
"Assalamu'alaikum mas irfan, maaf ya agak lama datangnya. " ujar tiara setibanya diruang tempat irfan di rawat.
"Waalaikumsalam salam sayang, ku kira kamu gak bakalan datang lagi. " ujar irfan yang sedari tadi menunggu tiara.
Irfan berpikir kalau tiara mungkin tidak akan datang lagi kesini.Karena ia menunggu sangat lama dan tidak ada tanda-tanda untuk datang.
"Pasti datang mas, tadi aku abis nyuci makanya aku bagi lama kesini. " ujar tiara yang mendapati ucapan irfan.
"Mmm, Aku capek berbaring terus sayang. " ujar irfan pada tiara.
"Loh kan mad bisa bangun kenapa mas gak bangun tadi?. " tanah tiara karena setahu tiara irfan tidak sakit yang lain haha wajahnya saja.
"Iya sih, mas kelupaan gara-gara terus berbaring badan mas jadi kaya kamu gitu. " ujar irfan.
"Ya sudah kalau gitu siji aku bantu mas berdiri. " ujar tiara.
"Iya makasih ya sayang. " ujar irfan.
Tiara pun membantu irfan untuk berdiri, memang terasa sangat berat badan suaminya itu, dan terasa sangat kaku. Mungkin karena kelamaan berbaring.
"Mas kok berat banget sih? . " tanya tiara.
"Mungkin karena mas jarang olahraga atau karena badan mas yang terasa begitu kaku. " ujar irfan pada Tiara.
"Mas mau jalan kemana, biar aku temenin? . " tanya tiara.
"Mas mau ke kamar mandi sayang, tolong tuntun mas samapi ke kamar mandi ya. " ujar irfan yang kebelet pipis.
"Ya udah yuk mas, biar selesai itu mas makan. " ujar tiara seraya menuntun irfan ke kamar mandi.
Sekitaran 3 menit mereka sampai di kamar mandi, tiara meminta irfan untuk masuk sendiri dan berpegangan pada setiap tembok yang ada.
"Mas aku tunggu di sini ya, kamu jangan lama di dalam. " ujar tiara.
"Loh kamu gak masuk sayang? aku kan belum bisa jalan dengan sempurna. " ucap irfan.
"Kan kamu bisa berpegangan pada tembok mas, pokoknya aku tunggu disini kamu masuk sana cepat." ujar tiara yang tak mau berlama-lama di situ.
"Ya udah mas coba ya. " ujar irfan seraya berjalan perlahan sambil berpegangan pada tembok kamar mandi.
"Maafkan aku ya mas pokonya sekarang kamu harus bisa melakukan semua nya sendiri. " ucap tiara dalam hatinya.
2 menit kemudian irfan oun keluar dari kamar mandi itu.Tuara tiara yang mendengar suara pintu di buka segera menengok.
__ADS_1
"Sudah selesai mas?. " tanah tiara yang melihat Irfan keluar dari kamar mandi.
"Iya sayang. tolong bantuin mas ya, mas capek sekali. " ujar irfan dengan wajah penuh keringat.
"Mas jalan kesini dulu baru aku bantuin mas. " ujar tiara agar irfan terbiasa supaya badannya tidak kaku lagi.
"Tapi sayang mas sudah gak kuat. " ujar irfan yang merasa sangat capek.
"Kalau kamu lama dan gak mau jalan. aku tinggalin kamu mas. " ujar tiar memalingkan muka dari irfan.
Mendengar ucapan tiara irfan berusaha berjalan dengan cepat agar bisa sampai di tempat tiara karena ia takut di tinggalin di situ seorang diri.
Sesampainya di samping tiara irfan merasa sangat capek dan berkeringat sangat banyak.
"Yang mas capek sekali. " ujar irfan.
"Kamu harus terbiasa mas, agar tubuh kamu tidak kaki dan bisa bergerak dengan normal lagi. " ujar tiara.
"Iya sayang, yuk balik mas udah capek banget. " ujar irfan.
Tiara pun berjalan mendahului irfan.
"Loh kok kamu ninggalin aku? . " tanya irfan.
"Kan aku sudah bilang mas, kamu harus terbiasa biar kamu bisa jalan dengan normal. " ujar tiara kala mendengar ucapan irfan.
