
"Baik bu. " ujar sopir taksi.
"Maaf ya pak nunggu lama tadi ada beberapa hal yang harus saya bereskan. " Ujar tiara.
"Iya gapapa bu, asalkan biayanya nanti ditambah ya bu. " ujar sopir bercanda.
" Tenang aja nanti saya kasih uang lebih. " ujar tiara karena telah membuat sopir menunggu lama.
" Eh nggak bu saya cuma bercanda tadi. " ujar pak sopir.
"Gapapa pak saya juga gak enak sudah baut bapak menunggu lama. " ujar tiara.
"Terimakasih ya bu, semoga rezeki ibu sellau dilancarkan. " ujar pak sopir taksi.
Tiara yang mendengar ucapan pak sopir merasa senang ada yang mendoakan, ia berniat mengangkat sopir taksi itu tadi jadi sopir pribadinya.
"Pak, berapa si gaji jadi supir taksi? " Tanya tiara basa basi sebelum menyampaikan maksudnya.
"Tergantung berapa banyak pelanggan taksi yang mesan bu. paling sebulan sekitaran 1 jutaan. " ujar pak sopir.
"Bapak mau nggak jadi sopir pribadi saya? nanti saya gaji 3 juta sebulan gimana? " tanya tiara.
"Apa bu, yang bener saya digaji 3 juta cuma jadi supri pribadi ibu?. " Tanya pak sopir.
"Benar pak, itupun kalau bapak mau. " ujar tiara.
"Tentu saja saya mau bu, Terima kasih banyak ya bu. " ujar pak sopir.
"Sama-sama Pak, besok bapak mulai kerja sama saya. " uang tiara.
"Baik bu, besok pagi saya datang ke rumah ibu." ujar pak sopir.
"Ya udah nanti kalau udah sampai rumah sakit, kamu langsung mengundurkan diri dari pekerjaan mu dan besok mulai kerja sama saya. " ujar tiara.
Beberapa jam mereka ngobrol akhirnya mereka sampai di rumah sakit, ia memberikan nomor ponsel dan kartu namanya pada oak supir yang belum ia ketahui namanya.
__ADS_1
Tiara segera berjalan ke arah kamar tempat irfan di rawat.
"Assalamu'alaikum mas. " ujar tiara memasuki kamar irfan.
"Wa'alaikumussalam sayang, kok kamu lama banget. " ujar irfan yang menunggu tiara dari tadi.
"Gapapa kok, gimana keadaan kamu sekarang?. " Tanya tiara.
"Udah baikan kata dokter besok lusa udah boleh pulang. " ujar irfan menyampaikan apa yang dikatakan dokter tadi.
"Baguslah kalau gitu, sekarang kamu makan ya. " Ujar Tiara.
"Iya, eh bentar itu pipi kamu kenapa membiru?. " Tanya irfan yang melihat pipi tiara membiru.
"Tadi pas aku pulang, mama sama papa nungguin aku di ruang tengah terus nanyain kamu. " ujar tiara.
"Terus kamu bilang apa?. " Tanya irfan.
"Aku bilang kalau mau tahu keadaannya ya datang jenguk itukan anak kalian kataku, eh mama malah nampar aku. " ujar tiara yang dipenuhi rasa dendam.
"Astaghfirullah kenapa mama bisa setega itu sama kamu sayang. " Ujar irfan.
"Terus pas selesai di tampar mama aku bilang lagi, Irfan itu sebenarnya anak kalian apa bukan sih. Pas aku ngomong gitu ayah langsung nampar aku dengan begitu keras sampai membiru gini. " ujar tiara.
"Mereka benar-benar sudah keterlaluan, aku kira mereka hanya berani bermain tangan dengan ku! ternyata mereka juga berani menyentuh kamu sayang. " Ujar irfan seraya mengelus puncak kepala tiara.
"Kamu yang lebih tau tentang orang tua mu mas, jadi aku tak bisa berkata apa-apa, aku minggat dari sana. " ujar tiara.
"Apa..... kamu minggat? terus kita mau tinggal dimana sekarang?. " ujar irfan yang kaget mendengar ucapan istrinya.
