
Setelah selesai Makan siang irfan dan metty memutuskan untuk melanjutkan perjalanan menuju pantai.
Tiara yang mengawasi mereka dari tadi pun mengikuti kemana mereka akan pergi selanjutnya.
"jangan pikir aku bodoh mas. " ujar tiara seraya terus membuntuti mereka.
"meityza ngantuk yah. " ujat meityza di dalam perjalanan.
"Ya sudah kamu tidur aja dulu, nanti kalau sudah sampai ke pantai ayah bangunin. " ujar irfan pada anaknya.
Meity yang mendengar ucapan ayahnya pun langsung berbaring di pangkuan ibunya di jok paling belakang.
Sekitaran beberapa menit meity sudah tertidur dengan pulas nya.
"Dek, apa kamu masih belum mau rujuk sama mas? " tanya irfan di sela-sela perjalanan mereka.
Metty yang mendengar pertanyaan suaminya hanya bisa Terima dan berpikir sejenak.
__ADS_1
"Jujur saja mas setelah kita melakukan hubungan itu untuk pertama kalinya lagi, aku menjadi cinta sama kamu. "
" tapi untuk rujuk kayanya aku gak bisa, kedua orang tua ku pasti tak akan merestui hubungan ini lagi. " batin metty.
" sayang kok bengong aja, apa kamu tak mau bicara sama mas?. " ujar irfan yang melihat metty melamun.
metty terperanjat mendengar ucapan irfan ia tak sadar kalau sedari tadi ia hanya melamun.
"Eh iya kenapa mas?. " ujar metty pura-pura tak mendengar perkataan irfan.
"Mas bilang kamu mau gak rujuk lagi sama mas? " tanya irfan sekali lagi dengan senyum menggoda ke arah metty.
"Kita rujuk diam-diam aja dek, mas pengen banget balik lagi sama kamu. " ujar irfan beralibi.
Irfan tak benar-benar ingin rujuk dengan metty, ia hanya tergoda dengan bentuk tubuh sang mantan istrinya itu.
Dibandingkan dengan tiara istrinya yang sekarang, ia lebih tergiur untuk mencicipi tubuh mantan istrinya yang begitu berisi.
__ADS_1
"Nggak ah mas, aku gak mau langgar janji sama tiara. lagipula dia wanita yang sangat baik. " ujar metty padahal dalma hati ia sangat ingin kembali lagi pada irfan.
"Apa kamu masih marah sama mas?, mas minta maaf karena telah menyakiti mu di masa lalu. " ujar irfan dengan wajah sedih ala-ala dia.
"Sudahlah mas sebaiknya sekarang kita menuju pantai saja nggak usah banyak omong. " ujar metty yang merasa rapuh ketika mengingat perlakuan irfan di masa lalu nya.
Irfan yang mendengar ucapan metty pun melakukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, sepanjang jalan tak ada yang tegur sapa satu sama lain nya.
Tiara yang terus membuntuti mereka dari tadi kehilangan jejak karena mobil irfan melaju dengan begitu cepat.
"Ah sial kenapa bisa aku kehilangan jejak mereka sih. " ujar tiara yang merasa kesal karena kehilangan arah.
Tiara pun memutuskan untuk balik ke kantornya, karena bentar lagi akan memasuki jam kerja.
"Akhirnya kita sampai juga di pantai ini, pantai yang begitu indah. " ujar irfan sambil memarkirkan mobilnya di tempat mobil lainnya.
"Sayang tolong bangunin meityza dong, kita sudah sampai sekarang. " ujar irfan sambil melepaskan sabuk pengaman nya.
__ADS_1
Merasa tak ada yang menyauti perkataan nya irfan pun menoleh ke belakang tempat mantan istri dan anaknya.
"Aduh ternyata mereka tertidur juga toh." ujar irfan seraya turun dari mobil dan kembali membuka pintu mobil tempat anak dan istrinya berada.