
Setah diana pulang metty merebah kan anaknya di atas kasur begitu juga dirinya. hari ini ia merasa sangat lelah.
Mas irfan sebenarnya aku masih sayang sama kamu, tapi karena semua kebohongan dan kelicikan kamu, membuat ku hilang rasa dan tidak mau hidup bersama mu lagi. " ujar metty dalam hati seraya membayangkan masa lalunya bersama irfan.
Irfan hanya bisa terdiam di rumah sakit, tiara sudah pulang untuk mengganti pakaiannya dan membawa baju ganti untuk irfan.
"Metty kenapa sekarang aku merasa aneh jika bertemu dengan dirimu, selalu saja ada getaran yang memburu di hati ketika tidak sengaja tatapan kita bertemu. " ujar irfan seorang diri, ia merasa ia sudah mencintai metty.
Saat sibuk bermain dengan pikirannya sendiri dokter yang menangani irfan masuk.
"Assalamu'alaikum gimana kondisinya pak? apa bapak sudah merasa baikan?. " tanya dokter.
"waalaikumsalam dok, alhamdulilah saya merasa sudah agak baikan. " Ujar irfan.
"Baiklah kalau gitu kita cek kondisi bapak dulu sekarang ya. " Ujar dokter sambil mengecek kondisi irfan.
"Dok kira-kira kapan saya bisa pulang?. " tanya irfan yang merasa bosan berbaring terus, tapi badannya masih terasa nyeri akibat pukulan demi pukulan yang diterima dari ayahnya.
"Mungkin besok lusa bapak sudah bisa pulang. karena setelah saya cek, alhamdulilah kondisi bapak sudah sangat membaik hanya butuh istrinya yang cukup. " Ujar dokter.
"Oh gitu ya dok. "
"Kalau gitu bapak istirahat saja, saya permisi mau cek pasien yang lain nya. " ujar dokter seraya berlalu dari ruangan irfan.
Tiara yang baru sampai rumah segera masuk ke kamar untuk mengambil pakaian yang akan dipakai untuk baju ganti nantinya.
Saat ia mau melangkah ke kamar ia di panggil oleh mertuanya.
"Tiara kesini sebentar mama mau nanya. " ujar mama irfan.
Tiara pun menghampiri mama mertua nya yang sedang berdiri tak jauh darinya.
"Ya ada apa ma?. " tanya tiara.
"Gimana kondisi irfan? apa ia baik-baik saja?. " Tanya mama.
"Kenapa nanya ke saya ma? kalian kan bis alergi jenguk sendiri. " ujar tiara yang kesel pada kedua orang tua irfan.
"Kamu kan yang pergi ke sana harusnya kamu tahu dong kondisi dia. " Ujar mama yang ingin mengetahui kondisi irfan.
__ADS_1
Karena bagaimanapun irfan adalah anak Satu-satunya, ia tidak rela jika anaknya kenapa napa karen ulah mereka, Namun ia juga gengsi jika harus menengok anaknya.
"Loh mama kan mama nya irfan kenapa tidak jenguk sendiri, anak sendiri kok digituin, apa jangan-jangan irfan bukan anak kalian lagi. " Ujar tiara mulai emosi dengan mama mertuanya.
"Plak......... jangan kurang ajar kamu tiara, kalau bukan karena kami, kamu tidak akan bisa menikahi anak saya, ngerti kamu." ujar mama yang kaget mendengar penuturan menantunya.
"Owh jadi sekarang mama sudah berani nampar aku?. " ujar tiara ubah kaget karena mendapat tamparan dari mama mertuanya.
Selama hidup bersama keluarga irfan, tiara tidak pernah diperlakukan kasar oleh mereka, namun kali ini mama mertuanya sudah berani mengangkat tangan nya untuk menampar nya.
"Kenapa mama harus takut, selama ini kami menerima mu dengan baik, tapi kelakuan kamu malah begini, ditanya baik-baik malah ngomong yang tidak-tidak. " Ujar mama.
"Makanya jari orang tua itu hargai dong anaknya jangan dijadikan bahan untuk memperoleh keuntungan pribadi kalian. " Ujar tiara tak dapat menahan emosinya.
"Plak..... dasar menantu kurang ajar, berani-beraninya kamu ngomong begitu pada kami. " Ujar ayah yang mendengar ucapan ku.
Tiara yang mendapat tamparan dari ayah mertuanya tak sanggup untuk menahan genangan air matanya, tamparan ayah terasa begitu sakit di pipinya.
