
"sayang jangan kasar pada Meityza, dia masih anak-anak. " ujar irfan yang tak tega melihat anaknya diperlakukan kasar oleh bundanya.
"mas kamu sebaiknya masuk ke mobil dan menyetir antar kami pulang sekarang. " ujar metty seraya terus memaksa Meityza agar masuk kedalam mobil.
Irfan hanya mampu menuruti keinginan istrinya. Ia segera masuk ke dalam mobil dan menyetir mobilnya ketika sudah metty dan anaknya sudah masuk ke dalam.
"Kenapa ya mas irfan sama metty gak angkat telpon aku bahkan untuk menelepon balik setelah beberapa panggilan yang aku lakukan. " gumam tiara karena tidak ada yang menjawab panggilan telepon nya.
Tiara mencoba untuk menghubungi bi sumi untuk menanyakan apakah irfan sudah pulang apa belum.
"tut... tut... tut..... " suara panggilan telpon yang belum diangkat oleh bi sumi.
dua panggilan belum juga diangkat oleh bi sumi, tiara memutuskan untuk makan terlebih dahulu agar energinya kembali lagi.
******------******
Metty baru sampai di depan rumahnya diantar oleh irfan.
"Mas kamu langsung pulang aja ya, nanti dilihat sama ibu. " ujar metty pada irfan takut kalau ibunya tahu.
__ADS_1
"Iya dek, kalau gitu mas pulang dulu kamu hati-hati sama meityza ya. " ujar irfan pada metty sebelum meninggalkan halaman rumah metty.
"iya mas, kamu juga hati-hati di jalan aku masuk dulu. " ujar metty sambil melangkah masuk ke rumahnya.
Meityza tertidur di mobil karena merasa capek habis menangis.
Metty menggendong meityza dan membawanya masuk ke dalam kamar.
"darimana saja kamu. " tanya ibu yang tiba-tiba ada di depan pintu kamar metty.
"Aku baru selesai membantu tiara mengurus mas irfan untuk pulang bu. " ujar metty pada ibunya.
"Sampai jam segini? bukankah kamu sudah bilang akan pulang sebelum jam 12?." ujar bu Ella dengan penuh selidik.
"Jawab pertanyaan ibu. " ujar bu Ella membentak Metty.
Metty kaget karena ibu membentaknya, karena biasanya kalau pulang terlambat bu Ella tidak pernah membentak metty seperti sekarang ini.
"Ibu bisa bicara baik-baik kenapa harus membentak aku?. " ujar netty dengan mata yang mulai berembun karen bentakan dari ibunya.
__ADS_1
"Jangan mengalihkan pembicaraan metty jawab pertanyaan ibu habis dari mana kamu?. " tanya bu Ella tak menghiraukan metty yang sudah mulai meneteskan air mata.
"Aku sudah bilang bu, aku cuma nemenin tiara antar pulang mas irfan." ujar metty membentak ibunya.
"kamu sudah berani berbohong pada ibu sekarang. " ujar bu Ella.
"ibu stop meityza lagi tidur tolong jangan bikin keributan. " ujar metty yang gak mau tidur anaknya terganggu.
Bu Ella diak sejenak, ia tak menyadari cucunya yang sedang tertidur dengan pulas nya.
"Setelah ini kamu temui ibu di luar. " titah bu Ella pada putrinya.
Bu Ella melangkah keluar dari kamar putrinya, ia tak menyangka kalau putrinya sudah pandai berbohong padanya.
Bu Ella melihat kalau netty tadi dianter oleh irfan. Ia kenal betul dengan wajah irfan.
"Tak mungkin yang tadi bukan irfan, aku sangat mengenal wajahnya. " gumam bu ella.
Tak mau dipusingkan dengan pikirannya tentang metty, bu Ella memutuskan untuk memasak buat suaminya.
__ADS_1
"Ya Allah ampunilah hamba atas segala kesalahan yang hamba perbuat, hamba khilaf dan salah Ya Allah. " ujar Metty seraya mengelus wajah anaknya semata wayangnya.
Metty takut kalau ibunya sampai tahu apa yang ia lakukan bersama irfan sebelum pulang tadi.