Menitipkan Anak Ke Nenek

Menitipkan Anak Ke Nenek
Bab 60 Minta uang ke mama


__ADS_3

"Baik lah silakan, dan Terima kasih sudah mau bekerja sama dengan perusahaan saya. " ujar tiara.


"Sama-sama Bu semoga selalu amanah. " ujar pak dude.


Pak dude pun segera keluar dari ruangan bu tiara. ketika pak dude sudah pergi tiara langsung duduk di kursinya.


"Alhamdulillah lancar walau sebenarnya tadi aku agak gugup untuk melakukan meeting secara privat ini. " ujar tiara seraya menghembus kan nafas nya.


Tiara untuk pertama kali nya lagi melakukan meeting setelah bertahun-tahun tidak memasuki kantornya. Jadi wajar saja ketika ia merasa gugup menghadapi meeting yang pertama kali lagi baginya.


Di lain sisi Metty sedang sibuk mengurusi kepulangan irfan. Ia bolak balik sana sini untuk mencari uang buat bayar biaya administrasi irfan yang belum di lunasi.


Ia sudah mencoba menelepon tiara namun tidak pernah diangkat.


"Mas gimana nih aku gak punya uang sama sekali untuk bayar biaya rumah sakit ini mas. " ujar metty pada irfan yang sedang memeluk meityza.


"Kamu sudah coba telpon tiara dek?. " tanya irfan.


"Sudah mas tapi gak diangkat mungkin memang lagi sibuk. " ujar metty.


"coba kamu telpon lagi dek, siapa tahu kali ini dia angkat. " ujar irfan.

__ADS_1


"iya mas aku coba ya, semoga diangkat sama mbak tiara. " ujar metty.


Metty pun menelpon tiara kembali.


"dret... dret... dret. suara telpon yahh belum kunjung diangkat oleh Tiara.


" Masih belum diangkat sama tiara mas. " ujar metty.


"Ya udah dek mas coba telepon mama siapa tahu beliau mau bantu aku. " ujar irfan dengan sedikit ragu menelpon ibunya.


Iya mas semoga saja mama mau bantu kamu mas. x ujar Metty.


"Kenapa kamu nelpon, apa kamu sudah tka sanggup hidup miskin disitu?. " ujar ayah dari sebrang telpon sana.


"Yah aku mau bicara sama mama bisa, ada hal penting yang perlu ibu tahu. " ujar irfan.


Irfan sengaja berbicara seperti itu seolah ada hal yang memang benar-benar penting untuk dibicarakan padahal itu cuma akal-akalan dia agar bisa menghindar dari ayahnya.


"mah ini ada anak tidak tahu malu mau ngomong sama kamu. " suara ayah yang memanggil mama.


"ya hello irfan kenapa?. " tanya mama langsung ke intinya.

__ADS_1


"Mah mama masih sayang gak sama aku?. " tanya irfan berusaha meluluhkan hati mama nya.


Mendengar perkataan anaknya membuat hati nya luluh, mama mana yang tidak sayang pada anaknya meskipun ia berlaku kasar sama anaknya.


"Sudah lah kamu gak usah bertele-tele apa yang kamu inginkan?. " tanya mama yang mengetahui karakter anaknya itu.


Irfan oun menyampaikan masuknya ke mamanya untuk meminta uang buat bayar rumah sakit nya. karena bagaimana pun orang tuanya lah yang menyebabkan ia masuk kedalam rumah sakit ini.


"Ya sudah sekarang mama kirim ke rekening mu. " ujar mama seraya menutup panggilan di ponselnya.


Setelah menelpon mamanya dan mendapat apa yang diinginkan irfan merasa lega, akhirnya ia bisa membayar biaya rumah sakitnya itu pun ia minta dengan jumlah lebih ke mamanya.


Agar sisanya ia gunakan untuk kebutuhan sehari-hari di rumahnya nanti.


"Gimana mas? apa mama gak kasih?." tanya metty yang melihat raut wajah irfan yang begitu kusut.


"Alhamdulillah mama ngasih sayang, ini udah di kirim ke rekening ku. " ujar irfan yang melihat notif bank di hpnya.


"Alhamdulilah kalau gitu mas, yuk kita bayar biar kita cepat pulang. " ujar metty.


"iya dek. nanti sebelum pulang kita belanja dulu ya buat keperluan kamu di rumah juga meity." ujar irfan.

__ADS_1


__ADS_2