"Kalian keterlaluan karma akan membalas kalian. " ujar tiara seraya berlalu dari hadapan kedua mertuanya dan segera masuk ke kamar untuk membereskan pakaian dirinya juga irfan.
"Pa kenapa papa tampar tiara? dia wanita pa. " ujar mama yang kaget meliah suaminya menampar tiara.
Tak berapa lama tiara keluar dari kamar dengan membawa dia buah koper besar yang berisikan baju-baju mereka.
Kedua mertuanya kaget melihat koper yang dibawa tiara.
"Tiara apa yang kamu lakukan? kamu mau minggat dari sini? emang kamu punya tempat tinggal?. " tanya mama.
tiara tidak menggubris ucapan mertuanya ia terus berjalan keluar rumah sambil menenteng dia buah koper nya.
"Tiara kamu dengar gak sih mama bicara sama kamu. " ujar mama yang emosi karena tiara tidak menghiraukannya.
"Sudahlah ma, biarkan saja dia pergi nanti juga balik sendiri, mau tinggal dimana dia sok-sokan keluar dari rumah ini. " ujar ayah yang masih terdengar di telinga tiara sebelum memasuki taksi yang ia pesan.
Mama pun berhenti mengejar tiara karena mendengar omongan suaminya.
Setelah taksi yang tawar pesan berjalan menjauhi rumah mewah tapi penuh dengan tekanan itu merasa sangat lega.
" Tunggu saja pembalasan ku atas apa yang kalian lakukan pada ku. "ujar tiara dalam hati sambil tersenyum licik.
__ADS_1
Sebelum berangkat ke rumah sakit tiara mengantarkan kopernya ke rumah yang selama ini ia beli namu tidak ada seorang pun yang mengetahui nya.
Ia memberitahu sopir taksi alamat rumahnya, beberapa lama ia pun sampai di rumahnya yang begitu terawat walaupun tak pernah ia tempati.
"Pak tunggu disini sebentar ya. saya mau anterin koper saya ke dalam bentar. " ujar tiara.
"Baik bu. " ujar sopir taksi.
Tiara pun turun dari mobil dan masuk kedalam rumahnya, ia meletakan koper ke dalam kamar yang akan ia tempati nanti.
Ia memasukan semua pakaiannya dalam lemari di dalam kamarnya. Setelah dirasa sudah rapi ia bergegas ke dapur untuk minum karena merasa haus.
Tak lupa ia menelepon pembantu yang selama ini mengurus rumahnya, agar bisa datang menjaga rumahnya.
"dret... dret. dret.. bunyi ponsel yang masih berdering di sebrang sana.
Tak berapa lama terdengar suara seseorang pertanda panggilannya sudah diangkat.
" Halo assalamualaikum nyonya, maaf lama diangkat soalnya tadi saya lagi nyuci. " Ujar Bi sumi pembantu kepercayaan tiara.
"Wa'alaikumussalam bi, gapapa bi saya mau minta tolong. Apa bi sumi bisa nginap di rumah saya sekarang?. " Ujar tiara pada bi sumi.
"Bi.bi.bis nyonya, tumben saya disuruh nginap nya, apa ada yang akan tinggal di rumah nyonya?. " tanya bi sumi.
"Iya bi saya memutuskan untuk nginap di rumah saya bibi bisa kan mulai sekarang nginap disini pulangnya setiap hari minggu?. " Tanya tiara.
"Bisa nya dengan senang hati. " Ujar bi sumi.
"Kalau gitu nanti bi sumi kesini ya, kuncinya saya titip ke tetangga depan rumah ya bi, kemungkinan saya pulang malam nanti. " Ujar tiara.
"Baik nya. nanti saya ke sana. " ujar bi sumi.
"Ya udah kalua gitu saya tutup dulu panggilannya. Assalamu'alaikum. ujar tiara.
" Wa'alaikumussalam nyonya. " ujar bi sumi.
Tiara pun memutuskan panggilannya dengan Bi sumi, dirasa semua sudah beres ia pun bergegas menuju sopir tadi, takutnya pak sopir malah pergi karena kelamaan menunggu dirinya.
"Syukurlah Taksinya masih ada. " ujar tiara yang melihat taksi masih berada di tempat semula.
__ADS_1
"Pak kita jalan lagi ya ke rumah sakit kencana. " Ujar tiara.