
" Aku gak tahu pasti din, biarkan saja dia melakukan apa yang dia ingin kan, aku sudah tidak peduli lagi. " Ujar metty karena ia sudah capek dengan suaminya yang selalu membohongi dirinya.
" Kalau gitu kita kamu siap-siap gih sana, kita pergi ke antar berkas gugatan kamu. "
" Iya dah kau siap-siap dulu, kamu tunggu disini sama ibu dulu ya din. "
" Iya metty, jangan lama-lama. " kata diana.
Metty pun bergegas pergi ke kamar nya untuk bersiap-siap dan membawa semua berkas yang mungkin akan dimintai nanti.
" Yuk din, kita berangkat sekarang. " kata metty yang sudah selesai bersiap-siap.
" Oke kita berangkat jangan lupa berdoa agar gugatan mu nanti bisa diterima. " uajr diana sambil menepuk pundak metty memberi semangat.
"Iya din, oh bu pak, metty titip Meity dulu ya. " ujar metty karena mungkin mereka akan pulang terlalu lama, kalau membawa anaknya bisa nggak konsen dia nanti kalau di tanya.
"Iya Nak, kamu yang tenang jangan gegabah." Jawab ibu.
Metty dan diana pun bergegas menuju kantor pengadilan agama tempat ia tinggal. Beberapa jam di jalan diana tiba-tiba berhenti, metty yang melihat diana berhenti tiba-tiba pun kaget.
" Din, kenapa? kok kamu berhenti tiba-tiba hampir saja jantung ku berhenti berdetak. " ujar metty sambil memegang dadanya.
" Met lihat deh, bukannya itu irfan ya?. " Tanya diana sambil menunjuk ke arah orang yang dimaksud. Aku pun mengikuti arah pandang diana, dan benar saja itu adalah irfan.
" Iya din itu beneran irfan, kok dia bisa disitu ya? padahal tadi katanya mau kerja. " Ujar metty yang merasa dibohongi oleh irfan.
"Itu irfan bukannya sama tiara ya? " Tanya Diana yang melihat wanita di samping irfan, mereka terlihat begitu bahagia, berkali kali irfan mengecup kening tiara.
" Iya din itu tiara, biarkan saja din sebaiknya kita melanjutkan perjalanan. "
" Tunggu met, ini bisa menjadi bukti tambahan kita nanti. " kata Diana sambil merekam juga memotret saat mereka sedang bermesraan.
__ADS_1
" Iya juga ya din, kok aku baru tahu ya?. "Tanya metty sambil merutuki dirinya. kok bisa-bisa hal seperti itu tidak aku pikirkan. batin metty
Setelah mereka selesai memergoki irfan, mereka pun melanjutkan perjalanan menuju kantor agama. Satu jam lamanya akhirnya mereka tiba di pengadilan agama, Diana mengajak metty turun dari mobil dan bersiap untuk masuk ke dalam. Metty merasa sedikit gugup karena ini pertama kalinya ia akan memasuki kantor agama yang tidak seorang pun mau datang kemari.
" Din kok aku merasa gugup ya, padahal tadi aku merasa biasa-biasa saja. "kata metty pada sahabat nya itu.
" met dengarkan aku, memang orang-orang kalau pertama kali akan mengambil hal besar dalam hidupnya akan merasa gugup jika hal yang diambil sudah di depan mata, seperti yang kamu lakukan sekarang. "Kata Diana sembari menggenggam pergelangan tangan metty untuk menyalurkan semangat.
Metty yang mendengar Diana merasa semua kegugupannya hilang, ia menarik napas dalam-dalam agar bisa lebih tenang.
" Iya din, yuk kita masuk. "ajak metty
Mereka pun memasuki kantor pengadilan agama sesampainya di dalam mereka dipersilahkan duduk.
" Ada yang bisa saya bantu mbak?. " tanya pegawai kantor agama.
"Saya kesini mau mendaftar untuk menggugat cerai suami saya pak. " Kata metty dengan tenang.
