
Plakkk.........
"Maksud kamu apa bicara seperti itu, jangan durhaka pada orang tua. " Ujar mama yang mulai emosi.
"Jangan bawa-bawa kata durhaka, apa kalian sendiri tidak merasa durhaka karena telah memanfaatkan anak kalian hanya untuk kepentingan pribadi kalian?. " Tanya irfan pada kedua orang tuanya.
Kedua orang tua irfan kaget mendengar ucapan anaknya, mereka tidak menyangka irfan bisa berbicara sekasar itu.
"Siapa yang telah mempengaruhi kamu hingga berani melawan orang tua hah?. " Tanya ayah
"Jangan-jangan metty yang telah mempengaruhi pikiran kamu sehingga kamu berani melawan kami. " ucap mama.
"Diam, jangan bawa-bawa orang lain dalam masalah ini, sekarang aku sudah menyadari bahwa kalian hanya memanfaatkan aku untuk mendapatkan segala kemewahan ini. " ucap irfan.
Ayah yang mendengar ucapan irfan tak kuasa menahan emosinya, ia memukul irfan sampai tersungkur.
Bugh.... bugh... bugh...bunyi bapak yang sedang menghajar irfan.
"Ini akibat nya karena kamu sudah menentang orang tua mu sendiri. " kata Ayah, sembari terus memukuli irfan.
"Pukul saja aku sampai ayah puas, karena apa yang aku katakan memang benar. " Ujar irfan yang sudah mulai lemes karena pukulan demi pukulan yang ia Terima.
Tiara yang dari tadi mendengar irfan ribut dengan kedua orang tuanya hanya bisa terdiam, ia tidak menyangka kalau irfan menderita selama ini.
Tiara tidak tahu kalau irfan hanya dijadikan umpan oleh orang tuanya untuk mendapat kekayaan.
"Sudah pa, kasian irfan nanti dia bisa meninggal kalau terus papa pukul gini. " Ujar mama yang merasa kasihan dengan irfan.
Tiara yang melihat irfan sudah lemas berusaha membantu irfan agar tidak dipukuli lagi oleh ayah.
"Ayah aku mohon hentikan semua ini, irfan sudah mau pingsan yah. " uang tiara.
"Minggir kamu tiara, jangan ikut campur urusan kami. " ujar bapak seperti orang kerasukan yang terus menerus memukuli irfan.
"Ayah hentikan, apa ayah mau masuk penjara jika irfan mati karena dipukuli ayah?. " ujar tiara.
Mendengar ucapan tiara, ayah pun berhenti memukuli irfan.
__ADS_1
" Bawa suami mu pergi dari hadapan ku, sebelum aku berbuat lebih jauh. " ujar ayah pada tiara.
Tiara segera membawa irfan masuk ke dalam kamar, ia yang melihat kondisi irfan yang kelihatan sangat parah memutuskan untuk menelpon rumah sakit.
karena Tiara tidak bisa mengobati irfan yang sudah babak belur itu. Hanya pihak rumah sakit yang lebih tahu apa yang harus dilakukan untuk menyembuhkan irfan.
Beberapa menit setelah menelepon rumah sakit, akhirnya beberapa pegawai datang dengan ambulance dan membawa mas irfan masuk ke dalam mobil.
Aku mengikuti mas irfan ke dalam ambulance, tidak lupa aku membawa berkas-berkas yang mungkin di perlukan pihak rumah sakit untuk menangani irfan nanti.
Sesampainya di rumah sakit, mas irfan di bawah ke ruang UGD karena menurut dokter luka yang diterima irfan cukup parah.
"Mbak tunggu disini ya, hanya pasien dan tim medis saja yang boleh masuk. " ujar suster.
"Tapi Sus saya ingin menemani suami saya. " ujar Tiara.
"Nggak bisa mbak, mbak harus mengikuti persyaratan rumah sakit ini. " ujar suster.
"Baiklah, tolong sembuhkan suami saya. " ujar tiara.
"baik mbak, kami akan berusaha, jangan lupa terus doakan suami mbak. " ujar suster sambil berlalu ke dalam ruangan.