"pokoknya mas harus jalan sendiri, kalau gak ya sudah aku jalan aja duluan. " ujar tiara.
Irfan pun terpaksa berjalan sambil memegangi apa yang bisa ia capai, agar ia bisa segera sampai ke ruangan nya.
Tiara tersenyum senang melihat irfan berusaha untuk bisa berjalan sendiri menuju ruangan nya.
Sekitaran 3 menit mereka sampai di ruang rawat irfan.
"Mas capek banget. " ujar irfan seraya mengelap keringat yang membanjiri wajahnya.
"Ini demi kesembuhan mas sendiri, pokoknya mas harus sembuh total dan besok tidak merepotkan orang lain. " ujar tiara.
irfan hanya terdiam mendengar ucapan tiara. karena apapun yang dikatakan oleh tiara memang benar.
"Sekarang kamu makan ya, duduk dulu biar aku ambilkan makanan tadi. " ujar tiara sambil bergegas mengambil makanan yang dibawah nya.
"Wah harum sekali masakan kamu sayang. " ujar irfan yang mencium aroma masakan yang sangat enak.
__ADS_1
"Ini bukan aku yang masak mas tapi bi sumi. " ujar tiara.
"Bi sumi?, siapa dia. " tanya irfan yang baru mendengar nama bi sumi.
"Oh bu sumi pembantu di rumah kita mas. " ujar tiara.
"Ha pembantu? bukankah kita menyewa rumah orang?. " tanah irfan.
Tiara kaget karena keceplosan tentang rumahnya.
"Eh maksud aku! bi sumi itu orang yang mengurus rumah yang kita tempati mas. " ujar tiara beralibi.
"Kok bisa rumah yang kita sewa pakai ada pengurusnya?. " tanya irfan yang sedikit curiga dengan perkataan tiara.
"Karena rumah yang kita tempati anang terawat dan biaya nya juga mahal mas, aku terpaksa menyewa rumah itu karena aku tahu kalau kamu gak mau tinggi di kos-kosan. " ujar tiara yang melihat malau irfan meragukan ucapannya.
"Memang berat kita harus membayar sewanya?. " tanya irfan.
"Sebulan 3 juta mas karena semua peralatannya lengkap. " ujar tiara.
"Apa? kok mahal sekali memang dari mana kita bisa dapat uang sebanyak itu? " tanya irfan.
"Besok kan kamu udah mulai cari kerja mas, nanti kalau udah dapat tempat kerja mas kumpul dulu uang agar bisa buta beli rumah baru. " ujar tiara memberi saran pada irfan.
"Sudah punya tempat tinggal untuk sementara ini aja alhamdulillah sayang. jangan pikir tentang buat rumah dulu. kita harus bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari kita dulu baru pikirkan yang lain. " ujar irfan pada istrinya.
"Ya sudah mas, kamu habiskan dulu semua makanannya karena bentar lagi aku mau pulang mas. " ujar tiara.
"Apa kamu tidak berniat nginap disini untuk sementara waktu sayang(kan besok juga aku pulang. " ujar irfan.
"Gak bisa mas, soalnya aku sudah bilang sama yang jaga rumah itu kalau aku pulang sekitaran jam 10 nanti. " ujar tiara yang tidak bisa tidur kalau di tempat yang berbau obat-obatan.
"Ya udah kalau gitu kaku tungguin aku sampai aku tidur disini baru kamu pulang ya. " ujar irfan.
"Iya mas, sekarang kamu habisin makanan ini dulu." ujar tiara.
Irfan pun memakan makanannya dengan lahap sementara tiara sibuk dengan ponselnya.
Ketika sedang asyik melihat sosmed di aplikasi WA ada tanda pesan masuk. ia kemudian membukanya.
"Assalamu'alaikum bu tiara, berikut saya kirim kan bukti-bukti atas kasus yang dilakukan oleh bu Sinta. " bunyi pesan yang dikirimkan oleh nomer tak dikenal.
"Ah mungkin ini nomornya instan, karena hanya dia yang punya bukti. " ujar Tiara dalam hatinya.
__ADS_1
"Ini dengan intan?. " tanya tiara.
"Iya bu saya, saya rasa semua bukti itu cukup untuk menjebloskan bu Sinta ke penjara. " ujar intan.