekitaran 1 jam akhirnya tiara oun sampai di rumah sakit dan menuju kamar tempat mas irfan.


"assalamu'alaikum mas." ujar tiara yang langsung masuk ke ruangan mas irfan.


"Wa'alaikumussalam sayang, kok lama sekali baliknya, aku nungguin dari tadi loh. " ujar irfan yang heran karena istrinya lama padahal setahu dia rumah metty kalau di tempuh dari sini paling sekitaran 3o menitan.


" Maaf mas tadi aku mampir beli makanan dulu, siapa tahu kamu lapar. " ujar tiara seraya menyiapkan lalapan yang ia beli tadi.


"Udah lah mas gak usah muji-muji segala, tadi kan udah makan makanan metty masa cepat banget laparnya. " ujar tiara mencoba memancing irfan.


"Tadi kan aku lama nunggu kami antar sarapan sayang, nah kebetulan ada metty ya udah aku makan aja selagi ditawarin. " ujar irfan pada tiara.


"Tapi kamu suka kan metty datang dan bawain kamu sarapan. " ujar tiara yang ingin mengetahui reaksi irfan.


" sayang sudah lah jangan bahas yang tadi, sekarang lebih baik kita makan ya. " ujar irfan yang malas mendengar tiara.


" Apa bedanya tadi sama sekarang mas?. oh iya aku lupa tadi ada metty sekarang cuma ad akau. " ujar tiara sembari meletakkan makanan di dekat irfan.


"Sayang mas mohon sama kamu jangan bahas yang tadi ya, bukannya urusan tadi udah kita selesaikan?. " tanya irfan yang berusaha bersifat lemah lembut.


" Iya aku tahu mas, aku cuma takut nanti kamu malah tinggalin aku dan menikah lagi dengan metty. " Ujar tiara yang masih memikirkan masalah tadi.


" udah sayang kamu gak usah mikirin yang tadi, mas tidak akan meninggalkan kamu. " ujar irfan seraya membelai lembut kepala istri nya.


Tiara yang mendengar ucapan irfan tanpa sadar meneteskan air matanya.

__ADS_1


" apa bener mas irfan tidak akan meninggalkan ku?" batin metty.


Irfan yang melihat istrinya menangis pun merasa heran.


"apa ia salah bicara?. " tanya nya dalam hati.


"Sayang kenapa kamu nangis apa aku menyakiti perasaan mu? " tanah irfan seraya membelai lembut istrinya.


Tiara pun tersadar dari lamunannya ketika irfan membelainya.


"Nggak kok mas, aku cuma takut kehilangan kamu aja. " ujar tiara menghapus air matanya.


" Aku nggak akan ninggalin kamu selagi kamu tidak melakukan kesalahan sayang. " ujar irfan pada tiara.


"Ternyata kamu belum sadar mas, kamu saja bisa melakukan kesalahan dan pernah menampar ku sampai membekas." batin tiara yang mendengar ucapan irfan.


"Aku tidak seperti kamu mas. " ujar tiara dengan sengaja ingin melihat reaksi irfan.


" Maksud kamu apa sayang? memangnya mas pernah melakukan kesalahan?. " tanya irfan yang mendengar ucapan tiara.


" apa kamu lupa mas, kami sudah banyak menyakiti ku, bukankah itu juga namanya kesalahan?. " ujar Tiara dengan kening berkerut.


"Sayang itu kan sesuai kesepakatan kita, waktu itu kan aku sudah izin dulu sama kamu untuk menikahi metty." ujar irfan mengingat kejadian masa lalunya.


" Apa kamu tidak merasa punya kesalahan lain mas?. " tanya tiara.


Irfan yang mendengar ucapan tiara pun berpikir, Kira-kira apa kesalahan yang ku perbuat dan yang di maksud oleh tiara, perasaan aku tidak pernah melakukan kesalahan selain dari yang sudah disepakati. " batin irfan seraya terus berpikir.


" sayang kayanya mas gak pernah melakukan kesalahan selain yang sudah kita sepakati, " ujar irfan yang tidak tahu dimana letak kesalahannya.


" Apa perlu aku beri tahu mas?. " tanya Tiara yang jengkel dengan suaminya.


Irfan hanya mengangguk mendengar ucapan istrinya.


Tiara yang melihat irfan mengangguk pun berbicara.


" Apa kamu lupa mad kalai kamu pernah nampar aku sampai membekas? " tanya tiara mengingatkan irfan pada kejadian beberapa minggu lalu.


Mendengar ucapan Tiara irfan lun terdiam, ia lupa bahwa saat itu ia telah menampar tiara dengan begitu keras, hingga meninggalkan bekas.


"Sayang waktu itu mas khilaf, mas gak bisa nahan emosi mas. " ujar irfan

__ADS_1


" Ya meskipun mas melakukan kesalahan aku tidak pernah itu meninggalkan mas. " ujar tiara.


__ADS_2