"Kasihan kamu mas, aku gak tahu bakalan jadi seperti ini. " ujar tiara.
"Apa aku akan menceraikan mu setelah mengetahui kelakuan kelurga mu? rasanya tidak mas, aku yakin kamu begini dan bisa berlaku kasar karena ulah orang tua mu itu. " batin Tiara.
Ia mengurung niatnya untuk menceraikan irfan, karena bagaimana pun juga, ia masih sangat mencintai mas irfan. Tapi untuk kedua orang tuanya, Tiara akan terus menjalankan rencana nya, ya walaupun nanti mereka hidup serba pas pasan yang penting mereka bisa makan dan punya tempat tinggal itu cukup.
Cukup lama tiara menunggu tapi belum ada tanda-tanda seseorang akan keluar dari ruangan itu, ia menyatukan untuk mencari makan, karena tadi ia tidak sempat untuk sarapan akibat keributan yang dibuat oleh orang tua irfan.
Mbok siti yang melihat pertengkaran tadi dan melihat kondisi irfan yang sangat parah berniat memberitahu kepada metty, karena bagaimanapun irfan adalah ayah dari anaknya.
Sebelum metty pulang waktu itu ia sempat meminta nomor ponsel metty agar bisa dihubungi jikalau ada apa-apa. " Mbok siti pun memutuskan menelepon metty.
dret.. dret... dret... bunyi ponsel metty menandakan ada panggilan masuk.
"Halo assalamu'alaikum. " ujar metty karena ia tidak mengenali nomer itu.
__ADS_1
"Wa'alaikumussalam bu, ini saya mbok siti bu. " ujar mbok siti.
"Ohh mbok siti, ada mbok? tumben nelpon. " ujar metty.
"Ini bu. tadi den irfan dipukuli sama ayahnya karena den irfan tidak berhasil membujuk ibu agar bisa kembali lagi. " ujar mbok siti. "
Metty yang mendengar ucapan mbok siti kaget, bagaimana bisa orang tuanya melakukan itu pada anak mereka? , apa mereka benar-benar orang tua kandung irfan?. Metty bertanya-tanya dalam hatinya.
"Halo bu, ibu masih ada di sana?. " tanya mbok siti karena tidak ada sautan dari sebrang telponnya.
"Eh iya halo mbok, terus gimana keadaan mas irfan sekarang?. " Tanya metty yang sempat melamun tadi.
"Tadi mas irfan pingsan bu, terus dibawa ke rumah sakit sama nyonya tiara. " ujar mbok siti.
"Apa.... ke rumah sakit?, kalau boleh tau rumah sakit mana mbok?. " Tanya metty yang terkejut kala mengetahui irfan masuk rumah sakit.
Bagaimana pun juga ia harus menjenguk nya karena ia adalah ayah dari anaknya.
"Kalau gak salah di rumah sakit Kencana bu, soalnya tadi saya lihat namanya di ambulance. " ujar mbok siti.
"Baiklah kalau gitu mbok, aku akan segera menengoknya ke sana, Terimakasih udah memberitahu saya mbok. "Ujar metty.
" Iya bu. kalau gitu saya tutup dulu telponnya takut nanti di dengar sama bapak bisa dimarah saya. " Ujar mbok siti.
"Iya mbok, sekali lagi terimakasih ya, assalamu'alaikum. " ujar metty.
Metty pun menelpon Diana untuk meminta agar ia mengantarnya ke rumah sakit seperti ucapan mbok siti tadi.
ia pun menelpon Diana.
"Halo assalamu'alaikum din, kamu sibuk gak?. " Tanya metty.
" Nggak ko metty, emang kenapa?. " Tanya Diana.
"Kau bisa minta tolong gak din. " uang metty.
"Iya boleh mau minta tolong apa sayang? ujar Diana sedikit bercanda.
__ADS_1
" Gini din tadi aku ditelpon sama mbok siti, katanya irfan masuk rumah sakit, kamu bis anterin aku ke sana?. " tanya metty menyampaikan maksudnya.
"Masuk rumah sakit kenapa? terus kenapa juga kamu harus pergi ke sana?. " tanya Diana.