
"Sinta sekali lagi saya tanyakan kamu kemana kan semua uang ini. " ujar tiara berharap Sinta bisa meningkatkan yang sejujurnya.
"Diam kalian semua. Memangnya kenapa kalau aku memakai uang perusahaan untuk kepentingan pribadi ku?. " ujar Sinta bangkit dari duduk nya.
Semua yang ada dalam ruangan itu kaget mendengar teriakan sinta.
"plak.... jangan sekali kali kamu berteriak di depan saya Sinta. " ujar tiara yang menampar Sinta.
"Memangnya kenapa kalau saya teriak di depan kamu tiara, apa salahnya aku menggunakan uang perusahaan. hitung-hitung itu menjadi balas jasa yang selama ini telah memimpin perusahaan ini." ujar Sinta.
"Dasar wanita tidak tahu diri sudah salah malah ngelunjak. " ujar Bella dengan Sinis nya.
"Oh jadi sekarang kamu mau hitung-hitungan sinta? apa tidak cukup gaji kamu selama menjadi bos disini menggantikan saya?. " tanya tiara yang mulai emosi.
"Tiara-tiara sebagai wanita kamu tahu kan kebutuhannya sangat banyak? mana cukup gaji ku selama ini untuk memenuhi kebutuhan ku. " ujar Sinta dengan sombongnya.
"Saya saja yang gaji pas-pasan bisa tuh memenuhi kebutuhan saya, malah lebih dari cukup tuh. " ujar intan kesal dengan Sinta yang sok kaya.
"Oke Sinta kembalikan semua uang perusahaan yang kamu pakai. " ujar tiara meminta semua uang yahh dipakai Sinta.
"Uangnya sudah habis pakai aku beli mobil dan jalan-jalan. " ujar Sinta tanpa rasa takut sedikit pun.
"Berani sekali kamu membelanjakan uang kantor untuk kepentingan mu sendiri,dalam satu minggu ini kamu harus bisa mengembalikan semua uang tersebut. " ujar tiara yang ingin mencakar wajah Sinta.
Namun tiara mencoba untuk tetap profesional dalam semua hal. karena ia adalah atasan disini jadi ia harus memberikn contoh yang baik kepada karyawannya.
"Aku harus bisa menyelesaikan masalah ini dengan tenang dan sabar. " ujar tiara dalam hati.
"Ambil saja semua mobil itu, aku sudah tidak punya uang. " ujar Sinta tanpa rasa malu.
"Kalau kamu tidak bisa mengembalikan uang itu maka dengan berat saya akan memenjarakan kamu Sinta. " ujar tiara dengan tegas.
"Memang kamu punya bukti aku menggelapkan uang perusahaan?. " tanya Sinta.
"Saya punya buktinya bu, nanti saya kirimkan ke ibu. " ujar Intan.
__ADS_1
"kamu dengar sendiri tiu kan intan punya bukti atas apa yang kamu lakukan." ujar tiara.
"Silahkan aku tidak takut dengan semua ancaman kalian. " ujar Sinta dengan suara menantang.
"Ya memang saya akan melaporkan kamu Sinta, dan semua gaji selama kamu bekerja disini akan di masukan ke rekening saya. " ujar tiara.
"Tidak, anda tidak bisa melakukan itu saya sudah banyak mengeluarkan tenaga untuk bekerja di kantor ini. " ujar Sinta.
"Dan kamu sudah banyak menggunakan uang perusahaan untuk keperluan pribadi mu, dan gaji kamu tidak bisa untuk membayar semua uang yang kamu gunakan. " ujar tiara menunjuk wajah tiara.
"Terserah apa kata mu aku tidak ingin gaji ku di potong. " ujar Sinta sambil mendorong tiara dengan sampai terjatuh.
"Hey berani sekali kamu mendorong atasan kami. " ujar Bella seraya mendorong Sinta lebih keras.
Tiara merasa tubuhnya sakit karena terbentur dengan meja di sampingnya. membuat tubuhnya memar.
"Satpam bawa keluar wanita ini. " ujar tiara menyuruh satpam membawa Sinta keluar dari perusahaan nya.
Satpam pun masuk dan memegang tangan Sinta hendak dibawa keluar.
