Menitipkan Anak Ke Nenek

Menitipkan Anak Ke Nenek
Bab 35 Diana Vs Tiara


__ADS_3

"Dipukulin sama ayahnya, udah din ayok anterin aku. " ujar metty.


"Kenapa kamu harus pergi jenguk dia? dia bukan siapa-siapa kamu. " ujar Diana.


"Din bagaimana pun juga dia ayah dari anak ku, kamu mau gak anterin aku?. " tanya metty yang gak mau basa-basi dengan Diana saat ini.


"Iyaa iya bentar deh, aku mau dandan bentar baru otw rumah mu. " ujar diana yang sebenarnya males ngurusin masalah yang bersangkutan dengan Irfan.


"Iya aku tinggu. " ujar metty.


Metty memutuskan untuk pergi menjenguk irfan dan ia membawa meityza biar meityza tahu rupa ayahnya.


"Aku gak mau jadi ibu yang jahat, memisahkan anak dari ayah kandungnya, meskipun irfan sudah menyakiti ku, tetapi dia tetap ayah meityza. " ujar metty.


Beberapa menit metty menunggu di depan rumah akhirnya Diana pun datang, ia sudah meminta izin kepada ibunya bahwa ia akan pergi menjenguk irfan, ibunya juga sudah mengizinkan.


"Din kok lama banget sih, dari tadi loh aku nungguin kamu. " ujar metty.


"Mana ada lama, orang aku udah pakai kecepatan tinggi kok. " ujar Diana.


"Iya sudah yuk kita pergi. " ujar metty sambil menyuruh meityza masuk ke mobil.


"Yuk kita pergi, yuk kita pergi, emangnya kita mau pergi ke mana metty sayang." Ujar Diana yang tidak tahu mau pergi ke rumah sakit mana.


"Ya ke rumah sakit lah din, masa ke hati mu. " Ujar Diana yang merasa kesal dengan Diana.


"Aduhhhh metty sayang, kamu aja gak kasih tau aku alamat rumah sakitnya, masa iya aku ajak kamu ke semua rumah sakit. " tanya Diana gemes sama kelakuan metty.


Metty yang menyadari tidak memberitahu Diana alamat rumah sakitnya pun tersipu malu.


"Hehehe rumah sakit Kencana din, sorry ku kira udah ngasih tau tadi. " ujar metty sambil cengengesan merasa bersalah.


"Ya udah pegangan biar aku pakai kecepatan di atas rata-rata." ujar Diana.


Metty pin menuruti kata Diana, dia memasang sabuk pengaman untuk meityza juga dirinya setelah selesai Diana pun melajukan mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata.


Sekitaran 30 menitan akhirnya mereka sampai di rumah sakit sesuai dengan alamat yang dikasih mbok siti.


"Met apa benar ini rumah sakit tempat irfan?. " Tanya Diana sebelum turun dari mobilnya.


"Benar kok din, mbok siti ini udah sesuai dengan alamat yang dikirim mbok siti.


" ya udah yuk kita masuk. " Ujar Diana.


Mereka memasuki rumah sakit dan menanyakan apa bagian loket dimana letak tempat irfan dirawat,

__ADS_1


suster pun memberitahu kami tempat irfan, kami mengikuti sesuai petunjuk suster tadi, saat tiba di ruang UGD kami melihat tiara di sana.


"Met apa kamu yakin mau jenguk irfan? di sana ada istrinya loh. " Tanya Diana.


"Yakin din, aku kesini kan cuma mau lihat kondisi mas irfan bukan mau merebut irfan dari dia. " Ujar metty dengan nada yang meyakinkan.


"Baiklah kalau gitu yuk kita samperin. " ujar Diana.


Mereka pun nyamperin Tiara yang sedang duduk sendirian sembari menunggu irfan.


"Assalamu'alaikum tiara. " ujar mereka bersamaan.


Tiara kaget mendengar orang ngucapin salam padanya, dan ketika ia nengok di depannya sudah ada metty, diana dan meityza.


"Wa'alaikumussalam kok kalian bisa disini?. " Ujar tiara yang bingung melihat kehadiran mereka.


"Kami kesini untuk menjenguk irfan, kamu sendiri ngapain disini? " Tanya Diana.


"Aku nungguin irfan disini kenapa? ada yang salah?. " ujar tiara sedikit cemberut.


