
Tepat pukul 7 malam, akhir nya mereka sampai di rumah orang tua Metty. Irfan berjalan keluar dari taksi dan membukakan pintu taksi untuk istri nya agar terlihat romantis di depan keluarga mertuanya.
"Dek yuk turun, kamu masuk saja dulu mas mau turunin barang-barang kita dulu. " Metty yang mendapati kelakuan irfan yang so romantis segera turun dan melangkah ke dalam rumahnya.
" Assalamu'alaikum bu pa metty pulang. " ujar metty sedikit berteriak, kebiasaan nya dari dulu kalau pulang ngucapin salam nya selalu teriak.
" Wa'alaikumussalam Nak, kok pulang malam-malam. " tanya ibu seraya mengambil alih Meity dari gendongan metty.
" Besok saya jelasin bu. " kata metty dengan sedikit berbisik takut diketahui mas irfan.
" ya udah Nak masuk dulu yuk. "
" Iya bu, bapak mana kok gak keliatan. "
" bapak lagi ma
kan nak, nanti selesai makan juga datang. "
" oh iya bu, bu titip Meity dulu ya saya mau masukin barang ke kamar. "
" Iya Nak, cepetan gih sana bawa barang-barang mu. " ujar ibu sembari menggendong cucunya.
Metty bergegas membawa barang-barang nya ke kamar, Ia memasukkan semua pakaian yang dibawa ke dalam lemari.
Di ruang tamu irfan sedang duduk dengan kedua mertuanya, Ia memberikan oleh-oleh kepada mereka.
" Bu pak, ini oleh-oleh untuk ibu sama bapak, tadi saya sama metty membelinya di Mall. " Ucap irfan seraya menyerah kan bungkusan yang ia bawa.
" Wah terimakasih ya nak, udah sempatin bawa oleh-oleh untuk kami. " ujar bu Ella.
" Iya sama-sama Bu, kalau gitu saya ke kamar dulu ya bu pak, siapa tahu metty membutuhkan bantuan saya. "
" Iya Nak, silahkan. " kata bu Ella, yang melihat irfan bersikap begitu baik pada mereka, membuat bu Ella merasa bahwa irfan sudah berubah menjadi lebih baik.
" Alhamdulillah ya pak, irfan kayanya sudah bisa merubah sikapnya, Ia terlihat begitu sopan sekarang. " ujar bu Ella pada suaminya.
__ADS_1
" Apa ibu yakin dia benar-benar sudah berubah? atau hanya berpura-pura di depan kita?. " Ujar bapak yang belum yakin kalau irfan benar-benar sudah berubah.
"Bapak jangan ngomong gitu, kita doakan saja yang terbaik buat anak kita. "
" Iya kalau itu sudah pasti bu, bapak cuma takut kalau nanti irfan berani menyakiti anak kita. "
"Kita pikir yang positif aja pak, insya Allah hasilnya juga akan positif. " jawab bu Ella meyakinkan suaminya agar tidak terlalu berpikir negatif tentang menantunya.
Irfan yang melihat metty sibuk mengeluarkan barang dari koper dan memasukkannya ke dalam lemari pun berniat membantunya.
" Dek sini mas bantu." ujar irfan.
" Eh mas, udah selesai ngobrol nya sama ibu bapak ?."tanya metty yang melihat suaminya sudah berada di belakangnya.
" Udah dek, mas bilang mau bantuin kamu,sini biar mas yang masukin bajunya ke lemari dan kamu rapikan tempat tidur ya,biar cepat selesai."
" iya Mas, tumben mau bantuin biasanya cuma liatin?."
" iya nih, soalnya mas udah ngantuk banget pengen tidur. "
Setelah selesai merapikan kamarnya dan dirasa udah bersih, irfan segera berbaring di kasur, sedangkan metty pergi mengambil anaknya yang berada di ibunya.
" Bu Tiyza udah tidur? kalau udah saya bawa masuk ke kamar aja. " ujar metty.