"Aku udah sewa rumah mas, mulai sekarang setelah kamu sembuh total kamu harus bekerja. " ujar tiara.
Tiara sengaja berbohong bahwa rumah yang akan mereka tempati nanti adalah rumah nya, namun ia tidak mau memberitahu irfan.
"Kamu harus mandiri sekarang mas, kita tidak bisa terus-terusan numpang bersama orang tua mu. " ujar tiara dalam hati.
__ADS_1
"Sayang mas kan gak punya duit lalau gimana caranya kita bisa bayar uang sewa untuk rumah yang kamu bilang. " ujar irfan karena ia tidak punya pekerjaan selama ini ia hanya mengandalkan orang tuanya.
"Kamu harus kerja mas, untuk bukan ini rumahnya sudah ku bayar dan bulan selanjutnya kamu yang akan membayarnya. " Ujar tiara.
Ia tidak mau suaminya tahu itu rumah miliknya kalau dia tau nanti malah keenakan tinggal di rumah dan gak mau cari duit. batin tiara yang mengetahui watak irfan yang males cari kerja.
"Tapi mas mau kerja apa sayang, mas gak pandai dalam mencari pekerjaan. " ujar irfan.
"Lah kamu harus bisa dong dapat kerjaan, kamu gak malu nanti dibilangin tetangga makan duit istri sedangkan kamu enak-enakan di rumah?. " tanya metty.
"Ya nggak sayang, tapi mas bingung mau cari kerja dimana dan kerja apa. " ujar irfan merasa sedikit frustrasi.
"Kerja apa aja yang penting halal mas, aku gak mau duit haram seperti yang diberikan oleh kedua orang tua mu. " ujar tiara yang merasa sakit hati akibat perlakuan mertuanya.
"Jangan ngomong gitu sayang, gimana pun juga dia orang tua yang sudah membesarkan aku. " ujar irfan menasehati tiara.
"Aduh mas mas, gak ada orang tua yang tega membuat anaknya masuk rumah sakit, dan ya membesarkan mu dari uang haram. " ujar tiara sinis.
"Tiara aku mohon kamu jangan ngomong yang tidak-tidak pada orang tua ku. " ujar irfan dengan menekankan pada setiap kata yang diucapkan.
"Aku Ngomong fakta lo mas, bukan kebohongan meskipun kamu tahu orang tua mu berbuat curang dalam mendapat uang tapi kamu sama sekali tidak pernah menasehatinya, kamu malah mendukung mereka, apa kamu tidak takut kena azab?. " ujar tiara panjang lebar.
Mendengar ucapan tiara irfan terdiam, ia merasa selama ini ia memang sudah berdosa karena mendukung semua pekerjaan orang tuanya yang suka mengambil hak orang lain.
"Tiara mas tahu orang tua mas salah, tapi tolong jangan membenci mereka, karena bagaimana pun mereka mertua mu." ujar irfan.
"Tapi mereka tidak bisa menjaga sopan santunnya, mereka akan menerima balasannya. " ujar tiara yang sudah terlanjur benci sama kedua mertuanya.
Irfan kali ini hanya terdiam mendengar ucapan tiara, mungkin 8ni akan menjadi akhir bagi kecurangan kedua orang tuanya, pasti tiara sudah merencanakan sesuatu. batin irfan.
"Ingat mas habis ini kamu harus cari kerjaan buat memenuhi kebutuhan aku karena aku adalah tanggung jawab mu. " Ujar tiara.
"Iya sayang, mas akan mencoba mencari pekerjaan nanti setelah pulang dari rumah sakit ini. " ujar irfan yang tidak mau berdebat dengan tiara, karena sekarang ia hanya memiliki tiara, hanya tiara yang selalu menemaninya.
Karena metty sudah tidak ada hubungannya dengan ku lagi.
__ADS_1
"Ya udah sekarang kamu makan dulu, nanti aku nginap di rumah baru yang ku sewa tadi, aku gak bisa tidur di rumah sakit. " ujar tiara padahal ia hanya ingin mengurus semua yang ada di rumah.
Ia akan meminta bi sumi dan pak sopir agar tidak memberitahu suaminya kalau itu rumahnya dan dia yang mempekerjakan mereka.