"Owh gitu? gimana keadaan irfan. " Tanya metty.


"Untuk apa kamu nanyain suami ku?. " ujar tiara yang tidak suka dengan metty.


"Ya salah aku istrinya kamu cuma mantannya gak usah belagu. " ujar tiara yang sudah dikuasai oleh emosinya.


"Tiara kamu memang istrinya, tapi istri simpanan, bukankah begitu tiara? " ujar Diana penuh penekanan.


Tiara yang mendengar perkataan Diana tak tahan untuk tidak menamparnya.


"Plakkk.... jaga ucapan mu Diana. " ujar tiara setelah menampar Diana.


Diana yang tidak Terima ditampar tiara, menampar lagi dengan cukup keras.


Plakkk.... dasar wanita pelacur, kamu kira aku takut dengan kamu ha?. " Tanya Diana.


"Diana jangan kurang ajar kamu, kamu itu wanita pelacur bukan aku. " Ujar tiara yang dipenuhi emosi.


Metty yang melihat mereka bertengkar tak dapat memisahkan mereka, karena emosi sudah menguasai mereka berdua.


Orang-orang yang mendengar keributan mereka pun terpusat pada mereka, suster yang melihat keributan mereka berusaha menenangkan mereka.


"Mbak-mbaknya tolong jangan ribut disini, ini rumah sakit jadi tolong pengertian nya mbak. " ujar salah satu suster yang melihat keributan mereka.


Tiara dan Diana yang mendengar teguran dari suster pun akhirnya berhenti bertengkar.

__ADS_1


"Diana kita duduk disebelah sini aja. " ujar metty menarik pergelangan tangan diana untuk menjauh dari tiara.


"Dasar wanita pelacur gak tahu malu. " ujar diana sebelum mengikuti metty.


"Hutts din jangan ngomong kaya gitu, dosa tahu. " ujar metty yang mendengar ucapan Diana.


"udah ku bilang met, jangan datang kesini jadi masalahkan. " ujar Diana.


"Ya maaf din aku gak tahu kalau bakalan jadi seperti ini. " ujar metty merasa bersalah pada Diana.


Mereka duduk dalam diam, tidak ada yang bicara lagi satu sama lain begitu juga dengan tiara, ia hanya terdiam di tempat duduknya.


Beberapa menit dokter yang menangani irfan pun keluar.


"Dengan keluarga pak irfan?. " Tanya dokter pada kami.


" Saya pak, saya istrinya Mas irfan. " Ujar tiara yang segera bangkit dari duduknya agar lebih dekat dengan dokter.


"Begini bu, pasien harus dirawat inap dikarenakan harus mendapat perawatan yang intensif akibat luka-luka yang diterima cukup para. " Ujar dokter.


Metty yang mendengar perkataan dokter kaget dan menutup mulutnya sambil mengucapkan istighfar.


"Astaghfirullah mas irfan kasihan sekali kamu. " ujar metty dalam hati.


"Baik dok, kalau gitu apa saya bisa melihat kondisi suami saya.? " Tanya tiara.


"Bisa bu silahkan, untuk urusan administrasi nya bisa diurus di depan ya bu. " ujar dokter.


" Baik dok, terimakasih. " ujar tiara.


"Sama-sama Bu. kalau gitu saya pamit dulu permisi bu. " ujar dokter seraya berlalu meninggalkan kami.


Setelah dokter pergi aku membawa meityza masuk ke dalam untuk melihat kondisi mas irfan. Begitu juga dengan tiara dan Diana.


Aku yang melihat kondisi mas irfan merasa sangat kasihan padanya, kenapa dia bisa sampai seperti ini.


"Mas gimana keadaan mu? " tanyaku pada irfan.


"Seperti yang kamu lihat sekarang metty. " ujar irfan.


"Mas apa kamu mau sesuatu? biar aku belikan. " Tanya tiara yang tidak mau suaminya terlalu banyak bicara dengan mantan istrinya itu.


"Nggak sayang, terimakasih kamu sudah mau mengantarkan mas tadi. " ujar irfan pada tiara.


"Halah irfan irfan itu sudah tugas istri kali membantu suaminya kalau berada dalam kesulitan. " Ujar Diana yang muak mendengar perkataan irfan.

__ADS_1


__ADS_2