Menitipkan Anak Ke Nenek

Menitipkan Anak Ke Nenek
Bab 102 Cek cok dengan pembantu


__ADS_3

"Akan ku lapor kan anda ke tuan saya karena sudah berani menampar saya di rumah nya sendiri. " ujar wanita itu dengan menunjukkan wajah tiara.


"Silahkan pergi dan laporkan sekarang, saya tidak takut dengan ancaman kamu. " ujar ku dengan tenang karena sudah sepantasnya ia mendapatkan tamparan itu dari ku.


"Awas saja, akan ku buat kamu mendekam di penjara. " ujar nya deraya pergi meninggalkan ku di sini.


"kamu kira aku takut apa dengan ancaman kamu yang tak bermutu itu. " batin tiara yang merasa lucu dengan tingkah pembantu sialan itu.


sekitar beberapa menit terdengar derap langkah kaki seseorang.


"Siapa yang berani menampar pembantu Sa..... " ucapan pak yanto terhenti ketika melihat tiara berdiri di sana.


"Kenapa kamu berdiri saja disini nak? apa kamu gak mau masuk ke rumah ayah?. " tanya pak yanto pada tiara yang hanya berdiri di sana.


"Tanyakan saja kepada pembantu ayah yang angkuh itu. " ujar tiara dengan melipat kedua tangan di dada nya.

__ADS_1


"Apa maksud kamu, yang menampar dia kamu nak?." tanya pak yanto dengan kening berkerut.


"Ya aku yang menampar nya ayah, karena dia tak pantas menjadi pembantu ayah. " kata ku dengan luapan emosi yang tak stabil karena melihat pembantu itu.


"Kamu apakah anak saya meli?." tanya ayah kepada pembantu yang ku tahu namanya meli itu.


"Sa.. saya.. tidak melakukan apa-apa tuan. saya hanya melakukan kewajiban saya sebagai pembantu di rumah ini. " ujar meli dengan menunduk karena takut dengan tuan nya.


"Gak usah ngeles kamu, jangan lupa dengan omongan mu tadi dan ya kamu mendorong ju dengan cukup keras hingga membuat ku terjatuh. " ujar ku yang tak mau pembantu itu berlama-lama di rumah ini.


"Sa saya tidak sengaja tuan, karena dia menampar saya terlebih dahulu tadi, dan saya tidak tahu kalau tuan punya anak perempuan. " ujar meli yang merasa terintimidasi oleh ayah.


" kamu gak usah memutar balikkan fakta, bukankah anda yang mendorong saya dan tak mengizinkan saya masuk ke dalam rafi?. " tanya ku yang mulai terbawa emosi dengan ucapan pembantu itu.


"Saya gak bohong tuan, lagipula tuan pasti tahu kalau saya tak pernah berbohong selama bekerja di rumah ini. " ujar meli berusaha membela diri nya.

__ADS_1


"Ayah jangan terlalu percaya dengan pembantu seperti itu, apalagi kalau aku lihat dia ke nya ada maksud dan tujuan ya kerja disini. " ujar tiara yang tak suka dengan meli.


"sudahlah nak jangan permasalahan dia. nanti biar ayah potong gajinya karena sudah berani menampar anak ayah. " ujar pak yanto pada putrinya.


"Baiklah kalau ayah ngomong gitu, mama kemana yah? kok gak keliatan dari tadi?. " tanya ku yang tak melihat kehadiran mama saat masuk ke rumah ini.


"Mama ada di kamar nya, yuk ayah antar ke dalam mama pasti kangen sama kamu. " ujar ayah terlihat begitu bahagia.


"Iya yah, semoga aja mama sudah gak marah lagi sama aku ya. " kata ku pada ayah karena aku tak pernah berkomunikasi dengan mama.


Setelah meninggalkan rumah ini dan memilih hidup bersama mas irfan. Aku meninggalkan semua kemewahan yang ada pada orang tua ku.


hanya karena terpengaruh dengan buaian irfan yang aku kira akan berubah ternyata dia masih bermain main di belakang dengan orang yang pernah hidup bersama nya.


"aku tak akan mengulang kesalahan yang sama lagi." ujar tiara dalam hati nya.

__ADS_1


__ADS_2