
"Memangnya istri kaku sudah ada di rumah sekarang?. " tanya bu rani.
"Belum tahu mah, soalnya ini aku juga pakai mobil orang dan harus segera di kembalikan mah. " ujar irfan mengingat mobil tersebut adalah mobil milik perumahannya yang tak boleh dipakai oleh sembarangan orang.
"Aduh mama kita itu mobil milik istri mu." ujar mama dengan rasa yang tak suka.
"Hehehe iya ma, kalau gitu irfan pamit pulang dulu nanti malam irfan kesini lagi. " ujar irfan pada mamanya.
"Ya udah kamu hati-hati di jalan jangan ngebut bawa mobilnya. " pesan bu rani pada anaknya.
" iya bu tenang aja, aku selalu hati-hati kalau bawa kendaraan. " ujar irfan dengan cengengesan.
Irfan pun menyalami dan berpelukan dengan mamanya sebagai tanda ia telah akrab lagi dengan mamanya.
Bu rani mengantar irfan sampai depan rumah.
"Mah aku pulang duluan ya. assalamu'alaikum buah. " ujar irfan setelah naik ke mobil yang ia b
kenakan.
__ADS_1
"Iya nak Wa'alaikumussalam." ujar bu rani sambil melambaikan tangan kepada anaknya.
Mobil irfan pun melesat pergi dari pekarangan rumah orang tuanya. kini ia sudah berada di jalan yang ramai akan pengguna kendaraan lain.
"Apa yang aku katakan pada tiara nanti ya biar di agak marah dan gak curiga sama aku. " ujar irfan yang kebingungan mencari alasan.
Di lain sisi metty sedang bimbang karena kedua orang tuanya tidak menyapa dirinya.
Ia terus mencoba mengajak bicara ibu maupun bapaknya namun mereka Sama sekali tidak mau diajak bicara.
"Apa mungkin ibu masih marah sama aku ya?. " tanya metty pada dirinya.
Sejak pulang bersama irfan metty menjadi berubah entah itu dari sifat nya maupun sikapnya. ia lebih pemarah pada anaknya.
Ketika anaknya meityza meminta untuk keluar bermain sama temannya metty selalu melarangnya dengan alasan nanti lupa pulang ke rumah.
"Nenek lagi sibuk, kamu main aja sama boneka-boneka mu itu dulu. " ujar metty pada meityza dengan ketus.
meityza yang merasa bundanya berubah dan sering membentaknya membuat ia menangis dan berlari mengurung diri di kamarnya.
__ADS_1
"Bunda jahat, bunda sudah gak sayang lagi sama aku. " ujar meityza sambil terus menangis di bawah bantalnya.
Netty yang sadar telah membentak anaknya dan membuat ia sampai menangis pun menyusul anaknya ke kamar.
"sayang maafkan bunda, bunda tidak bermaksud membentak kamu nak. " ujar metty sambil mengelus kepala anaknya.
"Bunda jahat? bunda sudah tak sayang lagi pada aku. " ujar meityza sambil menepis tangan bundanya.
"kamu ngomong apa nak? bunda sayang kok sama kamu. " ujar metty berusaha menenangkan putrinya.
"Bunda sudah berubah, bunda selalu membentak aku sekarang. " ujar meityza.
Merry hanya mampu terdiam mendengar ucapan anaknya yang menyebut kalau dirinya sudah berubah.
"Sayang bunda gak berubah. bunda cuma banyak pikiran jadi nggak sengaja ngomong kasar sama kamu, maafin bunda ya. " ujar metty sambil terus berusaha membujuk anaknya.
Meityza tak lagi menjawab perkataan ibunya dia hanya terdiam sambil terus menangis.
Metty yang melihat anaknya tak menghiraukan dia, ia pun pergi keluar meninggalkan anaknya di kamar dan memutuskan untuk memasak ke dapur.
__ADS_1
"Semoga saja dengan aku memasak ibu tak lagi marah pada ku dan mau ngobrol lagi sama aku. " ujar metty dalam hatinya.