
" udahlah disini yang kita bicarakan kamu bukan anak saya. memang ya janda gatel dan gak tahu diri kamu. " ujar bu Sinta sembari meninggal metty yang menghina putrinya tadi.
Metty yang mendengar ucapan Bu Sinta hanya bisa menggeleng-gelengan kepalanya. ia tak habis pikir dengan jalan pikiran tetangga nya itu.
"Bisa-bisa nya dia ngatain aku, apa di gak lihat kelakuan anaknya sendiri. " ujar metty dengan sedikit cemberut.
"Bunda tante tadi kenapa marah-marah sama bunda." ujar meityza yang melihat ibunya berdebat dengan bu Sinta tadi.
"nggak kok sayang bunda gak di marah, udah kamu duduk dulu ya bunda mau minum dulu ke dalam. " ujar metty pada putrinya.
ketika sedang minum. terdengar bunyi klakson mobil di depan rumah.
"Mungkin itu mas irfan. " ujar metty seraya menyudahi minumnya.
Meityza yang sedang duduk melihat kedatangan ayahnya langsung menghampiri dan memeluk ayahnya.
"ayah kok lama banget sih. " ujar meityza yang sudah menunggu dari tadi.
"maaf ya sayang tadi ayah bujuk nenek dulu biar diizinkan kesini. " ujar irfan sambil mencium kening putrinya.
"Memangnya nenek gak mau kalau ayah ketemu sma aku ya? " ujar meityza ketika mendengar ucapan anaknya.
__ADS_1
"Bukan gitu sayang, ayah kan baru pulang dari rumah sakit. nenek cuma gak mau kalau ayah sampai sakit lagi. " ujar irfan beralibi.
"Oh gitu ya ayah, berarti kita gak jadi ke pantai dong. " ujar meityza.
"loh kok gak jadi kan tadi anak Ayah pengen nya ke pantai. " ujar irfan sembari menurunkan putrinya dari gendongan nya.
"Kan nenek bilang ayah masih sakit. " ujar meityza cemberut.
"Kan sekarang ayah sudah disini, jadi kita tetap ke pantai dong. " ujar irfan pada putrinya.
"Yeh.. hore jadi ke pantai." ujar meityza sambil berlari mondar mandir saking kegirangan nya.
"Bunda mana nak?. " tanya irfan yang belum melihat metty.
"yasudah pergi panggil bunda dulu sana. biar cepat kita ke pantainya. " ujar irfan menyuruh anaknya memanggil metty.
Meityza bergegas memanggil ibunya ke dalam rumah dengan sedikit berlari.
"Bunda ayah sudah datang ayah. " ujar meityza pada ibunya.
"Bentar bunda mau ambil barang dulu yang ketinggalan dulu, kamu tinggi di depan sama ayah ya. " ujar metty pada anaknya.
__ADS_1
sepertinya meityza metty segera masuk ke kamarnya untuk membuat surat agar orang tuanya tahu ia pergi kemana.
"Apa mungkin ibu sama bapak akan marah sama aku jika tahu aku ke luar sama irfan ya?. " tanya metty pada dirinya sendiri.
metty segera menulis surat untuk kedua orang tuanya, setelah dirasa selesai ia segera meninggalkan surat tersebut di atas meja rumah tamu.
"Itu bunda, ayok ayah kita berangkat sekarang. " ujar meityza ketika melihat ibunya keluar dari rumah.
"iya sayang tunggu bunda sampai masuk mobil dulu baru kita pergi. " ujar irfan yang melihat anaknya begitu antusias.
"Bunda ayok cepat kok lama sekali sih. " ujar meityza yang melihat bundanya berjalan begitu lama.
"Iya ini bunda juga udah cepat kok sayang. " ujar metty.
"kok lama dek?. " tanya irfan setibanya metty di mobil.
"Aku lupa izin ke ibu sama bapak mas. jadi tadi aku buat surat dulu. " ujar metty pada mantan suaminya.
"Ya sudah kita berangkat sekarang ya, kalian sudah siap? " tanya irfan.
"Siap yah, ayok kita jalan sekarang. " ujar meityza begitu girang.
__ADS_1
Tanpa mereka sadari bu Ella dari tadi mengawasi mereka dari luar.