"apa alasan ibu menggugat suami ibu? "
" Bisa saya lihat surat gugatannya serta bukti-bukti perselingkuhan suami ibu? "tanya pegawai
Metty pun menyodorkan surya gugatan serta bukti-bukti yang ia punya.
" Baik bu, kami akan segera memproses gugatan ibu dan apabila sudah disetujui oleh pusat kami akan menghubungi ibu, bisa disertakan nomor yang bisa kami hubungi bu? " tanya pegawai tersebut.
" Baik Pak, Terimakasih . " kata metty sembari menyerah nomor ponselnya.
" Baik bu, kami akan segera menghubungi ibu jika semuanya sudah di proses oleh pihak negeri. " Kata pegawai tersebut.
" Kalau gitu kami pamit dulu pak. "
__ADS_1
Merekapun keluar dari kantor pengadilan agama, ada rasa lega di hati metty setelah mengajukan gugatan tersebut meskipun ia belum tahu nanti diterima atau tidak nya.
" Alhamdulilah ya din, aku merasa sedikit lega telah memasukan berkas gugatan ku. "kata metty sembari memeluk diana, karena telah membuka matanya dan menyadarkan ia akan kebusukan irfan.
" Sama-sama din, tapi jangan senang dulu, ini baru permulaan kita belum tahu gugatan mu di Terima atau tidak, sebaiknya kita cari pengacara hebat yang menjadi kuasa hukum mu nanti. " jawab dia seraya membalas pelukan metty.
"Aku cuma senang aja din akhirnya aku berani mengambil langkah ini, oh iya din aku gak punya teman pengacara gimana dong? . "
"Tenang aja biar aku yang urus itu Pokoknya kamu harus fokus dan jangan sampai irfan tahu kamu telah menggugat sebelum gugatan mu di terima, karena kalau dia tahu kemungkinan besar ia akan menghalangi jalan mu. " ucap diana memberi saran pada metty.
" Iya din, aku akan lebih berhati-hati. "
" Pokoknya kamu harus bersikap biasa-biasa saja seolah-olah tidak terjadi sesuatu oke. " Kata diana.
" Iya din sekali lagi makasih ya udah mau nemenin aku. " kata metty karena senang diana selalu membantunya.
" Iya sama-sama, kalau gitu sebelum pulang kita ke Mall dulu yuk. kita beli jajanan buat ibu sama bapak di rumah. " ajak diana
" Tapi din, aku gak punya uang. " kata metty yang memang dia sudah tidak memiliki uang lagi,
"udah kamu tenang aja biar aku yang bayar, aku sudah menganggap kamu adik aku jadi turuti saja apa yang aku bilang. " ujar diana yang tidak merasa keberatan jika mengeluarkan uang untuk keluarga sahabatnya.
" Tapi din, kamu sudah banyak ngeluarin uang kamu buat aku, apalagi semua proses perceraian ku kamu yang bayar, aku jadi gak enak din. " ucap metty sambil menunduk karena ia malu jika terus-terusan diana yang mengeluarkan uang sedangkan ia hanya Menikmatinya.
" Biasa aja kali met, siapa tahu nanti kamu bisa bantu aku lagi, kan kita gak tahu nasib kita kedepannya kek gimana, siapa tau nanti kamu jadi orang kaya dan aku bangkrut akhirnya miskin. " ujar diana.
" Tapi din. aku benar-benar gak enak sama kamu. "
Diana yang terus mendengar ocehan metty menarik nya masuk ke mobil dan segera menuju mall, karena jika terus-terusan berdebat bisa dipastikan mereka akan tetap berada disitu sampai malam. Diana terus melajukan mobilnya hingga akhirnya mereka pun sampai di mall.
" Met yuk turun nanti ke sambet loh diam di mobil sendirian. " ujar diana yang beranjak turun dari mobil.
__ADS_1
Metty pun mengikuti diana di belakang karena ia gak tahu mau beli apa, apalagi pakai uang orang gak enak kalau mau pilih-pilih sendiri, jadi biarlah aku ikutin saja diana biar dia yang nawarin nanti.
Setelah selesai belanja diana kembali melajukan mobilnya menuju ke rumah metty.