
Beberapa menit akhirnya 3 orang karyawan masuk ke ruangan tersebut bersamaan dengan pak satpam tadi.
" Ini bu karyawan yang ibu minta, satunya sebagai pengurus bagian administrasi. " ujar pak satpam sambil menunjuk mereka.
" baik terima kasih pak, kalau gitu bapak bisa tunggu di depan. " ujar tiara.
"Kalian tahu mengapa saya memanggil kalian ke sini?. " ujar tiara pada mereka bertiga.
"Saya belum tahu maksud ibu memanggil saya kesini. " ujar salah satu diantara mereka.
"Bella, saya ingin kamu berkata jujur pada saya. " ujar tiara pada bella pengurus bagian adminstrasi.
"Baik bu informasi apa yang bisa saya beritahukan pada ibu?. " ujar Bella yang melihat seisi ruangan berantakan.
"Saya mau kalian jujur pada saya, selama saya tidak masuk kantor apakah semua kegiatan kantor berjalan dengan baik?. " tanya tiara pada mereka bertiga.
"Kalau menurut saya selama ini kegiatan kantor banyak yang tidak dijalankan bu. " ujar Roni salah satu karyawan yang dibawa pak satpam tadi.
"Kegiatan apa saja yang tidak berjalan dengan baik?. " tanya tiara yang mendengar penuturan roni.
"Contoh ketika ada perusahaan lain yang akan bekerja sama dengan kita, tetapi bu Sinta tidak pernah a menghadirinya bu. " ujar roni yang sudah capek dengan kesombongan sinta.
"Apa setiap ada yang berkunjung kesini merasa senang dengan keadaan kantor ini.? tanya Tiara.
" Sebagian ada yang senang dan tertarik untuk bekerja sama dengan kita bu, namun karena bu Sinta tidak mau bertemu mereka, akhirnya mereka memutuskan untuk tidak mau lagi berkunjung kesini. " ujar intan.
"Sinta berani sekali kamu melakukan ini, dan ya saya mau minta laporan keuangan, Bella kamu bagaian administrasi ambilkan segera berkas keuangan sana. " ujar tiara pada Bella.
"Baik bu akan segera saya ambilkan. " ujar Bella yang segera berlalu dari hadapan mereka.
"Roni, intan menurut kalian gimana sifat Sinta selama menjadi bos disini?. " tanya tiara.
"Anu bu, itu. " ujar intan sambil melirik Sinta takut kalau ia diapa-apain sama Sinta.
"Jangan takut untuk berkata jujur intan saya menjamin keamanan kamu. " ujar tiara yang mendapati raut wajah takut dari intan.
__ADS_1
"Gini bu, bu sinta memperlakukan kami kayaknya pembantu dia, dan kalau kami menolak untuk melakukan apa yang ia inginkan, dia mengancam kami untuk melaporkan pada ibu dan memecat kami." ujar intan sambil menunduk.
"Dan satu lagi bu, dia sering ngajak cowok ke dalam ruangan ini bu. " ujar roni menambahkan.
Sinta yang mendengar pengakuan meraka merasa sangat takut, kalau-kalau dia akan dituntut atas apa yang ia lakukan, apalagi ia sudah memakai uang perusahaan untuk kepentingan pribadinya.
"Berarti selama ini kamu telah mengkhianati kepercayaan saya Sinta, saya sangat mempercayai kamu namun apa yang kamu lakukan pada saya? " ujar tiara.
Tiara tidak menyangka kalau Sinta bisa melakukan ini semua dan berkhianat di belakangnya.
Selama ini ia sangat mempercayai Sinta bahkan apapun yang Sinta katakan tiara selalu mempercayai nya.
"Maafkan saya bu. " hanya itu yang bisa dikatakan oleh Sinta karena ia tidak bisa membela dirinya lagi.
"Ini bu laporan keuangan minggu ini. " ujar Bella seraya menyerahkan berkas keuangan yang dimintai tiara tadi.
Tiara pun segera mengambil dan mengecek setiap pengeluaran di kantornya selama minggu ini.
Tiara kaget melihat dalam satu hari pengeluaran uang bisa sebesar 500 juta. dan tidak ada keterangan uang tersebut digunakan untuk apa.
"Saya tidak tahu bu, di karenakan semua uang tersebut dimintai bu Sinta katanya untuk merenovasi perusahaan ini. " ujar bella pada tiara.
