
Irfan baru saja selesai sarapan ia bergegas masuk ke kamarnya untuk mandi agar ia bisa berpikir dengan jernih.
Tentang apa yang harus diomongin ke ayahnya besok, agar ia bisa mendapatkan maaf dari sang ayahnya.
"Sebaiknya sekarang aku mandi agar pikiran ku jernih dan besok bisa mendapatkan maaf dari ayah." ucap irfan setibanya di kamar.
Bu Rani membantu mbok siti merapikan meha makan yang sedikit berantakan karena makanan yang disajikan habis semua oleh anaknya.
"Syukur lah nyonya sudah baikan sama dengan irfan, pasti den irfan senang bisa kembali lagi kesini. " ujar mbok siti sambil mencuci piring.
"Sudahlah mbok, gak usah ngurusin yang lain sebaiknya mbok siti fokus saja dengan pekerjaan mbok sendiri. " ujar bu Rani dengan tegas pada mbok siti.
Bu Rani tidak mau kalau pembantunya nanti akan membuat ia dan keluarga hancur.
ia selalu waspada kepada siapapun yang ada di rumahnya meskipun itu pembantu yang sudah mengabdi sangat lama pada dirinya.
Bu Rani tak mau kalau sampai rencana gagal karena diketahui oleh orang lain.
"Mbok cuci yang bersih semua ini saya ada urusan lain. " ujar bu Rani sambil meninggalkan bi sumi di dapur.
__ADS_1
"seandainya ada tempat kerja yang lain, pasti aku sudah keluar dari sini. " ujar mbok sumi yang merasa muak dengan segala drama yang ada di rumah majikannya itu.
""""*********""""""""
Tiara sudah berkutat dengan pekerjaan nya di kantor, ia begitu telaten menjalankan semua pekerjaannya.
"Semoga saja makin hari perusahaan ki semakin membaik. " ujar tiara di sela-sela pekerjaan.
ketika sedang sibuk dengan pekerjaan nya tiba-tiba ponsel tiara berdering menandakan ada panggilan masuk.
Ia segera mengambil handphone di atas meja kerjanya.
"ah papa, akhirnya papa mau menghubungi ku lagi. " batin tiara ketika melihat nama papa nya yang terpampang di layar ponselnya itu.
"Halo assalamu'alaikum papa. " ujar tiara dengan rasa bahagia.
"Wa'alaikumussalam nak, kamu apa kabar. " ujar pak yanto ketika mendengar suara putrinya.
"Alhamdulilah tiara baik-baik aja pa. gimana dengan papah. " ujar tiara balik tanya.
__ADS_1
"Syukurlah kalau gitu nak, papa minta maaf baru sekarang bisa telepon kamu ya. " ujar pak yanto.
"tiara kira papa sudah gak mau lagi berhubungan sama tiara. " ujar tiara dengan mengeluarkan suara manjanya.
"Hehehe gak gitu nak, akhir-akhir ini papa banyak kerjaan jadi gak sempat menghubungi kamu, sekarang papa baru ada waktu. " ujar pak yanto dengan cengengesan.
"Memang kerjaan papa apa si sampai sibuk banget. " ujar tiara.
"Papa baru selesai menguras dan membangun perusahaan baru papa nak. " ujar pak yanto.
"Wah makin lama papa makin sukses ya. gak kaya aku yang terbengkalai ini. " ujar tiara dengan suara serak menahan tangis.
"Loh kok kamu kaya nangis nak? apa ada seseorang yang sudah menyakiti dan berbuat jahat pada mu? " tanya pak ya to kala mendengar suara anaknya menangis.
"Nggak ko pa. aku cuma rindu sama papa juga mama. " ujar tiara berusaha tegar.
"kenapa kamu gak ke rumah kalai kangen sama papa juga mama kamu?. " tanya pak yanto pada anaknya.
"Waktu aku menikah dengan mas irfan papa kan ngusir aku. jadi aku gak berani ke rumah pa. " ujar tiara dengan sedihnya.
__ADS_1
"oalah kamu masih ingat perihal itu toh. papa saja sudah melupakan nya nak. " ujar pak yanto pada anaknya.
"Tentu saja aku sangat mengingatnya pa, sampai aku tak berani berkunjung sekedar untuk melihat keadaan kalian. " ujar tiara dengan meneteskan air mata yang tak dapat ia tahan lagi.