"Lepaskan saya bisa keluar sendiri. " ujar Sinta menghempaskan tangannya dari genggaman satpam.
"Dasar tidak tahu di untung, saya sudah bekerja bertahun-tahun disini tapi apa yang anda lakukan pada saya.? " ujar Sinta pada tiara.
"Dan saya sudah mempercayai kamu tapi kamu malah tidak amanah dalam setiap kegiatan perusahaan bahkan kamu menyalah gunakan uang perusahaan Sinta, jadi saya rasa kaku tahu sendiri siapa yang salah disini, dan silahkan kamu keluar dari ringan saya sekarang. " ujar tiara dengan tegas
Sinta pun segera pergi dari ruangan tersebut, sesampainya di luar ia melihat banyak karyawan yang menatap nya dengan aneh dan pasti sekarang dia sudah menjadi buah bibir dalam perusahaan nya.
Tak mau berlama-lama disitu ia berjalan dengan cepat agar bisa segara sampai ke dalam mobilnya dan pulang ke rumahnya.
Sepertinya Sinta dari ruangan tersebut tiara meminta maaf pada romi karena telah menuduhnya melakukan hal yang tidak-tidak karena terlalu percaya pada Sinta.
"Roni maafkan saya telah menuduh kamu berbuat jahat " ujar tiara.
Romi yang mendengar itu hanya mengangguk
__ADS_1
"Lain kali ibu harus hati-hati dalam mempercayai orang lain, karena orang yang kita percayai kapan saja bisa berkhianat pada kita. sepeti contohnya tadi. " ujar Tomi panjang lebar.
"Iya saya minta maaf atas kesalahan saya Tomi. " ujar tiara.
"Iya gapapa bu. Kalau gitu saya pamit dulu. " ujar Tomi.
Tiara yang mendengar Tomi ingin pergi berniat menanyakan kemana hendaknya ia pergi.
"Kamu mau pergi kemana Tomi, saya belum selesai bicara sama kamu. " ujar tiara menahan Tomi agar tidak pergi.
"Saya mengundurkan diri dari perusahaan ini, karena saya merasa sudah dibuka disini. " ujar Tomi pada tiara.
"Maksud kamu apa Tomi? bukankah saya sudah minta maaf pada kamu. " ujar tiara yang tak mengerti jalan pikiran Tomi.
"Memang saya sudah memaafkan ibu tapi bukan berarti rasa sakit yang saya Terima ikut termaafkan bu tiara. " ujar Tomi dengan tegas membuat tiara melongo.
"Tom apa gak sebaiknya kita bicara kan ini secara baik-baik. " ujar Bella.
"kamu tidak tahu aku malu sudah diperlakukan seperti ini oleh atasan mu dan Sinta. " ujar tomi.
"Maksud kamu diperlakukan seperti apa Tomi?. " tanah intan yang ikut penasaran dengan ucapan Tomi.
"Tiara sudah menghina dan menuduh ku dan Sinta melecehkan ku, jika kamu di posisi seperti aku, apa kamu masih mau berada satu ruangan sama mereka?. " tanya Tomi pada mereka berdua.
"Apa.... " ujar intan, Bella, dan roni bersamaan karena kaget mendengar ucapan Tomi.
"Iya kalau kalian tidak percaya silahkan tanyakan pada atasan kalian." Ujar Tomi
Mereka bertiga ragu-ragu untuk bertanya pada tiara karena bagaimana pun tiara adalah atasan yang biak bagi mereka.
"Gak mungkin bu tiara menghina kamu tom, kan bu tiara anti terhadap penghinaan. " ujar Bella yang kurang percaya dengan ucapan Tomi.
"Terkadang seseorang bisa melakukan apa yang tidak pernah mereka lakukan karena dorongan dari orang lain. " ujar Tomi dengan lembut.
Intan pun berniat menanyakan nya pada tiara takut kalau ia salah paham dengan Tomi.
__ADS_1
"Mohon maaf bu, apa benar yang dikatakan Tomi? karena setahu saya ibu adalah orang yang sangat jujur. " ujar intan seraya menghadap tiara.
"Ya apapun yang dikatakan Tomi semuanya benar, itu karena kesalahan saya yang terlalu percaya kepada orang lain sehingga saya menuduh nya tadi." ujar Tomi.