" Udah Nak, sana kmu bawakan ke kamar, ibu juga mau tidur udah ngantuk. " kata ibu sembari berlalu menuju kamarnya, begitu juga dengan metty ia bergegas ke kamarnya untuk tidur karena ia merasa sangat capek merapikan kamarnya tadi, Ia meletakkan anaknya dengan hati-hati supaya gak kebangun, dirasa posisi tidur anaknya sudah pas, Ia pun merebahkan tubuh nya di samping suaminya, dan Ia pun tertidur.
Pagi-pagi Sekali irfan sudah bangun dan bersiap untuk melaksanakan sholat subuh bersama mertuanya. Metty yang baru saja terbangun menaruh Curiga pada suaminya, karena Ia tidak pernah melihat irfan begitu pagi bahkan tanpa Ia bangunkan.
" Loh mas udah bangun? mau kemana kok rapi banget?. " tanya metty
" Mau sholat lah dek, emang mau ngapain
lagi? "kata irfan mendapati pertanyaan istrinya, ia sengaja bangun pagi-pagi agar kedua mertuanya semakin menyukainya supaya ia bisa mendapatkan warisan agar ia bisa segera bercerai.
" Alhamdulilah kalau gitu, akhirnya kamu sadar dan mau melaksanakan sholat tanpa aku suruh. "
__ADS_1
" Iya dek, kamu wudhu sana cepat siapa tahu ibu sama bapak udah nungguin kita. "
Metty pun segera mengambil wudhu dan bergegas menuju tempat sholat di rumahnya. Di sana sudah ada mas irfan bersama kedua orang tua nya.
Jam sudah menunjukan pukul 8 pagi, mas irfan sudah pergi kerja sedangkan ibu sama bapak libur ke ladang hari ini. Aku yang baru saja selesai mandi dan meniduri anak ku berniat menemui ibu untuk mengatakan yang sebenarnya terjadi dalam rumah tangganya.
Ia celingak-celinguk mencari keberadaan orang tuanya, di dalam rumah ngga ada pasti ada di belakang. batin metty yang tidak menemukan orang tua di dalam rumah.
Setelah berada di belakang barulah ia melihat kedua orang tuanya, ia pun segera menghampiri mereka.
" Bu pak ada yang mau metty bicarakan. "
ibu dan bapak yang sedang berkebun di belakang rumah pun menghentikan aktivitas mereka dan mendekat ke arah anaknya.
" Mau bicara apa nak? kok kayanya kamu gelisah sekali?. " tanya bapak yang melihat raut wajah ku.
" Kita bicaranya di dalam aja pak. "
" Ya udah kamu masuk dulu kami mau cuci tangan sama kaki. "
Metty pun segera masuk dan menunggu kedua orang tuanya di dapur, Ia dipenuhi perasaan khawatir dan takut karena akan meminta ceria dari irfan, Ia takut orang tuanya kenapa-napa, namun apa boleh buat Ia harus mengatakan ini demi kebaikan dia dan keluarga nya.
" Mau bicara ala nak, kok kayanya serius sekali? " tanya ibu yang melihat putrinya gelisah dan kelihatan sedih itu.
"Bu pak maafkan metty karena tidak bisa menjaga diri sendiri dan perasaan kalian. " Ucap metty sembari meneteskan air mata, Ia sangat sensitif jika berbicara dengan orang tuanya.
" Kamu minta maaf kenapa nak, masalah yang sudah berlalu biarlah berlalu. "kata ibu sambil mengelus kepala putrinya.
" Maafkan Metty bu pak, metty harus melakukan ini demi kebahagiaan kita semua. "
" Maksud kamu ala nak, apakah selama ini kita tidak bahagia?. " tanya bapak yang mendengar ucapan putrinya nya.
Metty menarik napas dalam-dalam dan berusaha tegar untuk mengatakan semua ini, ketika ia rasa sudah siap barulah ia bicara.
" Gini bu pak, aku berniat menggugat cerai mas irfan. "
__ADS_1
Deg seketika jantung kedua orang tuanya seperti di sambar petir, mereka terdiam cukup lama seraya meneteskan air mata, mereka sangat kaget dengan ucapan putrinya yang tiba-tiba itu.