"Maksud kamu Sinta meminta uang ini dan kamu tidak menaruhnya dalam daftar pengeluaran untuk apa?." tanya tiara.
"maaf bu saya tidak diizinkan bu Sinta untuk mencatatnya. dikarenakan beliau bilang sudah meminta izin pada ibu. " ujar bella.
"Sinta kamu kemanakah semua uang ini?. " tanya Tiara seraya menyerahkan jumlah uang yang begitu banyak digunakan oleh sinta.
"Uangnya sudah saya kasihkan sebagai DP untuk merenovasi perusahaan ini bu. " ujar Sinta dengan gemetaran.
"Dimana kamu kasihkan uang DP nya, saya ingin menemui mereka dan menanyakan perihal kapan renovasi perusahaan ini akan dijalankan. " ujar Tiara yang sudah tidak memili percaya pada Sinta.
"Anu bu, saya lihat di online tentang toko yang menyediakan jasa renovasi. jadi uangnya sudah saya transfer dan saya tidak tahu letak tokonya. " ujar Sinta pada tiara.
"Apa? jadi kamu melakukan transaksi secara online dan tidak mengenal orangnya? bagaimana kamu bisa secercah itu Sinta. " ujar Tiara yang makin emosi dengan sinta.
__ADS_1
"iya bu, dan kayanya saya sudah di blokir setelah mentransfer uang ke mereka. " kata Sinta mencoba untuk berbohong.
"Sungguh saya tidak percaya dengan ala yang telah kamu lakukan Sinta. " ujar tiara.
" maafkan saya bu. saya ceroboh sehingga saya kena tipu. " ujar Sinta merasa sedikit lega karena dipercayai oleh tiara.
Namun tidak semudah itu bagi tiara untuk memercayai ucapan Sinta, jika pun ia benar-benar di tipu pasti ia kan melaporkan ke polisi.
Namun ini dia hanya berdiam dan berbicara seolah-olah dia mengatakan yang seberapa. batin tiara, ia pun mempunyai ide untuk membuat Sinta berbicara jujur.
"Kalau gitu sini saya lihat bukti transfer yang kamu katakan beserta dengan nomor telponnya. " ujar tiara sambil menyodorkan tangannya.
Sinta terdiam mendengar ucapan tiara, ia tidak menyangka tiara akan teliti dalam membahas masalah ini.
"Ibu percaya dengan ucapan dia? dia memang suka bohong bu, sudah banyak orang-orang yang dia bohongi. " ujar Bella yang benci dengan Sinta.
Bella memang sangat membenci Sinta karena selama jadi bos. Sinta selalu bersikap angkuh dan sombong pada nya. bahkan ia selalu menghinanya juga mengancamnya jika ia tidak mau mencairkan uang perusaan ke dalam rekening milik pribadinya.
"Sinta mana bukti transaksi nya saya menginginkannya sekarang. " ujar tiara ayang melihat Sinta hanya terdiam.
"maaf bu saya sudah menghapus transaksi dan nomor mereka. " ujar Sinta.
"Bu tiara saya mau bilang kalau Bu Sinta berbohong, mungkin uang yang dia ambil digunakan untuk berfoya-foya bu. " ujar intan yang enek dengan kebohongan Sinta.
"Bagaimana kamu bisa tahu intan? apa kamu bekerja sama dengannya?. " tanya tiara yang mendengar ucapan intan.
"Saya tidak bekerja sama dengan bu Sinta, tapi yang saya ketahui bu Sinta setiap bulan suka gonta ganti mobil dan sekali sebulan berlibur ke luar negeri bu. " ujar intan
"Itu kan gak dia intan mau dia ganti mobil ke mau berlibur ke selama ia punya uang itu tidak jadi masalah. " ujar tiara yang belum mengetahui maksud intan.
"Bukan gitu maksud saya bu, ibu tahu sendiri kan
berapa ganti bu Sinta selama sebulan. nah kalau setiap minggu aja bisa beli mobil dengan harga tinggi, apa ibu tidak berpikir kalau ia memakai uang perusahaan?. " tutur intan.
Tiara baru mengerti dengan maksud intan dan ia sangat yakin Sinta telah menyalahgunakan uang perusahaan.
__ADS_1