
Kakek pun mengambilkan makanan untuk cucunya dan tak menghiraukan metty yang kaget melihatnya.
"Ini nak kamu mantan yang banyak ya biar cepat besar. " ujar kakek sembari memberikan makanan yang diambil nya tadi ke meityza.
"Iya kek. kakek juga makan sama nenek biar selalu sehat. " ujar meityza mempersilahkan mereka untuk ikut mana bersamanya.
"Kamu manja dulu aja sayang, kakek sama nenek mu belum mandi. " ujar bu Ella pada cucunya.
"Ibu mandi saja dulu biar aku yang menerus anak ku. " ujar metty menghampiri anaknya.
Bu Ella dan suaminya tak menghiraukan perkataan anaknya metty, mereka lebih memilih untuk pergi melihat kebun di belakang rumahnya.
"Ibu sama bapak sampai kapan akan terus mendiamkan aku begini?. " ujar metty yang tak tahan melihat kedua orang tuanya tak mau diajak bicara.
Kedua orang tua metty menghentikan langkah mereka kalah mendengar suara metty dan berbalik melihat ke arahnya.
__ADS_1
"Kamu nanya? kamu bertanya-tanya? sini aku kasih tahu yeah. " ujar bu Ella mengikuti trend yang sempat ia lihat di ponsel Tetangganya.
Metty yang mendengar ucapan ibunya tak dapat menahan tawanya.
"Hahahaha ibu-ibu, ngapain coba ngomong gitu, aku serius bu. " ujar metty sambil memegangi perutnya yang terasa sakit karena terlalu banyak bicara.
"Kamu sudah berani berbohong pada kami dan sekarang kamu masih nanya mengapa kami tak mau bicara pada mu?. " ujar bu ea dengan sorot mata yang tajam.
"Ibu aku gak bohong, aku sudah mengatakan yang sejujurnya bu. " ujar metty dengan sedikit terbata-bata karena ia belum mampu untuk mengatakan yang sejujurnya.
"Maksud bapak apa ngomong gitu? apa selama ini belum cukup aku mengabdi pada kalian berdua?. " tanya tiara sembari menahan air matanya yang hendak keluar.
"Apa? mengabdi katanya mu? coba katakan apa yang telah kamu lakukan pada kami? " tanya bapak dengan wajah yang serius.
"Bukannya kamu mengabdi malu membawa aib bagi ibu dan bapak metty apa kamu tidak sadar?. " ujar bu Ella yang geram dengan ucapan anaknya.
__ADS_1
"Aku selalu ada buat kalian meskipun aku telah membawa ain bagi kalian, tapi kalian tak pernah menghargai pengorbanan ku. " ujar metty dengan air mata yang meluncur dari pipi.
"Lalu bagaimana dengan kami yang sudah merawat kamu dari kecil hingga dewasa malah kamu menjadi pembangkang dan menodai nama keluarga mita metty. " ujar bu ella yang ingin mengeluarkan semua isi hatinya kepada anaknya.
Bu ella dan suaminya dulu merawat netty dengan penuh kasih sayang hingga ia besar.
Mereka selalu berusaha memenuhi segala kebutuhan metty, tak pernah sekalipun mereka membentak atau memarahi anaknya.
Namun betul terkejut nya mereka ketika mendengar anaknya hamil di luar nikah dan lebih malunya lagi mereka malah dicemooh oleh tetangga sekampung mereka.
Di saat seperti itu, kedua orang tua metty tak mampu untuk melakukan apa pun. semua orang menyalahkan mereka karena metty hamil di luar nikah.
Tetangga nya menyalahkan cara mereka mendidik metty, karena selalu memanjakan metty dalma setiap keinginannya.
Hingga mereka sadar bahwa membesarkan anak perempuan itu memang sangat sulit meskipun sudah di didik dengan sangat baik. namun kita tak pernah tahu di luar rumah mereka bersikap seperti apa.
__ADS_1